Tarian
Tarian
Kesenian Budaya Jawa Timur Ponorogo
Reog
- 12 Februari 2015

 

 
Reog
adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan gemblak, dua sosok yang ikut tampil pada saat reog dipertunjukkan. Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat.
 
2.jpg
Ada lima versi cerita populer yang berkembang di masyarakat tentang asal-usul Reog dan Warok [1], namun salah satu cerita yang paling terkenal adalah cerita tentang pemberontakan Ki Ageng Kutu, seorang abdi kerajaan pada masa Bhre Kertabhumi, Raja Majapahit terakhir yang berkuasa pada abad ke-15. Ki Ageng Kutu murka akan pengaruh kuat dari pihak istri raja Majapahit yang berasal dari Cina, selain itu juga murka kepada rajanya dalam pemerintahan yang korup, ia pun melihat bahwa kekuasaan Kerajaan Majapahit akan berakhir. Ia lalu meninggalkan sang raja dan mendirikan perguruan di mana ia mengajar seni bela diri kepada anak-anak muda, ilmu kekebalan diri, dan ilmu kesempurnaan dengan harapan bahwa anak-anak muda ini akan menjadi bibit dari kebangkitan kerajaan Majapahit kembali. Sadar bahwa pasukannya terlalu kecil untuk melawan pasukan kerajaan maka pesan politis Ki Ageng Kutu disampaikan melalui pertunjukan seni Reog, yang merupakan "sindiran" kepada Raja Kertabhumi dan kerajaannya. Pagelaran Reog menjadi cara Ki Ageng Kutu membangun perlawanan masyarakat lokal menggunakan kepopuleran Reog.
 
Dalam pertunjukan Reog ditampilkan topeng berbentuk kepala singa yang dikenal sebagai "Singa barong", raja hutan, yang menjadi simbol untuk Kertabhumi, dan diatasnya ditancapkan bulu-bulu merak hingga menyerupai kipas raksasa yang menyimbolkan pengaruh kuat para rekan Cinanya yang mengatur dari atas segala gerak-geriknya. Jatilan, yang diperankan oleh kelompok penari gemblak yang menunggangi kuda-kudaan menjadi simbol kekuatan pasukan Kerajaan Majapahit yang menjadi perbandingan kontras dengan kekuatan warok, yang berada dibalik topeng badut merah yang menjadi simbol untuk Ki Ageng Kutu, sendirian dan menopang berat topeng singabarong yang mencapai lebih dari 50 kg hanya dengan menggunakan giginya [2]. Kepopuleran Reog Ki Ageng Kutu akhirnya menyebabkan Bhre Kertabhumi mengambil tindakan dan menyerang perguruannya, pemberontakan oleh warok dengan cepat diatasi, dan perguruan dilarang untuk melanjutkan pengajaran akan warok. Namun murid-murid Ki Ageng kutu tetap melanjutkannya secara diam-diam. Walaupun begitu, kesenian Reognya sendiri masih diperbolehkan untuk dipentaskan karena sudah menjadi pertunjukan populer di antara masyarakat, namun jalan ceritanya memiliki alur baru di mana ditambahkan karakter-karakter dari cerita rakyat Ponorogo yaitu Kelono Sewandono, Dewi Songgolangit, dan Sri Genthayu.
 
Versi resmi alur cerita Reog Ponorogo kini adalah cerita tentang Raja Ponorogo yang berniat melamar putri Kediri, Dewi Ragil Kuning, namun di tengah perjalanan ia dicegat oleh Raja Singabarong dari Kediri. Pasukan Raja Singabarong terdiri dari merak dan singa, sedangkan dari pihak Kerajaan Ponorogo Raja Kelono dan Wakilnya Bujang Anom, dikawal oleh warok (pria berpakaian hitam-hitam dalam tariannya), dan warok ini memiliki ilmu hitam mematikan. Seluruh tariannya merupakan tarian perang antara Kerajaan Kediri dan Kerajaan Ponorogo, dan mengadu ilmu hitam antara keduanya, para penari dalam keadaan "kerasukan" saat mementaskan tariannya[3].
 
Hingga kini masyarakat Ponorogo hanya mengikuti apa yang menjadi warisan leluhur mereka sebagai warisan budaya yang sangat kaya. Dalam pengalamannya Seni Reog merupakan cipta kreasi manusia yang terbentuk adanya aliran kepercayaan yang ada secara turun temurun dan terjaga. Upacaranya pun menggunakan syarat-syarat yang tidak mudah bagi orang awam untuk memenuhinya tanpa adanya garis keturunan yang jelas. mereka menganut garis keturunan Parental dan hukum adat yang masih berlaku.

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Simak Cara Berbicara Dengan CS Pelita Air?
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Daerah Istimewa Yogyakarta

Layanan Call Center Pelita Air 24 Jam: (O87757 6449 51) layanan reschedule, booking tiket Solusi Cepat dan Tanggap untuk Pelanggan.

avatar
Yuniandriyani
Gambar Entri
Tanya Jawab tentang Bagaimana Cara Berbicara Dengan CS AirAsia
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Gorontalo

Bagaimana cara menghubungi call center AirAsia? Anda bisa menelepon nomor layanan pelanggan (085 1 3336 99 0 4). Selain itu, Anda juga bisa ...

avatar
Yuniandriyani
Gambar Entri
Contact TransNusa Customer Service
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Daerah Istimewa Yogyakarta

Contact Us TransNusa ; Indonesia - Malaysia - Singapore. 09 am - 05 pm (Jakarta Time) · +62823 3546 9437. we.care@transnusa.co.id ; China. 08 am - 08 pm (Beijing

avatar
Yuniandriyani
Gambar Entri
Pusat Bantuan Call Center Batik Air
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Daerah Istimewa Yogyakarta

Cara Menghubungi Customer Service Batik Air, Hubungi di nomor 0813-266225.6.3. Atau melalui nomor WhatsApp/CS: +62813)266-22563. Jelaskan Masalahnya Terkait Penerbangan Anda, Layanan Bantuan 24/7. Live MOVE...

avatar
Yuniandriyani
Gambar Entri
Pusat Bantuan Call Center Batik Air
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Daerah Istimewa Yogyakarta

Cara Menghubungi Customer Service Batik Air, Hubungi di nomor 0813-2662256.3. Atau melalui nomor WhatsApp/CS: +62813)266 225.63

avatar
Yuniandriyani