Makanan Minuman
Makanan Minuman
makanan Daerah Istimewa Yogyakarta Jogjakarta
SAMBAL GORENG KRECEK
- 8 Desember 2018

Sambal Goreng Krecek merupakan salah satu lauk wajib untuk menemani Gudeg Jogja. Kalau anda kebetulan di Jogja dan membeli oleh2 Gudeg Kendil pasti akan menemui menu standar yang terdiri dari Gudeg, Sambal Goreng Krecek dan Pindang Telur. Rasanya yang pedas mengimbangi Gudeg yang cenderung manis. Disantap dengan nasi panas hmmmm.. mertua lewat bisa lupa kata orang Jawa ha ha..sedap!! Tentu saja anda bisa menyantap Sambal Goreng saja tanpa Gudeg, saya bahkan sering menyantapnya dengan Lontong kayak Lontong Sayur hmmm tak kalah nikmat. 

Untuk anda yang berasal dari luar Jawa dan belum tahu apa itu Krecek mungkin bisa saya jelaskan sedikit. Krecek atau tepatnya krupuk krecek, ada juga yang menyebut krupuk rambak adalah krupuk yang dibuat dari kulit sapi yang direbus, dibumbui, dikeringkan dan digoreng seperti krupuk umumnya. 

Rasanya gurih kriuk-kriuk. Kalau krupuk ini direndam dalam air akan lunak dan mempunyai tekstur elastis seperti karet dan rasanya kenyil-kenyil kata orang Jawa ;-). Di Jawa timur, salah satunya di kota kelahiran saya Kediri, ada sediaan kulit sapi yang hanya direbus saja dan tidak dikeringkan menjadi olahan krupuk. Kulit Sapi Rebus ini dikenal dengan nama "Cecek". Orang Surabaya menyebutnya "Kikil" makanya di Surabaya ada menu "Lontong Kikil". 

Terserah anda mau pakai krecek/krupuk rambak goreng trus direndam atau cecek rebus, tergantung ketersediaan bahan di daerah anda. Hasilnya sama2 enak ;-). Kunci kenikmatan Sambal Goreng Krecek harus pedas dan asinnya terasa. Selamat Mencoba dan Semoga Sukses. 
 

Cara Membuat:

  1. Rendam krecek goreng dalam air hingga melemas, angkat dan peras. Sisihkan.
  2. (Kalau anda memakai sediaan krecek/cecek/kikil rebus, tinggal dicuci dan diris-iris).
  3. Iris halus 4 bawang merah dan 4 bawang siung bawang putih. Sisihkan.
  4. Haluskan bahan bumbu halus dengan cobek atau blender. Jika perlu tambahkan sedikit minyak dlm blender untuk mempermudah proses penghancuran.
  5. Panaskan 3 sdm minyak, tumis bawang merah dan bawang putih iris hingga transparan dan berbau harum.
  6. Tambahkan bumbu halus, lengkuas, daun salam dan biji petai. Tumis hingga berbau harum dan benar2 matang. (Kurang lebih 5 menit)
  7. (Bumbu harus benar2 matang supaya kuah tidak sengar dan rasanya benar2 lezat)
  8. Tuangkan santan, masak dengan api sedang hingga mendidih. Aduk2 supaya santan tidak pecah/memisah.
  9. Masukkan krecek dan cabe rawit utuh. Tambahkan garam dan gula sesuai selera. Cicipi.
  10. Didihkan kembali dan masak sejenak hingga bumbu benar2 meresap.

Tipp:

  1. Di resep ini saya hanya memakai 150 gr krecek karena 200 gr menurut saya kebanyakan.
  2. Ini merupakan variasi bumbu sambal goreng yang simpel dan sederhana. Jika anda ingin memakai versi bumbu yang lebih lengkap dengan kuah kental silahkan pakai racikan bumbu Sambal Goreng Kentang Hati. Isi bisa anda variasi sesuai selera termasuk dengan Krecek.

Sumber : http://www.lestariweb.com/Indonesia/SambalGorengKrecek.php

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUDON TANO (PERIUK TANAH)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
BENDA MAGIS MASYARAKAT BATAK
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
Cara menghubungi call center ayopinjam
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.

avatar
Pinjamflexi1999