Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Minuman Sumatera Barat Sumatera Barat
Rendang
- 7 September 2008 - direvisi ke 3 oleh Admin Budaya pada 7 September 2008

Rendang pada umumnya berbahan dasar daging sapi. Digodok dalam kuali bersama santan kelapa yang diberi bumbu antara lain cabe merah, bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, daun salam dan batang serai.

Rendang juga memiliki filosofi, yang tersirat dalam bahan-bahannya.

  1. Daging
    Berasal dari daging sapi. Daging merupakan lambang dari Ninik Mamak yang merupakan para pemimpin suku adat di Sumatera Barat.
  2. Kelapa
    Orang Minang sering menyebutnya dengan Karimbia, yang merupakan lambang dari cerdik pandai (kaum intelelek).
  3. Cabai
    Cabai (lado) merupakan lambang alim-ulama yang pedas dan tegas dalam mengajarkan agama.
  4. Bumbu
    Pemasak (bumbu) dapat diartikan sebagai lambang keseluruhan masyarakat Minang.

 

 

TEMPAT RUMAH MAKAN:

  1. Restoran Sederhana, Jl. Ampera Raya No. 99 Jakarta Selatan, +(021) 78840042
  2. Restoran Sederhana, Pasar Bendungan Hilir Los H Blok A 47/51 Jakarta Pusat, +(021) 5736810 / 5705049
  3. Restoran Sederhana, Jl. Dewi Sartika No. 238 Cawang - Jakarta Timur, +(021) 8004848
  4. Restoran Sederhana, Jl. Radin Intan II Taman Buaran Indah U 225 Jakarta Timur, +(021) 86614678
  5. Restoran Sederhana, Jl. Trans Yogie No. 72 (Alternatif Cibubur), +(021) 84592368
  6. Restoran Sederhana, Jl. Raden Saleh No. 29, Cikini - Jakarta Pusat, +(021) 3914658
  7. Restoran Sederhana, Jl. Ciledug Raya No. 76 Cipulir, Keb Lama Jakarta Selatan, +(021) 7392692
  8. Restoran Sederhana, Jl. Raya Bogor Km. 26.5 No. 12 Ciracas - Jakarta Timur, +(021) 29626881
  9. Restoran Sederhana, Jl. Raya Condet No. 27 Gedong, Jakarta Timur, +(021) 87781928
  10. Restoran Sederhana, Jl. Taman Cut Meutiah No. 1 Menteng, Jakarta Pusat, +(021) 3147710
  11. Restoran Sederhana, Jl. Enggano No. 73 Tanjung Priok, Jakarta Utara, +(021) 43902024
  12. Restoran Sederhana, Jl. Hang Lekir II No. 14 Kebayoran Baru Jakarta Selatan, +(021) 7392985
  13. Restoran Sederhana, Jl. Citarum Atas No. 19 Jatibaru Tanah Abang Jakarta Pusat, +(021) 3442271 / 3522966
  14. Restoran Sederhana, Jl. Raya Panjang No. 18 Kelapa Dua, Kebon Jeruk Jakarta Barat, +(021) 5302011
  15. Restoran Sederhana, Jl. Kebon Kacang Raya No. 19 Jakarta Pusat, +(021) 3150690 / 93924887
  16. Restoran Sederhana, Jl. Kebub Sirih No. 28 D Jakarta Pusat, +(021) 3160008
  17. Restoran Sederhana, Jl. Kelapa Gading Boulevard Blok IV No. 3 Jakarta Utara, +(021) 4502086
  18. Restoran Sederhana, Jl. Kemang Raya I No. 7 Kebayoran Baru Jakarta Selatan, +(021) 7198727
  19. Restoran Sederhana, Jl. K.H. Abdullah Syafe'i No. 2 Casablanca Jakarta Selatan, +(021) 8303222
  20. Restoran Sederhana, Jl. Mangga Besar Raya No. 30 DE Jakarta Barat, +(021) 6121751
  21. Restoran Sederhana, Jl. Hang Lekir II No. 14 Kebayoran Baru Jakarta Selatan, +(021) 6457888 / 6425999
  22. Restoran Sederhana, Jl. Raya Matraman No. 51 Jakarta Timur, +(021) 3583021
  23. Restoran Sederhana, Jl. Jend. Gatot Subroto No. 300 - Jakarta Selatan, +(021) 44647555
  24. Restoran Sederhana, Jl. Rasuna Said Kav C22, Setia Budi - Jakarta Selatan, +(021) 29510854
  25. Restoran Sederhana, Jl. Sultan Agung No. 1 Pasar Rumput - Jakarta Selatan, +(021) 8313594
  26. Restoran Sederhana, Jl. Pemuda No. 33 Jakarta Timur, +(021) 47860807
  27. Restoran Sederhana, Jl. DR. Sumarno No. 19 Sentra Primer - Jakarta Timur, +(021) 4803682
  28. Restoran Sederhana, Jl. Nipah Raya No. 7 Prapanca - Jakarta Selatan, +(021) 7246919
  29. Restoran Sederhana, Jl. Balai Pustaka Raya No. 1 Rawamangun - Jakarta Timur, +(021) 4716944 / 4898433
  30. Restoran Sederhana, Jl. H. Agus Salim No. 35 - Jakarta Pusat, +(021) 31924962 / 3162746
  31. Restoran Sederhana, Kawasan Niaga Terpadu Lot. 8 (SCBD) Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta Selatan, +(021) 515 4415/ 515 4416
  32. Restoran Sederhana, Jl. Raya Plumpang Semper No. 40 - Jakarta Utara, +(021) 43900688
  33. Restoran Sederhana, Jl. KS Tubun No. 58B RT. 004/005 Slipi - Jakarta Barat, +(021) 8485144 / 5481752
  34. Restoran Sederhana, Jl. KH. Mas Mansyur Kav. 35 Sudirman Park Blok A NO. 3-5, +(021) 57943800
  35. Restoran Sederhana, Danau Indah Timur Blok C2 No. 2 Jakarta Utara, +(021) 65834358
  36. Restoran Sederhana, Ruko Griya Inti Sentosa Blok A/37 Sunter Agung - Jakarta Utara, +(021) 6519926
  37. Restoran Sederhana, Jl. Raya Pondok Gede No. 7 Jakarta Timur, +(021) 8011837 / 8011835
  38. Restoran Sederhana, Jl. Tanjung Duren Raya No. 54 - Jakarta Barat, +(021) 5666555
  39. Restoran Sederhana, Jl. Sulawesi No. 9 Koja, Tanjung Priok - Jakarta Utara, +(021) 4358449 / 4354450
  40. Restoran Sederhana, Jl. Veteran K-8, Bintaro Pesanggrahan - Jakarta Selatan, +(021) 7392985

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Pamali:
Ritual Ritual
Jawa Barat

Pamali: Ketika Larangan Tak Tertulis Mengatur Kehidupan Mengapa sebagian masyarakat Indonesia yang telah mengenyam pendidikan modern dan hidup di tengah kemajuan teknologi masih enggan memotong kuku di malam hari, bersiul saat senja tiba, atau menanam pohon kelapa di depan rumah? Fenomena ini bukan sekadar sisa primitivisme yang tertinggal, melainkan manifestasi dari pamali —sistem norma yang secara mengejutkan masih eksis sebagai pengatur sosial yang efektif. Pada titik tertentu, pamali menghadirkan paradoks budaya yang menarik: ia adalah "hukum" tanpa tulisan, "polisi" tanpa seragam, namun memiliki kekuatan mengikat yang seringkali lebih efektif dari peraturan tertulis. Kearifan Ekologis dalam Selubung Larangan Di tataran praktis, pamali seringkali berfungsi sebagai mekanisme pelestarian alam yang diselimuti narasi mistis. Masyarakat Sunda, misalnya, mengenal berbagai bentuk pamali yang sejatinya merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan dan ekosiste...

avatar
Kianasarayu