×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Ritual Adat

Provinsi

Nusa Tenggara Timur

Asal Daerah

Kabupaten Lembata

Ritual Soro Nei, Ritual Penyelamatan Pau...

Tanggal 20 Dec 2018 oleh Aze .

Ritual Soro Nei, sebuah ritual kearifan lokal untuk menyelamatkan paus agar tidak terdampar. Dimulai dengan membuat bunyi-bunyian di bawah laut untuk membawa ke pintu keluar palung. Kemudian ditambah dengan dengan lantunan doa dan sejumlah sarana pengantarnya. Secara harfiah seperti spirit memberi makan dan memanggilnya menuju laut. Menggunakan sejumlah sarana seperti kapas, ikan kering putih, dan tuak atau air deresan bunga kelapa/lontar. Ritual tersebut dilakukan oleh masyarakat di Teluk Waienga, Desa Watodir, Kecamatam Ile Ape, Kabupaten Lembata.

Ritual Soro nei bisa dibilang memberi makan dan meminta untuk kembali ke laut lepas ritual ini dilakukan oleh para tuan tanah di sekitar teluk. Sarananya antara lain, kapas dipelintir menjadi bola-bola kecil, ada juga sejenis umbi-umbian yang biasa disematkan pada bayi untuk menolak bala. Lalu ada ikan kering putih non pelagis yang digandeng biji beras.Kapas dipelintir saat pelafalan doa. Persembahan untuk moyang leluhur menyambut sang pencipta. Melalui doa menyapa leluhur yang dipercaya menguasai kawasan. Juga doa untuk sang matahari dan bulan, tanah, dan bumi.

Ritual tersebut dilakukan untuk menghalau paus-paus biru yang hendak ke teluk. di Ujung teluk ada kanal seperti pintu masuk mirip selokan. Ketika paus masuk “kolam” ini di sekelilingnya tebing dalam laut berbentuk lingkaran, kadang muncul daratan kalau surut. Jadi paus dapat terjebak dalam selokan itu.

Masyarakat Lembata meyakini Paus Biru tidak boleh diburu. Di pantai Selatan Lamalera ada tradisi tradisi perburuan paus jenis tertentu secara tradisional. Pusat hidup dan kehidupan adalah paus. Ekonomi, spiritualitas, sosial, komunal pusarannya paus. Bagi warga Lamalera kehadiran paus adalah berkah untuk kehidupan. Kehadiran juga diterjemahkan dimulainya masa musim tanah.

sumber : http://www.mongabay.co.id/2017/10/26/ritual-penyelamatan-paus-biru-di-lembata/

DISKUSI


TERBARU


Balado Jengkol...

Oleh Deni Andrian | 19 Sep 2019.
Makanan

Bahan-bahan 1 kg jengkol secukupnya Air Bumbu : 6 baput 5 bamer 5 butir kemiri 20 cabe merah (sesuai selera) 10 cabe rawit merah (sesuai selera) 1 ru...

Sambel Tahu dan...

Oleh Nicky Ria Azizman | 15 Sep 2019.
Makanan

Bahan-bahan   1 buah  tahu (400 gr), potong kotak kecil lalu g...

Kue Benang Kusu...

Oleh Nadiasutralismi | 14 Sep 2019.
makanan

Bahan-bahan yang digunakan hanya berupa gula aren (gula merah), beras putih yang sudah ditumbuk, dan minyak goreng (minyak kelapa). Pertama-tam...

Bedog dan baliu...

Oleh Pulsamurah | 13 Sep 2019.
senjata

Persenjataan bagi masyarakat suku baduy merupakan keharusan, karena suku ini suka sekali berkelana dari satu pulau ke pulau lain, dari satu hutan k...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritual...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dala...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pend...

Ukiran Gorga Si...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai penjaga rum...