Makanan Minuman
Makanan Minuman
Jajanan Tradisional Jawa Timur Pasuruan
Roti Sisir
- 30 Maret 2017 - direvisi ke 2 oleh Makandong pada 17 Juni 2022

Bila ada satu makanan dari Pasuruan yang cukup terkenal, maka jawabannya adalah Roti Sisir. Roti ini memiliki bentuk seperti lembaran-lembaran roti tawar, tapi ditumpuk menjadi dua dengan olesan margarin di tengahnya. Rasanya manis, gurih dan sangat mengenyangkan. Dulu roti ini sering dijadikan sarapan atau bekal anak sekolah. Namun seiring munculnya banyak roti tawar yang lebih modern, roti ini sudah mulai ditinggalkan. Bagi yang ingin merasakan nikmatnya nostalgia dengan Usaha Roti Sisir, simak resep berikut ini.

Bahan Biang: 3 ons tepung terigu protein tinggi 3 gram ragi instan 200 ml air es

Bahan Adonan: 1 ons tepung terigu protein tinggi 1 ons tepung terigu protein rendah 1¼ ons gula pasir ¾ ons susu bubuk 1 ons margarin 5 gram ragi instan 1 butir telur ayam 2 butir kuning telur 1 sendok teh garam

Bahan Olesan: 50 ml susu cair

Bahan Olesan Margarin: 1 ons margarin ½ ons gula tepung

Cara Membuat: 1. Buatlah biangnya terlebih dahulu dengan mencampur tepung terigu serta ragi instan bersama air es yang dituangkan secara bertahap. 2. Lalu, uleni adonan hingga kalis atau bisa dibentuk. Sesudah itu, baru didiamkan sekitar 2 jam. 3. Kemudian, campurkan tepung terigu, gula pasir, susu bubuk dan ragi instan pada wadah lainnya. 4. Selanjutnya, tambahkan biang yang sudah dibuat dan uleni kembali hingga merata. Perlahan-lahan, masukkan semua telur sambil tetap diuleni hingga kalis 5. Berikutnya, tambahkan margarin beserta garam. Uleni terus sampai membentuk tekstur yang elastis dan diamkan selama satu jam 6. Setelah itu, kempiskanlah adonan serta ambil kecil-kecil dan timbang kurang lebih 25 gram masing-masing 7. Sesudahnya, bentuk adonan menjadi bulatan-bulatan kecil dan lakukan hingga habis. Diamkan selama 10 menit 8. Lalu, pipihkan adonan kembali dan bentuk menjadi oval memanjang. Tata di loyang yang sudah diolesi margarin dan dialasi kertas roti 9. Kemudian, diamkan kembali adonan selama 1 ¼ jam hingga mengembang. 10. Kalau sudah, olesi dengan susu cair semuanya dan oven menggunakan suhu 180 derajat Celcius selama 12 menit hingga matang 11. Terakhir, ambil roti setiap 3 bagian dan lepaskan masing-masing. Olesi bagian sisinya dengan bahan olesan margarin lalu tangkupkan kembali. 12. Hidangan roti sisir khas Pasuruan siap dinikmati

 

RM/Toko yang Menyediakan:
 
Roti Sisir MATAHARI Pasuruan
Wholesale Bakery
Address: Jl. Raya Soekarno Hatta No.43-44, Karanganyar, Panggungrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur 67131
Phone: (0343) 424445

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
PELARIAN MAJAPAHIT DI PACITAN
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

GELOMBANG EKSODUS I. Pelarian Di Pacitan Ketika panji-panji emas Majapahit tercabik oleh perang perebutan warisan dinasti, sejarah arus utama seolah menoleh ke arah lain. Yang tercatat kemudian hanyalah runtuhnya tiga pusat kekuasaan besar secara beruntun: Wilwatikta-Trowulan yang ambruk pada 1478 M, Kediri di bawah Girindrawardhana yang tumbang dua dasawarsa kemudian, serta: Lenyapnya benteng pertahanan terakhir Patih Mahodara pada 1527 M. Di balik kronik pergantian rezim itu, tersimpan kisah lain yang jauh lebih megah dan tragis: kisah manusia-manusia yang terseret arus perubahan kekuasaan baru, Demak Bintoro. Seusai kemenangan Ranawijaya atas kubu Bhre Kertabhumi, muncul kebutuhan mendesak untuk membangun dasar legitimasi baru. Upaya itu dijalankan melalui jejaring brahmana, penetapan tanah-tanah sima yang dibebaskan dari kewajiban pajak, penguatan tradisi Buddha-Siwa, serta pembentukan identitas Keling yang berpusat di Daha. Dalam pandangan para pendukungnya, ide...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT II (Keling Daha Kediri)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Sejarah Senjakala Majapahit-Daha II. Patih Udara/Mahodara Berkuasa (1498 M) A. Krisis Demi mempertahankan kekuasaan di tengah impitan ekonomi dan bayang-bayang kehancuran, Ranawijaya memperlakukan rakyat kecil pedalaman sebagai sapi perah guna mendanai prajurit yang butuh logistik besar menghadapi kelompok pembangkang yang mulai tumbuh kembali. Pembangunan Kedaton baru beserta sistem pertahanan militer di Daha dalam waktu delapan tahun membawa kesengsaraan yang luar biasa bagi kaum tani di sepanjang aliran Sungai Brantas yang subur. Dinasti Girindrawardhana memberlakukan sistem kerja paksa, yang dikenal sebagai kerja gaga, secara militeristik demi mendirikan kompleks istana bata merah yang megah serta jaringan perbentengan baru. Di sisi lain, ribuan petani dipaksa meletakkan bajak dan cangkul mereka untuk mengangkut batu kapur dari perbukitan selatan, menebang pohon jati di belantara, serta mencetak jutaan bata merah untuk dinding pertahanan. Kesengsaraan ini kian mencekik...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT I (Brawijaya V - Trowulan)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

SENJAKALA MAJAPAHIT I (1478 M) > Senjakala Majapahit bukanlah sebuah cerita tentang kelanjutan kemaharajaan yang tenang di bawah asuhan para resi yang bijaksana. Sebaliknya, ia merupakan sebuah panggung sejarah yang rapuh, berdarah, dan diperebutkan oleh kelompok-kelompok politik yang haus akan pengakuan kekuasaan. Demi melunasi dendam masa lalu, menegakkan kehormatan keluarga, dan mengejar ego dinasti, faksi-faksi pemberontak ini tanpa sadar telah memeras keringat rakyat, merampas hak atas tanah perdikan, dan mengirim ribuan rakyat jelata (kawula) Jawa ke lubang kematian yang sia-sia. I. Senjakala Pertama Majapahit Trowulan (1478 M) A. Pemberontakan Ranawijaya (Keling-Daha) Brawijaya IV saat bertakhta sebagai Maharaja Majapahit bergelar Sri Adi Suraprabhawa Singhawikramawardhana Singhawikramawardhana terpaksa mundur ke basis pertahanan keluarganya di Kediri. Setelah terusir dari Trowulan oleh kudeta Bhre Kertabhumi (Brawijaya V) pada tahun 1468 M, Brawijaya IV menyelamat...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker
Gambar Entri
SALE-SALEAN
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...

avatar
Hokker