Makanan Minuman
Makanan Minuman
minuman tradisional Jawa Tengah Semarang
WEDANG TAHU khas Semarang
- 7 September 2017
Home » kuliner nusantara » Resep Minuman Wedang Kembang Tahu Kuah Jahe

Resep Minuman Wedang Kembang Tahu Kuah Jahe

 

Resep Minuman Wedang Kembang Tahu Kuah Jahe – Wedang kembang tahu adalah minuman yang cukup populer di kota semarang. Minuman ini dibuat dari bahan susu kedelai yang difermentasikan. Dari bentuknya minuman wedang kembang tahu hampir mirip seperti tofu atau tahu cina yang berwarna putih pudar. Teksturnya yang lembut pada bahan kembang tahu membuat minuman ini terkesan sangat enak dan bikin ketagihan. Nama lain dari wedang kembang tahu biasanya masyarakat menyebutnya dengan nama tahwa. Minuman wedang kembang tahusangat cocok dihadirkan saat musih penghujan karena akan menghangatkan tubuh. Selain memiliki rasa yang sangat enak wedang kembang tahu juga memiliki banyak manfaatnya. Minuman wedang kembang tahu bisa mencegah penyakit jantung, menurunkan berat badan juga dapat mencegah osteoporosis.

Bagi yang ingin menikmati minuman wedang kembang tahu tentu tidak harus selalu membelinya, bisa juga dengan membuatnya sendiri. Tentu membuat sendiri juga diharuskan sudah tahu cara-caranya dan juga bahan-bahan yang akan digunakan dalam membuat wedang kembang tahu.

 

Resep Wedang Tahu Hangat Khas Semarang

Bahan-bahan :

  • Agar agar plain swallow 1 bungkus
  • Susu kedelai 1 ½ liter
  • Garam halus secukupnya
  • Gula pasir putih disesuaikan

Bahan kuah :

  • Gula merah 100 gram ( diiris halus )
  • Jahe bakar 2 ruas ( digeprek )
  • Daun pandan secukupnya
  • Garam halus secukupnya
  • Air bersih secukupnya

Cara Membuat Wedang Kembang Tahu :

  1. Pertama membuat kuah jahe dengan memasak semua bahan hingga mendidih, lalu cicipi dan sesuaikan dengan selera
  2. Berikutnya membuat kembang tahu dengan mencampur air bersama agar-agar, susu kedelai dan garam lalu masak hingga mendidih
  3. Masakan kembang tahu kemudian dituangkan kedalam wadah dan biarkan hingga mengeras
  4. Kembang tahu yang sudah mengeras kemudian dipotong-potong atau diambil pakai sendok dan taruh di mangkuk saji lalu siram dengan kuah jahe
  5. Wedang kembang tahu siap dinikmati.

Sajikan wedang kembang tahu ini ketika masih hangat agar lebih nikmat.

sumber : http://resepresto.com/resep-minuman-wedang-kembang-tahu-kuah-jahe/

https://www.youtube.com/watch?v=3Vds0yTjRDY

https://id.openrice.com/id/jakarta/p-enyaaak-jahenya-pas-jadi-ga-bikin-eneq-eatery-p303747

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker