Makanan Minuman
Makanan Minuman
makanan berat Sulawesi Utara Manado
Bebek Rica-Rica
- 2 September 2017

Bahan bahan Resep Bebek Rica Rica Empuk Enak

  1. Sesuai namanya, bahan baku utama yang dibutuhkan adalah bebek yang masih segar ukuran sedang sebanyak 1 ekor (kurang lebih bertnya 1 kg). Cuci bersih dengan air mengalir, buang bagian tunggirnya lalu potong potong menjadi 8 potong atau sesuai selera.
  2. Batang serai kurang lebih sebanyak 1 batang saja. Cuci bersih lalu memarkan dahulu supaya aromanya nanti keluar dan harum.
  3. Daun jeruk segar supaya aromanya segar dan mengurangi bau amis kurang lebih sebanyak 3 lembar saja. Cuci bersih lalu buang tulang daunnya.
  4. Gula pasir sesuai selera atau kurang lebih sebanyak 1 sendok kecil saja.
  5. Garam dapur beryodium secukupnya sesuai selera atau kurang lebih sebanyak 1 sendok kecil saja.
  6. Air bersih kurang lebih sebanyak 1/2 liter saja.
  7. Gula jawa secukupnya atau kurang lebih sebanyak 1 sendok makan.
  8. Minyak goreng secukupnya untuk menumis bumbu rica ricanya.

Bumbu Rica Rica Bebek Pedas Enak

  1. Bawang putih ukuran sedang besar kurang lebih sebanyak 6 pcs saja. Kupas kulit luarnya lalu potong potong kecil supaya mudah saat dihaluskan.
  2. Bawang merah ukuran sedang besar kurang lebih sebanyak 8 pcs. Kupas kulit bawang lalu potong menjadi beberapa bagian supaya mudah dihaluskan.
  3. Buah cabai merah besar sesuai selera atau kurang lebih sebanyak 6-7 buah. Cuci bersih dan potong potong juga supaya mudah diuleg.
  4. Buah cabai rawit merah besar sesuai selera atau kurang lebih sebanyak 4-6 pcs.

Cara Membuat Bebek Rica Rica Pedas Enak Empuk

  1. Haluskan bumbu rica ricanya, yaitu bawang putih, bawang merah, cabai rawit dan cabai merah sampai halus. Sebaiknya dihaluskan dengan cara diuleg supaya aroma dan rasanya lebih keluar.
  2. Siapkan penggorengn dengan api sedang kecil, beri minyak dan masukkan bumbu halus diatas.
  3. Aduk aduk sampai tercium bau harum khas tumisan.
  4. Masukkan dun jeruk yang sudah dihilangkan batang daunnya dan serai yang sudah dimemarkan. Aduk aduk kembali sampai tercampur rata dan matang.
  5. Siapkan panci dan beri air secukupnya. Sebaiknya menggunakan panci bertekanan tinggi atau panci presto supaya daging bebeknya empuk dan enak.
  6. Masukkan bumbu tumisan diatas ke dalam panci beserta daging bebek yang sudah dipotong potong, aduk aduk sebentar kemudian tutup.
  7. Masak sampai dagingnya empuk atau kurang lebih selama 15 menit sampai 20 menit setelah prestonya mendesis.
  8. Selanjutnya buka tutup panci presto dan teruskan memasaknya sampai air di bumbunya mengering dan habis.
  9. Angkat dan tuang diatas piring sajian.

 

RM yang menyediakan:
Bunga Pepaya
Jl. RP Soeroso 16, Gondangdia-Menteng, Jakarta Pusat, Indonesia
(6221) 3141616

 

sumber  : http://resepcaramemasak.info/resep-bebek-rica-rica-empuk-pedas-cara-membuatnya/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Tenun NTT: Simbol Status, Identitas, dan Kisah Leluhur
Motif Kain Motif Kain
Nusa Tenggara Timur

Tenun NTT: Simbol Status, Identitas, dan Kisah Leluhur Identitas dan Asal-Usul Tradisi tenun yang paling populer di Indonesia merujuk pada Tenun Ikat , khususnya varian yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Popularitas ini tidak terlepas dari keunikan teknik, motif, dan makna filosofisnya yang kuat dalam budaya masyarakat setempat [S1]. Tenun ikat di NTT merupakan warisan budaya yang bertahan hingga kini, diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian integral dari identitas komunitas [S2]. Secara geografis, sentra tenun ikat NTT tersebar di berbagai pulau, dengan Pulau Sumba dikenal sebagai salah satu pusat tradisi ini yang paling kuat. Di Sumba, pembuatan kain tenun ikat tradisional masih lestari, dengan kampung-kampung seperti Kanatang dan desa-desa di wilayah Sumba Timur menjadi lokasi perajin aktif [S3]. Proses pembuatannya sangat mengikat dengan sejarah dan kehidupan masyarakat, di mana kain tenun bukan sekadar produk ekonomi tetapi juga warisan leluhur yang...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kain tenun bukan hanya sekadar produk tekstil biasa di Indonesia
Motif Kain Motif Kain
Aceh

Kain tenun bukan hanya sekadar produk tekstil biasa di Indonesia Identitas dan Asal-Usul Kain tenun di Indonesia merupakan warisan budaya yang melampaui fungsi sebagai produk tekstil konvensional [S1]. Objek ini merepresentasikan hasil karya tangan yang memuat narasi sejarah panjang serta nilai-nilai budaya yang luhur [S4]. Keberadaannya telah menjadi bagian integral dalam aspek sosial, ekonomi, hingga spiritual masyarakat Nusantara selama ribuan tahun [S1], [S4]. Secara geografis, tradisi menenun tersebar luas di hampir seluruh wilayah Indonesia, di mana setiap daerah mengembangkan karakteristik, motif, dan filosofi yang unik [S1], [S3]. Keberagaman ini didukung oleh teknik pembuatan yang spesifik serta keterampilan perajin yang diwariskan secara turun-temurun [S1], [S4]. Beberapa wilayah yang memiliki tradisi tenun dengan kekhasan motif dan makna yang menonjol antara lain Toraja, Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Bali [S2]. Setiap motif yang dihasilkan bukan sekadar ele...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Indonesian parents often use traditional games to educate their children about character building
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Aceh

Indonesian parents often use traditional games to educate their children about character building Identitas dan Asal-Usul Permainan Bentengan diklasifikasikan sebagai permainan tradisional anak yang telah berintegrasi dalam budaya lokal Indonesia [S2]. Teks bebas mencatat bahwa aktivitas ini telah dimainkan sejak era kolonial Belanda [S1]. Ensiklopedia daring mengonfirmasi bahwa permainan tradisional Nusantara umumnya memiliki akar akulturasi yang kuat [S2]. Meskipun tidak teridentifikasi secara spesifik mengenai wilayah kelahirannya, permainan ini tersebar luas sebagai warisan bermain anak pra-modern [S2]. Perbandingan antara kedua sumber menunjukkan bahwa [S1] berfokus pada konteks historis kolonial dan mekanisme permainan, sedangkan [S2] lebih menekankan pada akar akulturasi budaya dan fungsi sosialnya secara umum. Kedua sumber memiliki batasan masing-masing: [S1] tidak menguraikan variasi regional, sementara [S2] bersifat umum tanpa mendetailkan mekanisme spesifik Bentengan....

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Songket Palembang: Jejak Sriwijaya dalam Selembar Kain Martabat
Motif Kain Motif Kain
Sumatera Selatan

Songket Palembang: Jejak Sriwijaya dalam Selembar Kain Martabat Identitas dan Asal-Usul Songket Palembang merupakan kain tenun tradisional yang diakui sebagai warisan budaya tak benda Indonesia sejak tahun 2013 [S1]. Kain ini dikenal luas karena kekayaan historisnya dan menjadi penanda martabat dalam budaya masyarakat Palembang [S3, C5, C6]. Popularitasnya sering terlihat dalam berbagai pameran dan dikenakan oleh tokoh publik [C2]. Asal-usul Songket Palembang kerap dikaitkan dengan masa Kemaharajaan Sriwijaya, yang berpusat di Palembang, Sumatera Selatan [S3, C4]. Sejak masa kerajaan, songket tidak hanya berfungsi sebagai busana, tetapi juga sebagai simbol kedudukan, kehormatan, dan peran sosial seseorang [C7]. Keunikan ini menjadikan Songket Palembang lebih dari sekadar kain indah, melainkan sarat akan nilai sosial dan filosofis yang melekat pada setiap helainya [C8, C9]. Meskipun demikian, belum ada sumber yang secara spesifik merinci sentra produksi Songket Palembang selain...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris: Lebih dari Senjata, Pusaka Jawa yang Mendunia
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Timur

Keris: Lebih dari Senjata, Pusaka Jawa yang Mendunia Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan senjata tikam tradisional yang berasal dari Indonesia, dengan karakteristik bentuk bilah yang asimetris atau berkelok-kelok [S1], [S5]. Secara struktural, keris terdiri atas tiga komponen utama, yakni bilah ( wilah ), gagang ( hulu ), dan sarung ( warangka ) [S1]. Sebagai bagian dari kategori tosan aji —istilah untuk senjata berbahan besi bernilai tinggi yang dimuliakan—keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata perang, tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang dan simbol identitas masyarakat Jawa [S2], [S5]. Museum Nasional Indonesia menyimpan koleksi keris yang merepresentasikan sejarah perkerisan Nusantara, termasuk spesimen dari Cirebon, Jawa Barat, yang berasal dari abad ke-16 [S4], [S5]. Salah satu contoh koleksi yang terdokumentasi adalah keris dengan dhapur Kebo Lajer dan pamor tambal, yang secara historis populer di kalangan masyarakat petani pedesaan sebagai sim...

avatar
Kianasarayu