Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Barat Sunda
Pepes Gurame Telor
- 2 Desember 2018

Bahan-bahan

 
Bahan A :
  1. 3 Potong Ikan Gurame uk sedang
  2. Secukupnya daun kemangi
  3. 3 butir telor
  4. 6 buah cabe rawit
  5. 3 batang sereh (bole diiris kecil2 atau batangan)
  6. 3 lembar daun salam
  7. 1 sacheet santan kara
  8. 1 batang Duan bawang (iris2)
  9. Bumbu yg di haluskan :
  10. 5 buah cabe merah besar
  11. 1 ruas kunyit (+/- 4cm)
  12. 3 butir kemiri
  13. 1/4 sdt merica
  14. Se iris kecil pala (bole skip)
  15. 6 siung bawang putih
  16. 6 siung bawang merah
  17. 1 ruas jahe (+/- 2cm)
  18. 1 bungkus royco (me: rasa sapi)
  19. 1 sdt garam (cek rasa ya sesuai selera)

Langkah

 

Siapkan semua Bahan2, cuci bersih semua bahan kecuali telor dan santan kara ya moms... 😂😘

 
 
 
 
  1. Siapkan blender penghalus bumbu, yg suka diuleg boleh diuleg pake cobek. Karena saya kurang suka pake cobek ribet menurut saya 🤣 (sebenernya si males 😂)

     
     
     
     
  2. Ini penampakan setelah di blender yaa moms. Bisa pake coper yg ga suka terlalu lembut, sesuai selera aja moms 😘

     
     
     
     
  3. Taruh bumbu halus ke dalam wadah bowl apa saja yg muat untuk 3 potong ikan. Campurkan bumbu halus, 3butir telor, 1 sacheet santan kara, royco, garam irisan daun bawang diaduk rata.

     
     
     
     
  4. Boleh pake bowl kocok lepas pelan2 aja, atau boleh pake spatula yg penting kecampur rata ya moms...😘

     
     
     
     
  5. Masukan ikan gurame ke dalam campuran bumbu dan telor. Diamkan selama (+/-) 30menit agar bumbu meresap dlu. Me: taruh di kulkas selama (+/-) 30menitan moms...

     
     
     
     
  6. O iya buat daun bawangnya saya pake 2macem yg diiris panjang 3batang dan yg ijo daunnya aku iris tipis... ðŸ˜Â

     
     
     
     
  7. Panaskan dandang sampe airnya mendidih...

     
     
     
     
     
  8. Sambil nunggu dandang panas, bisa sambil bungkus ikan pake daun pisang. Aku sere nya di geprek dlu, cara penataan selera si moms boleh di masukin bowl tahan panas langsung jadi satu biar ringkes dan menringkas

     
     
     
     
  9. Waktu (di steam gtu).... 😂 tapi kalo saya lebih suka dibungkus satu2 pake daun pisang gtu...🤣ðŸ˜Â

     
     
     
     
     
  10. Terus di kukus (+/-) 45menitan ya moms smape mateng cek kematengan ya moms... 😘😘ðŸ¤--ðŸ¤--

     
     

https://cookpad.com/id/resep/6443017-%F0%9F%90%9F-pepes-gurame-telor-%F0%9F%90%9F-ala-debm

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Pamali:
Ritual Ritual
Jawa Barat

Pamali: Ketika Larangan Tak Tertulis Mengatur Kehidupan Mengapa sebagian masyarakat Indonesia yang telah mengenyam pendidikan modern dan hidup di tengah kemajuan teknologi masih enggan memotong kuku di malam hari, bersiul saat senja tiba, atau menanam pohon kelapa di depan rumah? Fenomena ini bukan sekadar sisa primitivisme yang tertinggal, melainkan manifestasi dari pamali —sistem norma yang secara mengejutkan masih eksis sebagai pengatur sosial yang efektif. Pada titik tertentu, pamali menghadirkan paradoks budaya yang menarik: ia adalah "hukum" tanpa tulisan, "polisi" tanpa seragam, namun memiliki kekuatan mengikat yang seringkali lebih efektif dari peraturan tertulis. Kearifan Ekologis dalam Selubung Larangan Di tataran praktis, pamali seringkali berfungsi sebagai mekanisme pelestarian alam yang diselimuti narasi mistis. Masyarakat Sunda, misalnya, mengenal berbagai bentuk pamali yang sejatinya merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan dan ekosiste...

avatar
Kianasarayu