Ritual
Ritual
Ritual Jawa Tengah Brebes
Ritual Ngasa
- 7 Juli 2018

Upacara adat Ngasa merupakan ritual yang setiap tahun selalu dilaksanakan oleh masyarakat Dukuh Jalawastu. Ritual ini merupakan ungkapan rasa syukur atas nikmat Tuhan hasil pertanian yang dinikmati oleh warga khususnya di Dukuh Jalawastu. Selain rasa syukur dalam ritual ini juga dipanjatkan doa untuk memohon keberkahan atas usaha yang akan dilaksanakan pada tahun selanjutnya. Upacara ini merupakan ritual yang telah dilaksanakan oleh warga dukuh Jalawastu secara turun temurun selama ratusan tahun.

Dukuh Jalawastu merupakan sebuah pedukuhan di wilayah desa Ciseureuh, Kab. Brebes. Masyarakat di desa ini menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa pergaulan sehari-hari. Masyarakat di pedukuhan Jalawastu masih mempertahankan cara hidup tradisional mereka, diantaranya adalah ketaatan masyarakat di dukuh Jalawastu terhadap pantangan-pantangan yang telah diwariskan secara turun temurun seperti makan daging dan ikan, menanam bawang dan sebagainya. Upacara Ngasa merupakan salah satu sarana pengingat akan kebersamaan, kesederhanaan dan hidup yang penuh dengan rasa syukur.

Permainan enggrang sebagai sambutan dari masyarakat Permainan enggrang sebagai sambutan dari masyarakat Pada tahun 2016, upacara ritual Ngasa dilaksanakan pada Hari Selasa Kliwon tanggal 1 Maret. Dalam ritual ini hadir Dra. Sri Hartini, M.Si, Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Tradisi, Hj. Idza Priyanti, Bupati Brebes, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga kab. Brebes serta para pejabat lain di lingkungan Kab. Brebes. Ritual Ngasa dimulai pada pukul 08.00 dengan puncak acara pembacaan doa yang dilaksanakan di areal Pasarean Gedong Makmur di Dukuh Jalawastu.

Ritual Ngasa diawali dengan perjalanan menuju Pasarean yang dipimpin oleh juru kunci pasarean dan para pemuka agama yang berpakaian putih-putih yang diikuti oleh ibu-ibu yang membawa makanan yang disajikan dalam ritual Ngasa.

Sambutan dari Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Tradisi Sambutan dari Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Tradisi Upacara Ritual Ngasa tahun 2016 diawali dengan sambutan dari Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga Kab. Brebes yang menyampaikan agar Dukuh Jalawastu dapat terus mempertahankan kebudayaannya agar sejajar dengan desa adat lain di Indonesia, selanjutnya sambutan dari pemuka adat dukuh Jalawastu, Bapak Dastam, yang menyampaikan sejarah dan pesan ritual Ngasa. Selanjutnya sambutan disampaikan oleh Idza Priyanti yang menyampaikan bahwa pemerintaah daerah selalu mendukung kegiatan kebudayaan agar tetap terjaga kelestariannya. Sambutan terakhir dari Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Tradisi, Kemdikbud yang berpesan agar masyarakat turut melestarikan kebudayaan. Disampaikan pula bahwa nilai-nilai kesahajaan, gotong royong, penuh rasa syukur yang ada dalam masyarakat Jalawastu adalah hal yang perlu dilestarikan. Kesederhanaan dan kebersamaan sangat menonjol dalam pelaksanaan kegiatan Ngasa. Dan tanpa disadari, kesederhanaan dan kebersamaan menjadi dua hal yang mampu membawa manusia Indonesia mempunyai jiwa yang kokoh dan berkarakter sesuai dengan revolusi mental yang saat ini tengah dijalankan.

Sesuai dengan adat yang masih berlaku di dukuh Jalawastu, makanan yang dibawa oleh ibu-ibu tersebut berupa makanan yang berbahan jagung yang diolah menjadi nasi jagung dan lauk yang berupa lalapan dan masakan yang terbuat dari daun-daunan, umbi-umbian, pete, terong, rebung, dan sambal. Hal tersebut sesuai dengan pantangan bagi masyarakat di dukuh Jalawastu yang tidak memakan daging dan ikan. Demikian pula alat makan yang digunakan juga sederhana tidak menggunakan piring dan sendok tetapi menggunakan daun pisang, anyaman bambu, dan alat-alat yang terbuat dari seng.

Suasana makan bersama dalam Upacara Ngasa Suasana makan bersama dalam Upacara Ngasa Sajian dalam Upacara Ngasa Sajian dalam Upacara Ngasa Puncak ritual Ngasa adalah pembacaan doa yang dipimpin oleh 3 orang pemuka adat dukuh Jalawastu. Pembacaan doa dilakukan sekitar 10 menit, doa dibacakan dalam bahasa Sunda. Setelah pembacaan doa dilanjutkan dengan makan bersama dengan hidangan yang telah dipersiapkan oleh ibu-ibu. Makanan disiapkan dalam bakul-bakul yang secara umum berisi nasi yang terbuat dari jagung, sayur dari daun-daunan atau rebung, sambal dan lalapan. Para peserta makan dengan alas daun pisang atau piring dari anyaman bambu. Ritual Ngasa berakhir setelah makan bersama.

Sambutan dari Pemuka Adat Jalawastu Sambutan dari Pemuka Adat Jalawastu Kegiatan di dukuh Jalawastu dilanjutkan dengan peresmian bangunan balai budaya yang dibangun dengan dana Revitalisasi Desa Adat dari Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Tradisi. Upacara peresmian dilaksanakan dengan penggutingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Tradisi dan Bupati Brebes yang dilanjutnya dengan peninjauan bangunan.

pemotongan pita peresmian Balai Budaya Jalawastu pemotongan pita peresmian Balai Budaya Jalawastu Penandatanganan prasasti Penandatanganan prasasti

Acara dilanjutkan dengan dialog antara warga dengan Bupati Brebes dan Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Tradisi. Dalam dialog tersebut disampaikan dukungan pemerintah pusat maupun daerah dalam kegiatan-kegitan pelestarian budaya.

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Negeri antara: Jejak Putro aloh dan Manusia Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...

avatar
Mahlilazmi_02
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum
Gambar Entri
Ayam Ungkep
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...

avatar
Apitsupriatna
Gambar Entri
Resep Ayam Ungkep Bumbu Kuning Cepat, Praktis untuk Masakan Harian
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Ayam ungkep bumbu kuning adalah salah satu menu rumahan yang paling praktis dibuat. Rasanya gurih, aromanya harum, dan bisa diolah lagi menjadi berbagai hidangan seperti ayam goreng, ayam bakar, hingga pelengkap nasi kuning. Keunggulan lainnya, resep ini termasuk cepat dan cocok untuk kamu yang ingin memasak tanpa ribet namun tetap enak. Berikut resep ayam ungkep bumbu kuning cepat yang bisa kamu coba di rumah. Bahan-Bahan ½ kg ayam, potong sesuai selera 4 siung bawang putih 5 siung bawang merah 1 ruas kunyit 1 ruas jahe 1 ruas lengkuas (geprek) 2 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk 1 batang serai (geprek) 1 sdt ketumbar bubuk (opsional) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400–500 ml Minyak sedikit untuk menumis Cara Membuat Haluskan bumbu Blender atau ulek bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan ketumbar bubuk (jika dipakai). Semakin halus bumbunya, semakin meresap ke ayam. Tumis bumbu hingga harum Panaskan sedikit m...

avatar
Apitsupriatna