Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Barat Sunda
Roti Ubi Cilembu
- 10 Desember 2018

Bahan-bahan

 
500 gr terigu pro tinggi
  1. 200 gr ubi cilembu kukus, haluskan
  2. 8 gr ragi
  3. 35 whip cream bubuk (saya ganti fiber creme)
  4. 2 btr telur
  5. 100 gr gula pasir
  6. 20 gr susu bubuk
  7. 130 ml susu cair
  8. 70 gr butter
  9. 1 sdt garam halus
  10. Extra tepung utk mengulen
  11. Isian coklat, keju, meises - bebas
  12. Olesan: 1 kuning telur+ 1 sdm susu cair (sy susu cair)

Langkah

 

Dalam wadah campur terigu, susu bubuk, gula, ragi, whip. Aduk rata.

 
 
 
 
 
  1. Masukkan ubi halus, telur dn tuang susu sedikit smbil diulenin. Stop pemberian susu ketika adonan terasa lembab. Uleni rata. Masukkan garam dan butter, uleni hingga kalis. Jika msh lengket taburi tipis terigu ya. Saya ga sampe kalis elastis, adonan udh ckup lemas aja.

     
     
     
     
     
  2. Bentuk bulat, beri minyak pada wadah dan adonan spy tdk kering. Bagusnya pake olive oil, tp pake minyak goreng gpp. Yg baru ya jgn bekas. Tutup adonan dgn cling wrap atau serbet basah selama 45 mnt-1 jam. Tergantung suhu msg2.

     
     
     
     
     
  3. Setelah 1 jam proofing, tinju adonan utk membuang gas. Beri isian. Klo sy ikut bunda ei.

     
     
     
     
     
  4. Gilas adonan persegi panjang taburi meises dan keju parut. Punya sy ga trlalu persegi jd di ujung adonan mengecil bentuknya.

    Roti Ubi Cilembu (sangattt lembut, enakk, rekomen) recipe step 5 photo
     
     
     
     
  5. Lipat adonan sisi kanan dan kiri. Dr kiri ke tengah, kanan ke tengah. Cubit adonan spy tdk lepas. Kemudian, potong memanjang 16 bagian. Sy jadi 20.

    Roti Ubi Cilembu (sangattt lembut, enakk, rekomen) recipe step 6 photo
     
     
     
     
  6. Kemudian ambil 2 adonan, lalu pelintir seperti mengepang. Cubit ujungnya biar ga lepas. Letakkan di loyang yg dipoles margarin atau kertas roti. Diamkan 30 mnt.

    Roti Ubi Cilembu (sangattt lembut, enakk, rekomen) recipe step 7 photo
     
     
     
     
  7. Setelah 30 menit.

    Roti Ubi Cilembu (sangattt lembut, enakk, rekomen) recipe step 8 photo
     
     
     
     
  8. Panaskan oven 170-180° aku pake otang panasin 10 menitan. Poles adonan dgn bahn oles. Panggang sampai kecoklatan saja jgn kelamaan nanti kering. Klo sdh agak menguning dn keju keemasan bs lgsg diangkat.

    Roti Ubi Cilembu (sangattt lembut, enakk, rekomen) recipe step 9 photo
     
     
     
     
  9. Enakk bgt ini, lembut, empuk sampe hr ke 3 ditutup plastik. Aplg pas br mateng kejunya kriuk2 gurih. Endess pokokknya iniii.

    Roti Ubi Cilembu (sangattt lembut, enakk, rekomen) recipe step 10 photo
     
     

https://cookpad.com/id/resep/6422973-roti-ubi-cilembu-sangattt-lembut-enakk-rekomen

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Pamali:
Ritual Ritual
Jawa Barat

Pamali: Ketika Larangan Tak Tertulis Mengatur Kehidupan Mengapa sebagian masyarakat Indonesia yang telah mengenyam pendidikan modern dan hidup di tengah kemajuan teknologi masih enggan memotong kuku di malam hari, bersiul saat senja tiba, atau menanam pohon kelapa di depan rumah? Fenomena ini bukan sekadar sisa primitivisme yang tertinggal, melainkan manifestasi dari pamali —sistem norma yang secara mengejutkan masih eksis sebagai pengatur sosial yang efektif. Pada titik tertentu, pamali menghadirkan paradoks budaya yang menarik: ia adalah "hukum" tanpa tulisan, "polisi" tanpa seragam, namun memiliki kekuatan mengikat yang seringkali lebih efektif dari peraturan tertulis. Kearifan Ekologis dalam Selubung Larangan Di tataran praktis, pamali seringkali berfungsi sebagai mekanisme pelestarian alam yang diselimuti narasi mistis. Masyarakat Sunda, misalnya, mengenal berbagai bentuk pamali yang sejatinya merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan dan ekosiste...

avatar
Kianasarayu