Sale Pacitan dikenal sebagai salah satu kuliner unik yang menarik untuk dinikmati. Kuliner yang memiliki bahan baku pisang ini ternyata sudah menjadi kuliner khas yang bisa menjadi alternatif oleh-oleh keluarga anda. Salah satu model Sale Pisang Pacitan, yakni Sale Anggur.
Jika melihat dari namanya, mungkin Anda akan mengira jika Sale ini berbahan dasar buah anggur. Tapi jangan salah, Sale Anggur ini bukanlah sale berbahan dasar buah anggur seperti namanya melainkan sale yang berbahan dasar buah pisang yang dibentuk menyerupai buah anggur dan dikemas dengan kertas krep warna warni, lalu diberi lapisan plastik bening lagi, hal tersebut dilakukan agar terlihat menarik, dan selanjutnya Sale Anggur yang sudah dilapisi plastik dirangkai dan terlihat seperti untaian buah anggur.
Proses pembuatan Sale Anggur pun tak rumit. Sale Anggur dibuat dengan bahan pisang awak yang dipotong-potong kemudian dijemur di bawah sinar matahari langsung. Setelah kering, kemudian dipadatkan dan dibentuk kecil-kecil lalu dibungkus plastik di bagian luarnya. Sale Anggur ini bisa bertahan hingga 5 bulan lamanya, dan semakin lama disimpan rasanya akan semakin legit dan manis. Proses pengeringan menjadi faktor yang sangat mempengaruhi keawetan Sale Pisang.
Sale Anggur khas Pacitan juga bisa ditemui di tempat lain, termasuk di Bali dan kota besar lainnya. Harganya yang murah, tampilannya yang unik dan daya tahannya yang lumayan panjang membuatnya bisa jadi pilihan oleh-oleh jika sedang di Pacitan. Saat ini banyak ditemukan di Pacitan sentra produksi rumahan Sale Pisang dengan bermacam-macam bentuknya, mulai dari anggur, gulungan kelereng, cumi-cumi, sampai dengan pisang lembaran seperti Sale kebanyakan.
Selain kemasan yang beraneka macam dan berwana-warni, keunikan lain dari Sale Pacitan ini adalah rasa manis yang ditimbulkan, bukan berasal dari pemanis buatan. Satu untaian Sale Anggur dihargai sekitar Rp. 2.000 hingga Rp. 4.000. Karena warnanya yang memikat, banyak yang menggunakan Sale Anggur untuk hiasan saja. #DaftarSB19
https://ksmtour.com/pusat-oleh-oleh/oleh-oleh-khas-pacitan/sale-pisang-anggur-khas-pacitan-bentuknya-unik-dan-menarik.html
Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara
Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.
Cara membatalkan pinjaman ayopinjam Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.
Cara membatalkan pinjaman ayopinjam: Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.
PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK Hikmah Karuhun Pikeun Kahirupan Ditulis ku: Henry Purwanto Kategori: Etika, Moral & Pepatah PENDAHULUAN Kidung Lakbok lain ukur carita baheula. Lian ti éta, ieu naskah kuno nyimpen pituduh anu jero pisan pikeun kahirupan urang di jaman kiwari. Karuhun urang teu ngan ninggalkeun carita, tapi ogé pangalaman, peringatan, jeung hikmah. Ieu pesan induk jadi pondasi pikeun urang hirup: ngajaga jati diri bari tetep maju ka hareup. Hayu urang bahas hiji-hiji. ULAH POHO KA ASAL-USUL (Jangan Lupa Pada Asalnya) Makna: Saha urang, ti mana asalna, naon sajarah karuhun urang – kabehna kudu dipikanyaho. Ulah isin ku sajarah sorangan, sabab dinya tempat urang tumuwuh. Kaitan jeung Lakbok: Karajaan Bandjarpatroman téh akar ti wewengkon ieu. Lamun urang poho sajarah, sarua jeung neangan leungit jati diri. Urang bakal gampang kaileng ku budaya deungeun anu teu saluyu jeung ajén-inajén lembur. Pesen: Sugema jeung bagja téh mimitina mah nya tina n...