Rujak es krim kas Jogja berupa potongan buah yang di bumbui drngan bumbu rujak dan ditambahkan engan satu atau dua scope es krim. Rujak es krim khas jogja bias ditemui di sekitar jalan menuju Pakualam Jogjakarta. Berikut cara membuat rujak es krim:
Bahan untuk pembuatan Rujak Buah
· Bengkuang kurang lebih 100 Gram
· Pepaya kurang lebih 100 Gram
· Jambu Air kurang lebih 100 Gram
· Nanas kurang lebih 100 Gram
· Cabe Rawit kurang lebih 3 Biji
· Cabe Merah kurang lebih 5 Biji
· Gula Jawa kurang lebih 70 Gram
· Terasi Goreng kurang lebih 2 Sendok Teh
· Asam Jawa kurang lebih ½ Sendok Makan
· Air Matang kurang lebih 100 Ml
Bahan Untuk Pembuatan Es Puter
· Daging Kelapa Muda yang sudah di serut
· Santal Kelapa Kental kurang lebih 1 Liter
· Daun Pandan kurang lebih 1 Lembar, lalu sobek-sobek
· Gula Pasir kurang lebih 150 Gram
· Tepung Maizena kurang lebih 1 Sendok Makan, Larutkan Dengan 2 Sendok Makan Air
Cara Untuk Pembuatan Rujak Es Krim Jogja
· Langkah pertama yang Anda harus kupas bengkoang, pepaya, nanas, dan jambu air. Lau bersihkan sampai bersih. Kemudian potong- potong dalam bentuk ukuran kecil saja dan satukan dalam wadah yag sama. Dan campur sampai merata.
· Untuk pembuatan bumbu rujaknya : Anda buat bumbu rujak, ulek cabe dan tambahkan asam jawa, terasi yang sudah di goreng, gula serta air. Aduk sampai tercampur. Lalu sisihkan.
· Kemudian siapkan wadah tadi yang ada isinya kemudian siaram dengan bumbu rujak. Lalu aduk sampai merata.
· Selanjutnya untuk pembuatan es puter : Anda harus masak santan kelapa, kemudian daun pandan, gula serta garam. Masak sampai mendidih dan sudah matang. Jangan lupa aduk sampai merata. Kemudian janagn lupa masukkan larutan maizenna ke dalam santan. Aduk sampai merata. Kemudian Angkat dan sisihkan.
· Apabila santan sudah dingin, maka Anda bisa masukkan juga daging kelapa yang sudah di serut. Lalu daun pandan di buang.
· Kemudian masukkan campuran santan ke dalam mesin es puter, kalau tidak ada alatb es puter, maka Anda bisa menyimpannya di lemari es atau freezer. Lalu haluskan es puter dengan menggunakan mixer. Mixer hingga 2 sampai 3 kali.
· Kemudian siapkan mangkuk, kemudian masukkan rujak, lalu tambahkan diatasnnya es puter.
· Es krim rujak Jogja siap di sajikan.
Sumber :
http://www.kulinersehat.com/resep-es-krim-rujak-jogja/
http://minumanstarbucks.blogspot.com/2016/03/rujak-es-krim.html
Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.
HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692
Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland
Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara