Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Sumatera Barat Pesisir Selatan
Putu Kambang - Pesisir Selatan - Sumbar
- 13 Februari 2018

Kambang merupakan negeri kecil yang ada di kecamatan Legayang, Kabupaten Pesisir Selatan. Legayang daerah yang sangat sejuk dan indah karena banyak bukit-bukit. Walaupun Kambang negeri yang kecil, di sana ada satu hal yang paling khas dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. makanan yang khas di daerah ini biasa disebut dengan putu kambang. Makanan Khas ini hanya dapat kita jumpai pada hari pasar Tradisional di Kambang yaitu pada hari Sabtu dan hari Kami. Putu ini berbeda dengan putu yang biasa dijual di kota-kota besar, karena putu yang dijual di daerah ini tidak menggunakan penyedap rasa, menggunakan bahan-bahan asli dan tradisional.


Bahan dan Cara Pembuatan:
Putu kambang terbuat dari ketan hitam, gula aren, kelapa dan daun pandan. Semuanya adalah bahan utama untuk membuat putu kambang. Adonan tersebut ditaruh dalam wadah berupa baskom kecil. Sebuah kompor minyak sumbu dua puluh empat menjadi alat pemasaknya. Di atasnya bertengger sebuah tabung terbuat dari plat seukuran ember. Di dalam tabung silinder tersebut, berisi pula empelyr pohon pisang (bagian tengah pohon pisang-red) yang telah dihancurkan. Warnanya hitam dan lembek. Wadah sederhana ditancapkan dengan bambu berdiameter lima centi meter untuk memasak makanan khas asal Nagari Kambang.

Bahan-bahan yang dipakai dalam pembuatan putu kambang memiliki kandungan gizi yang berbeda. Ketan Hitam yang dipakai dalam pembuatan putu kambang mengandung energi sebesar 356 kilokalori, protein 7 gram, karbohidrat 78 gram, lemak 0,7 gram, kalsium 10 miligram, fosfor 148 miligram, dan zat besi 1 miligram.  Selain itu di dalam Ketan Hitam juga terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0,2 miligram dan vitamin C 0 miligram.  Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Beras Ketan Hitam, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %. Kandungan dalam gula aren per 100gram. Kadar air 9,16, Sukrosa 84,31, Gula pereduksi 0,53, Lemak 0,11, Protein 2,28, Total mineral 3.66, Kalsium 1,35, Posfor 1,3, Selain itu, gula aren mengandung kandungan nutrisi penting seperti Riboflavin, Thiamin, Niacin, Ascorbic Acid. (DKBM, 2004).

Dilihat dari bahan yang dipakai putu kambang ini cocok sebagai salah satu kudapan tinggi energi. Karena bahan bakunya berupa ketan hitam dengan kandungan kalori yang cukup tinggi dan merupakan salah satu bahan pangan sumber energi.  Ketan juga memiliki kandungan amilopektin yang tinggi sehingga teksturnya lebih lembek, sedangkan kandungan amilosanya rendah. Selain itu ketan juga mampu menaikkan gula darah dengan cepat, karena kandungan index glicemic ketan cukup tinggi. Sehingga panganan ini kurang cocok untuk para penderita Diabetes Melitus.

Cara pembuatan putu kambang ini merupakan warisan turun temurun keluarga di daerah Lengayang. Konon putu kambang ini telah dikenal orang sejak zaman kolonial Belanda dan bertahan hingga kini sebagai makanan khas asal Kambang. Makanan ini disebut sebagai makanan khas Kambang karena putu kambang merupakan putu basah dengan aroma dan rasa yang khas. Di dalam putu ada gula aren yang disebut luo. Luo merupakan perpaduan daun pandan yang terletak di tengah-tengah menjadikan makanan ini punya rasa tersendiri.

Perbedaan yang kedua dari putu kambang ini terletak dari kemasannya. Jika putu jawa dikemas dengan kemasan berbahan plastik atau bahan pabrikasi lainnya, maka putu kambang dikujuik atau dibungkus dengan daun pisang. Tak jarang pula orang menamainya putu kujuik. Setelah putu matang putu dimasukkan kedalam kemasan daun pisang lalu diikat ujung ke ujung.

Panganan putu kambang ini merupakan salah satu makanan tradisional khas Indonesia. Sebagai warisan nenek moyang yang sudah ada sejak zaman kolonial Belanda patut kita lestarikan dan lebih kita sukai lagi. Makanan putu kambang ini cocok dimakan sebagai salah satu camilan tinggi energi. Sangat cocok dimakan di dekat pantai ditemani dengan semilir angin pantai yang bergemuruh sejuk. Sungguh kaya kekayaaan bangsa Indonesia. Banggalah menjadi masyarakat Indonesia.

 

Sumber : http://www.sarihusada.co.id/Nutrisi-Untuk-Bangsa/Aktivitas/Jelajah-Gizi/PUTU-KAMBANG-MAKANAN-TINGGI-ENERGI-KHAS-PESISIR-SELATAN

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan?
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategorikan diri dalam ranah pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional (usada) di Nusantara [S1], [S3]. Naskah-naskah ini secara spesifik ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Bali Kuna hingga Bali Tengahan [S1]. Kategorinya dalam sistem Warisan Budaya Takbenda Indonesia masuk dalam domain "Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta," sejalan dengan penetapan praktik serupa seperti Pengobatan Tradisional Raksa Jasad [S2]. Asal-usul historisnya di Bali seringkali dilekatkan pada periode pengaruh Majapahit dan penyebaran agama Hindu, meskipun sayangnya, belum ada sumber dari daftar yang secara pasti mengungkap waktu dan tokoh awal penciptaan teks-teks ini. Salah satu versi mengaitkan proses kodifikasi dan pengembangan sistem pengobatan ini dengan peran Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo Identitas dan Asal-Usul Kedatuan Luwu diidentifikasi sebagai salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan, dengan jejak sejarah yang terjalin erat dengan mitologi, tradisi lisan, dan bukti arkeologis [C11]. Sejarah awal Luwu tidak terlepas dari kisah kosmologis mengenai kedatangan manusia pertama ke bumi, yang menjadi dasar pembentukan tatanan sosial dan kekuasaan di wilayah tersebut [C12]. Kedatuan ini merupakan salah satu dari tiga kerajaan Bugis pertama yang tercatat dalam epik I La Galigo , bersama dengan Wewang Nriwuk dan Tompotikka [S1]. Pendirian Kedatuan Luwu diperkirakan terjadi pada abad ke-14 [C4], dengan Tumanurung sebagai Datu Mappanjunge' ri Luwu pertama pada tahun 1300-an [C3]. Kedatuan ini berlanjut hingga sekarang [C1], meskipun tidak memiliki mata uang sendiri dan menggunakan sistem barter [C5]. Luwu bersama kerajaan-kerajaan lain diakui sebag...

avatar
Kianasarayu