Pakaian Tradisional
Pakaian Tradisional
Pakaian Tradisional Maluku Maluku
Perhiasan Tradisional Maluku
- 23 November 2018

Sebelum Maluku dibagi menjadi dua provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara, penduduk Maluku Utara dahulu diperintah oleh beberapa Sultan. Para Sultan memiliki memiliki kekuasaan yang besar serta berpengaruh secara turun-temurun yang sekarang meninggalkan warisan budaya yang tinggi nilainya.Siwa Lima berasal dari dua patah kata Siwa dan Lima, berarti “semua punya” mengandung arti dan makna dalam masyarakat Maluku, bahwa benda warisan leluhur yang kini tersimpan di Museum Siwa Lima berhubungan dengan sistem sosial, adat istiadat dan religi masyarakat Maluku.

Hal ini dapat kita lihat di ruang pamer Etnografi yang menyajikan beraneka ragam busana dan perhiasan yang dipakai pada upacara adat yang berasal dari seluruh daerah yang memperlihatkan kekhasannya masing-masing.

Topi

Asal: Halmahera
Koleksi: Campen, Harry George 1881
Ukuran: D = 47 cm, H = 6 cm
Museum of Ethnology, Wina
No. Registrasi: 13760

Topi Kepala Adat

Asal: Halmaheira
Koleksi: Campen, Harry George 1882
Ukuran: D = 39 cm, H = 16 cm
Museum of Ethnology, Wina
No. Registrasi: 14556

Topi

Asal: Ternate
Koleksi: Svoboda (Aurora) 1888
Ukuran: D = 45 cm
Museum of Ethnology, Wina
No. Registrasi: 29655

Hiasan kepala “Hormat Bagi Tuwan”

Asal: Ambon
Koleksi: ESTE 1893
Ukuran: H = 77 cm
Museum of Ethnology, Wina
No. Registrasi: 106293

Hiasan kepala untuk penari

Hiasan kepala untuk penari
Asal: Seram
Koleksi: Breitenstein, Heinrich 1912
Ukuran: 80 cm x 16 cm
Museum of Ethnology, Wina
No. Registrasi: 88349

Tusuk konde (Hiasan sanggul)

Asal: Tanimbar (Maluku Tenggara Barat)
Koleksi: Siwalima
Ukuran: 15 cm x 11 cm
Museum Siwalima, Ambon
No. Registrasi: 1818

Anting

Asal: Tanimbar
Koleksi: Siwalima
Ukuran: 5.5 cm x 5 cm
Museum Siwalima, Ambon
No. Registrasi: 1760

Hiasan Dada (Wangpra)

Asal: Maluku
Koleksi: Siwalima
Ukuran: 24 cm x 6.5 cm
Museum Siwalima, Ambon
No. Registrasi: 2101

Kalung

Asal: Tanimbar
Koleksi: ESTE 1893
Ukuran: 17.5 cm x 23.5 cm x 2 cm
Museum of Ethnology, Wina
No. Registrasi: 106752

Kalung

Asal: Yule atau Aru
Koleksi: ESTE 1893
Ukuran: L = 35 cm
Museum of Ethnology, Wina
No. Registrasi: 108775

Perhiasan

Asal: Wetar
Koleksi: ESTE 1893
Ukuran: 44 cm x 10.5 cm
Museum of Ethnology, Wina
No. Registrasi: 106742

Gelang

Asal: Yule atau Aru
Koleksi: ESTE 1893
Ukuran: 11 cm x 5 cm
Museum of Ethnology, Wina
No. Registrasi: 108672

Gelang

Asal: Yule atau Aru
Koleksi: ESTE 1893
Ukuran: 6 cm x 3.5 cm
Museum of Ethnology, Wina
No. Registrasi: 108689

Gelang

Asal: Yule atau Aru
Koleksi: ESTE 1893
Ukuran: 8 cm x 3 cm
Museum of Ethnology, Wina
No. Registrasi: 108692

Tas

Asal: Tanimbar
Koleksi: Adensamer, Theodor 1920
Ukuran: 32 cm x 15 cm
Museum of Ethnology, Wina
No. Registrasi: 117763

Tas

Asal: Aru
Koleksi: ESTE 1893
Ukuran: 24 cm x 25 cm
Museum of Ethnology, Wina
No. Registrasi: 108446

Tempat Sirih

Asal: Seram
Koleksi: ESTE 1893
Ukuran: 11.5 cm x 7.6 cm x 3 cm
Museum of Ethnology, Wina
No. Registrasi: 107236

Canela

Asal: Ambon
Koleksi: Siwalima
Ukuran: 23 cm x 8 cm
Museum Siwalima, Ambon
No. Registrasi: s0136

 

Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2018/02/perhiasan-tradisional-maluku/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Call center pinjamflexi
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Hubungi call center resmi Pinjam Flexi (0857) 58337054 atau CS Pinjam Flexi (0831)69265049 dan melalui email cs@pinjamflexi.id. layanan customer service Pinjam Flexi dapat dihubungi Senin-Minggu pukul 08:00-23:00 WIB.

avatar
Pinjamflexi08
Gambar Entri
HUDON TANO (PERIUK TANAH)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
BENDA MAGIS MASYARAKAT BATAK
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker