Makanan Minuman
Makanan Minuman
Masakan Daerah Jawa Tengah Brebes
Sambal Kecambah, Kuliner Hemat Bagi Anak Kos

Makanan yang biasanya dikonsumsi oleh orang Indonesia tidak akan pernah absen dengan kehadiran nasi. Kita tahu betul bahwa nasi ini adalah makanan pokok yang akan kita pasangkan dengan sayuran,lauk-pauk, dan ataupun sambal/saos tambahan, atau dikenal dengan istilah condiment. Namun berbeda dengan orang pada umumnya, anak kos ataupun keluarga menengah ke bawah biasanya hanya makan nasi dengan lauk dan sedikit lalapan ataupun tanpa sayuran. Masakan daerah brebes satu ini, merangkap sambal dan sayur sekaligus, menjadikan sambal kecambah sangat cocok menjadi menu hemat anak kos. Gizinya tercukupi, rasanya pun enak karena berfungsi sebagai condiment dalam makanan yang dapat menambah cita rasa.

Ditilik lagi dari sejarah, sambal kecambah mirip dengan ketoprak karena berisi sayuran yang dibumbui. Namun, sambal kecambah hadir dengan resep sederhana. Hanya bermodalkan cabai rawit/cabai burung, sedikit cabai merah,terasi udang, bawang putih, kencur, garam, dan taoge, kita dapat langsung menikmati masakan ini tanpa merebus apapun!

Pertama-tama, cucilah cabai rawit, sedikit cabai merah dan taoge sesuai selera, jumlah cabai disesuaikan dengan tingkat kepedasan. (Usahakan untuk memperbanyak cabai merah bila anda tidak suka masakan pedas). Kemudian, kupas 2 siung bawah putih, dan giling bersama cabai yang telah dicuci. Perkirakan agar cukup dalam 1 ulekan, tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak. Iris kencur seujung jari kelingking, kupas dan cuci lalu giling bersama cabai. Aroma dan citarasa kencur inilah yang menjadikan sambal kecambah sangat segar dan berbeda. Lalu tambahkan air agar tidak terlalu kental. Tambahkan terasi udang dan garam. Giling sampai halus dan teraduk rata. Bila dirasa cukup kental, maka geprek taoge di dalam ulekan dan aduk dengan sendok plastik.

Agar lebih enak, sambal kecambah biasanya dihidangkan bersama tempe tepung krispi ataupun tahu tepung krispi, karena menu ini hadir sebagai kuliner hemat bagi anak kos. Hidangkan selagi hangat dan siap dinikmati. Terima kasih, itulah masakan khas Brebes yang saya pelajari dari Ayah saya. Selamat mencoba!

#OSKMITB2018

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Call center pinjamflexi
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Hubungi call center resmi Pinjam Flexi (0857) 58337054 atau CS Pinjam Flexi (0831)69265049 dan melalui email cs@pinjamflexi.id. layanan customer service Pinjam Flexi dapat dihubungi Senin-Minggu pukul 08:00-23:00 WIB.

avatar
Pinjamflexi08
Gambar Entri
HUDON TANO (PERIUK TANAH)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
BENDA MAGIS MASYARAKAT BATAK
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker