Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Sulawesi Utara Manado
Pisang Goreng Kipas Manado
- 2 Februari 2018

Ikan roa kualitas baik memiliki tektur yang cukup keras dan untuk mencampurkanya kedalam sambal maka harus dihaluskan terlebih dahulu. Bunda bisa menumbuknya dengan cobek biasa atau menggunakan food processor. Setelah itu baru deh di masak bersama bahan sambal cabai lainnya. Bunda bisa mendapatkan ikan roa di pasar tradisional ataupun di swalayan di bagian ikan segar ataupun ikan kering.

Walaupun terlihat mudah, namun saya memiliki tips memilih pisang yang bagus dan yang paling enak di buat pisang goreng. Pisang dengan kualitas yang baik yaitu jangan terlalu matang. Sehingga terasa masih sedikit keras namun sudah cukup manis.

 

Memang tidak mudah menemukan pisang seperti ini dipasar. Malah seringkali yang dijual adalah pisang kepok putih, dan jika dibelah warna daging buahnya putih pucat. Kepok putih seperti ini cenderung lembek, kurang padat dan tidak terlalu manis seperti saudaranya si kepok kuning. Nah itulah sedikit Tips memilih pisang yang baik untuk dibuat pisang goreng manado dan kreasi pisang lainnya.

 

Sedangkan untuk adonan tepung pisang gorang, yaitu dengan cara mencampur tiga jenis tepung dan menggunakan air es untuk membuat adonan menjadi ringan sehingga renyah hasilnya. Adoannya mirip-mirip dengan adonan tempura. Sedangkan untuk membuat sambalnya anda bisa menggunakan ikan roa atau mengantinya dengan terasi untuk bisa memberikan efek yang sedikit mirip dengan sambal roa.

Mungkin belum banyak penikmat pisang goreng yang bisa menikmati pisang goreng manado.

 

Bahan Adonan Tepung:

  • Tepung terigu 200 gram kualitas terbaik
  • Tepung beras 50 gram
  • Tepung tapioka 50 gram
  • Baking powder 1 sendok teh
  • Garam 1 sendok teh
  • Gula pasir 21/2 sendok makan
  • Vanili 1 sendok makan
  • Air es 350 ml
  • Es batu 1 potong kecil

 

Cara Membuat Pisang Goreng Kipas :

  1. Kupas pisang, kenudian belah dari bagian pangkal pisang tipis-tipis hingga ke ujung buah. Jangan sampai putus ya, sehingga seperti membentuk jemari tangan atau kipas.
  2. Siapkan wadah yang cukup besar dan masukan semua tepung, baking powder, vanili, garam dan gula. Aduk semua bahan hingga merata.
  3. Tuangkan air es dikit demi sedikit sambil di aduk cepat dan kuat dengan spatula hingga menjadi adonan yang halus dan smooth.
  4. Masukan satu potong es batu ke dalam adonan untuk menjaga adonan tetap dingin dan cripsy ketika digoreng.
  5. Siapkan wajan dan tuangkan minyak untuk menggoreng adonan pastikan banyaknya minyak sampai adonan pisang tenggelam saat di goreng, Panaskan minyak terlebih dahulu dengan api yang sedang sampai benar benar panas.
  6. Masukan pisang ke dalam adonan, goreng dalam minyak panas hingga seluruh permukaan pisang terendam minyak, goreng hingga kekuningan dan benar benar matang luar dalam dan crispy diluar.
  7. Angkat dan tiriskan pisang goreng kipas.

 

 

Sumber:

http://resephariini.com/pisang-goreng-manado/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker