Produk Arsitektur
Produk Arsitektur
Tempat Ritual Kalimantan Barat Sekayam
RUMAH SANGGAR PEMUJAAN PANCA PUNTU MANG PIHIT
- 23 Juli 2018

Sejarah Puntu Mang Pihit adalah nama nenek moyang Suku Dayak Paus, beliau memperistri Tap Ya Dinekng dan memperoleh delapan anak antara lain:

  1.  Kangket
  2. Ranongk
  3. Salep
  4. Dawuk Ma Lapak
  5. Entinga Ma Dagak
  6. Gire’u Ma Limpik
  7. Kae Ma Lile
  8. Suir Ma Bangau Puntu Mang Pihit.

Keluarga besar dari Puntu Mang Pihit pada awalnya bermukim di Perebu, setelah pindah dari But Tembawang. Menurut sejarah Puntu Mang Pihit adalah orang yang sangat sakti, karena kesaktiannyalah Puntu Mang Pihit bisa bertahan hidup. Ia kemudian mewariskan ilmunya kepada delapan anak-anaknya sehingga mereka memiliki kesaktian seperti orang tuanya. Setelah dewasa anak-anak dari Puntu Mangpihit masing-masing mencari daerah tempat tinggalnya. Kangket pindah ke Nengeh Tehe (Muara Tehe) Balai Karangan III, anaknya bernama Ranongk dan Salep pindah ke Labak (sekarang Dusun Kampuh, Kecamatan Kembayan), Dawuk Ma Lapak dan Entinga Ma Dagak menetap di Buh Panant (Dusun Paus), Gire‟u Ma Limpik menetap di Buh Merinas, Kae Ma Lile pindah ke Munyau, Suir Ma Bangau pindah ke tanah Kerambai (Desa Engkahan). Dawuk Ma Lapak mempunyai anak bernama Ngada sedangkan Entinga Ma Dagak mempunyai anak bernama Muneh, mereka menetap di Pengadang. Ngada dan Muneh mengambil inisiatif untuk memindahkan Panca tersebut dari
Perebu ke Pengadang.

Pada zaman dahulu orang Dayak terkenal dengan adat ngayau (memotong kepala) siapa yang kalah dalam perang kepalanya akan dipenggal dan disimpan, namun kepala yang disimpan adalah kepala orang-orang sakti, jadi tidak sembarangan kepala bisa disimpan. Tempat menyimpan kepala menurut bahasa orang Pengadang disebut Balai (artinya Tempat) atau sekarang lebih dikenal dengan nama Rumah Panca Puntu Mang Pihit, dahulu dianggap tempat yang sangat sakral bagi masyarakat, karena dapat melindungi kampung dari ancaman-ancaman kejahatan dan untuk menunaikan niat dan cita-cita agar niat yang diinginkan dapat diterima oleh leluhur. Rumah ini telah mengalami 5 kali pemugaran dan pemugaran terakhir dilakukan tahun 2004.

Sumber: https://folksofdayak.wordpress.com/2018/04/19/rumah-sanggar-pemujaan-panca-puntu-mang-pihit/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
KrediOne
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.

avatar
Admin2026
Gambar Entri
Berikut Cara Mengembalikan Dana PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
Cara Mengembalikan Dana Masuk PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker