Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Kalimantan Barat Pontianak
Permen Lidah Buaya - Pontianak - Kalimantan Barat
- 28 Februari 2018
Lidah Buaya (aloe vera) termasuk jenis tanaman yang mudah dikembangbiakkan termasuk di budidaya di lahan-lahan kritis. Daun Lidah Buaya yang sudah berumur 4 bulan misalnya, di panen untuk di jadikan sebagai bahan utama aneka camilan seperti permen, sirup, cendol, dan lain-lain. Di samping terasa nikmat, para penikmat permen Lidah Buaya percaya, jika camilan ini mampu mengobati berbagai macam penyakit, termasuk diabetes dan hipertensi, karena mengandung berbagai nutrisi serta anti virus yang banyak di butuhkan tubuh.
 
Tumbuhan yang sudah dikenal sejak ribuan tahun silam ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. berdasarkan hasil penelitian tanaman ini mengandung zat-zat seperti enzim, asam amino, mineral, vitamin, dan polisakarida yang bermanfaat untuk menurunkan kolesterol dan darah tinggi, mengurangi asam urat, menyembuhkan ambeien dan gatal-gatal, memperlancar pencernaan, mengencangkan kulit, dan mencegah kanker.
 
Oppertunity (Peluang) banyak manfaat dari produk lidah buaya ini memberikan suatu inspirasi yang memungkinkan banyak orang yang berminat untuk mencoba kasiat dari produk ini. Oleh karena lidah buaya mengandung vitamin, mineral, asam amino, polisakarida. 
 
Cara pembuatan
 
Bahan :   
  • 5kg lidah buaya diambil lendirnya
  • 1kg gula putih
  • 0,5g Sitrun
  • 0,5g natrium benzoat
  • 2 tetes perasa dan pewarna
Proses Pembuatan :
  1. Kupas lidah buaya, ambil dagingnya kemudian blender hingga halus.
  2. Rebus hingga kental, aduk terus sambil memasukkan gula. aduk hingga menyusut 50%.
  3. Kemudian tambahkan agar-agar, pewarna dan lain-lain  untuk mempermudah mencetak jadi permen.
  4. kalau sudah benar-benar kental, angkat lalu tuangkan kedalam loyang. dinginkan dan jemur selama 6 hari.
  5. Permen bisa dipotong sesuai selera setelah 6 hari, Setelah permen di potong menurut selera, kemudian taburi potongan permen tersebut dengan gula kastor.. campur rata.
  6. Permen (candy) dibuat dengan tiga rasa, yakni strawberi dengan warna pink, pandan dengan warna hijau, dan rasa alami aloevera dengan warna putih kekuningan.
  7. Diamkan selama 1 mnggu sampai gula benar-benar menempel pada permen, setelah satu minggu baru bisa di packing.

 

Sumber:

http://terupdatedanterbaru.blogspot.co.id/2014/01/kumpulan-resep-cemilan-sehat-dari-lidah.html

http://pontianakpoenya.blogspot.co.id/2011/06/review-aneka-makanan-khas-pontianak.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker