Makanan Minuman
Makanan Minuman
kuliner Jawa Barat Jawa Barat
Pisang Goreng
- 20 Agustus 2017

Pisang goreng adalah salah satu jenis gorengan yang sangat umum di Indonesia. Anda dapat dengan mudah menemukan gorengan ini hampir di setiap warung atau tempat yang menjual makanan, baik yang di pinggir jalan, maupun di hotel berbintang. Mengapa pisang goreng begitu umum dan populer? Tak lain karena pohon pisang adalah salah satu flora yang tumbuh dengan subur di tanah Indonesia. Sehingga buahnya pun dapat dengan mudah ditemukan dan dijadikan olahan. Setiap bagian dari pohon pisang dapat dijadikan masakan, mulai dari pelepah pisang yang dapat ditumis, hingga daun pisang yang umum digunakan sebagai pembungkus berbagai aneka jajanan dalam negeri karena aroma daun pisang yang semerbak mengundang selera. Namun tentu saja, yang paling umum dinikmati sebagai santapan nusantara adalah pisang goreng. Selain mudah membuatnya, bahan-bahan yang digunakan pun sama sekali tidak rumit. Berikut resepnya:

Bahan-bahan

- 5 buah pisang jenis pisang raja yang telah dikupas dan diiris tengahnya hingga ke ujung

- 200 gr tepung terigu

- 2 sdm gula pasir

- 1 butir telur ayam

- 1/2 sdt garam

- 1/2 sdt vanili

- 100 ml air bersih

- Minyak secukupnya untuk menggoreng

Cara Membuat

- Siapkan baskom, masukkan tepung terigu, gula pasir, garam, vanili dan telur ayam, aduk-aduk rata

- Sambil diaduk, tambahkan air bersih perlahan-lahan sampai adonan mengental (jangan terlalu enceratau terlalu padat)

- Setelah adonan siap, panaskan minyak di atas wajan

- Jika minyak sudah panas, masukkan pisang ke dalam adonan tepung, bolak-balik pisang hingga semua bagiannya terlumuri adonan, lalu masukkan ke dalam wajan yang berisi minyak panas

- Goreng pisang hingga garing dan semua bagian berwarna kuning tua atau kecoklatan, lakukan penggorengan dengan cara deep frying atau semua bagian pisang terendam minyak dengan sempurna

- Tiriskan pisang yang sudah matang, sajikan di atas piring, dan pisang pun siap dihidangkan saat masih hangat untuk bersantap ria bersama keluarga dan sahabat. Selamat menikmati!
 

RM/Toko yang Menyediakan:
 
Pisang Goreng Madu Bu Nanik
Deli
Address: Jalan Tanjung Duren Raya No. 67, Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, RT.2/RW.5, Tanjung Duren Selatan, Jakarta Barat, 11470
Phone: (021) 29335959

 

sumber: http://www.kerjanya.net/faq/13731-resep-pisang-goreng-praktis-sederhana.html

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK Hikmah Karuhun Pikeun Kahirupan Ditulis ku: Henry Purwanto Kategori: Etika, Moral & Pepatah PENDAHULUAN Kidung Lakbok lain ukur carita baheula. Lian ti éta, ieu naskah kuno nyimpen pituduh anu jero pisan pikeun kahirupan urang di jaman kiwari. Karuhun urang teu ngan ninggalkeun carita, tapi ogé pangalaman, peringatan, jeung hikmah. Ieu pesan induk jadi pondasi pikeun urang hirup: ngajaga jati diri bari tetep maju ka hareup. Hayu urang bahas hiji-hiji. ULAH POHO KA ASAL-USUL (Jangan Lupa Pada Asalnya) Makna: Saha urang, ti mana asalna, naon sajarah karuhun urang – kabehna kudu dipikanyaho. Ulah isin ku sajarah sorangan, sabab dinya tempat urang tumuwuh. Kaitan jeung Lakbok: Karajaan Bandjarpatroman téh akar ti wewengkon ieu. Lamun urang poho sajarah, sarua jeung neangan leungit jati diri. Urang bakal gampang kaileng ku budaya deungeun anu teu saluyu jeung ajén-inajén lembur. Pesen: Sugema jeung bagja téh mimitina mah nya tina n...

avatar
Gulamerah