Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Kalimantan Barat Kalimantan Barat
Roti kukus ubi kuning bentuk mawar
- 8 Maret 2019

Bahan-bahan

14-15 buah
200 gr air (suhu ruang)
  1. 2 sdt ragi instan (yeast)
  2. 2 sdm minyak sayur/butter yg dicairkan
  3. 6 sdt gula pasir
  4. 1 sdt gula pasir (untuk ditambahkan ke campuran biang)
  5. 300 gr tepung terigu serbaguna
  6. 120 gr ubi kuning/ungu yang sudah dikukus dan dihaluskan

Langkah

 

Campur air, ragi, dan 1 sdt gula, diamkan selama kurang lebih 5 menit.

Roti kukus ubi kuning bentuk mawar alias pao/bakpao recipe step 1 photo
 
 
 
 
  1. Tambahkan ubi yang dihaluskan, sisa gula, dan tepung. Aduk hingga adonan menjadi agak kalis.

    Roti kukus ubi kuning bentuk mawar alias pao/bakpao recipe step 2 photo
     
     
     
     
  2. Tambahkan minyak/butter cair, uleni adonan selama kurang lebih 10 menit. Bila adonan terlalu basah, bisa ditambahkan tepung sedikit.

     
     
     
     
     
  3. Tutup adonan roti dan istirahatkan selama 10-15 menit, sampai adonan mengembang.

     
     
     
     
     
  4. Bagi adonan dengan berat masing2 sebesar 20 gr (kurang lebih), lalu digilas menjadi bentuk bulat tipis. Ketebalan antara 3-4 mm. Setiap satu roti bunga membutuhkan 5 bulatan adonan.

    Roti kukus ubi kuning bentuk mawar alias pao/bakpao recipe step 5 photo
     
     
     
     
  5. Ambil empat lembar adonan yang sudah dibentuk bulat tipis, disusun horizontal. Bagian kanan adonan, setengahnya ditutupi oleh adonan yang ada disebelah kanannya (lihat gambar). Kemudian ambil satu adonan bulat tipis dan digulung.

    Roti kukus ubi kuning bentuk mawar alias pao/bakpao recipe step 6 photo
     
     
     
     
  6. Letakkan gulungan adonan pertama di ujung kiri deretan empat adonan. Lalu gulung ke arah kanan.

    Roti kukus ubi kuning bentuk mawar alias pao/bakpao recipe step 7 photo
     
     
     
     
  7. Rekatkan bagian ujung lipatan terakhir. Kemudian bagi adonan menjadi dua dengan pisau atau menggunakan dental floss.

    Roti kukus ubi kuning bentuk mawar alias pao/bakpao recipe step 8 photo
     
     
     
     
  8. Lapisi bagian bawah adonan roti dengan kertas roti. Lipat beberapa bagian ujung roti ke arah luar agar bentuknya menyerupai bunga mawar.

    Roti kukus ubi kuning bentuk mawar alias pao/bakpao recipe step 9 photo
     
     
     
     
  9. Kukus roti selama 20 menit. Jangan langsung membuka tutup dandang/kukusan karena roti bisa menyusut. Setelah 20 menit, matikan api dan diamkan roti tetap dalam kukusan selama 5-10 menit. Setelah itu baru dikeluarkan.

    Roti kukus ubi kuning bentuk mawar alias pao/bakpao recipe step 10 photo
     
     
     
     
  10. Done ❤

    Roti kukus ubi kuning bentuk mawar alias pao/bakpao recipe step 11 photo
     
     

Resep Roti kukus ubi kuning bentuk mawar alias pao/bakpao oleh mary - Cookpad

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker