Permen Tape adalah permen tradisional yang terbuat dari singkong yang di fermentasi. Permen tape ini memiliki rasa yang manis dan legit, serta memiliki tekstur seperti dodol, memiliki aroma dan rasa khas dari tape singkong. Permen ini biasa dikemas dengan kertas minyak berwarna-warni. Dahulu permen ini selalu disajikan dalam perayaan hari-hari besar dan acara khusus lainnya. Namun, saat ini permen tape mulai kurang diminati karena masa kadaluarsa nya yang singkat.
Bahan:
Cara Membuat:
Ambil wajan lalu campurkan tape singkong dan gula pasir. Tidak perlu menambahkan air karena nantinya gula akan mencair ditambah si tape sudah memiliki kadar air yang cukup tinggi.
Sering-seringlah mengaduk adonan agar gula tidak lengket di dasar wajan. Setelah adonan kental dan sedikit lengket, matikan kompor. Tuangkan adonan permen ke dalam loyang kotak, diamkan sampai mengeras.
Saat permen tape sudah set, keluarkan dari loyang dan potong-potong sehingga menghasilkan bentuk balok balok permen. Proses belum selesai, terakhir tinggal jemur di bawah sinar matahari sampai keluar kristal gula.
Cara membuat permen tape singkong telah selesai, tinggal bungkus dengan kertas minyak beraneka warna. Sebaiknya taruh di toples kedap udara agar tekstur permen lebih awet. Makanan ini 100% tanpa bahan kimia, baik itu pemanis buatan ataupun pengawet makanan. Tak perlu khawatir menyajikannya kepada seluruh keluarga.
Sumber:
http://www.dapur.website/2016/07/cara-membuat-permen-tape-singkong.html
Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng. Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng. Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng.
Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.
HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692
Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland