Makanan Minuman
Makanan Minuman
Pempek Sumatera Selatan Palembang
Pempek Tenggiri
- 30 Desember 2017
Bahan-bahan
Bahan pempek :
  1. 250 gram daging ikan tenggiri
  2. 150 gram tepung sagu
  3. 50 ml air es
  4. 25 ml minyak sayur
  5. 1 sdt garam
  6. 1 sdt gula pasir
  7. 1 blok maggie kaldu, haluskan
Bahan lainnya :
  1. Sagu secukupnya untuk di tangan dan taburan
  2. Air untuk merebus pempek
  3. 2 sdm minyak sayur
Bahan Kuah Cuko :
  1. 500 gram gula merah/gula aren warna coklat tua atau kehitaman
  2. 50 gram asam jawa
  3. 4 sendok teh cuka putih atau air lemon
  4. 5 gelas air
  5. 5-8 siung bawang putih, haluskan
  6. 2 sdm ebi, dihaluskan
  7. 20-30 buah cabai rawit, dihaluskan
  8. 1 sdm tongcai berikut tangkainya, cincang/haluskan
  9. 1-2 sdt garam (disesuaikan dengan selera)
Langkah
  1. Daging ikan yang sudah digiling halus, masukkan dalam freezer selama 30 menit.
  2. Masukan semua bahan kecuali tepung sagu ke dalam food processor (atau ke blender/mixer bila ikannya sudah dalam bentuk pasta halus).
  3. Proses sampai tercampur rata dan struktur adonan mengikat, kental seperti permen karet.
  4. Sambil memproses adonan pempek di FP. Panaskan air dalam sebuah panci ukuran sedang sebanyak ¾ bagian, tambahkan minyak sayur agar adonan tidak lengket saat direbus.
  5. Masukan semua bahan kecuali tepung sagu ke dalam food processor (atau ke blender/mixer bila ikannya sudah dalam bentuk pasta halus). Proses sampai tercampur rata dan struktur adonan mengikat, kental seperti permen karet.
  6. Setelah didapat konsitensi adonan yang dimaksud, pindahkan adonan kedalam wadah atau baskom yang lebih besar, masukan tepung kanji/tapioka/sagu dan diuleni dengan sendok kayu sampai tercampur rata.
  7. Siapkan papan kayu agak lebar sebagai area kerja. Lumuri tangan dan area kerja dengan sagu.
  8. Timbang dan pisahkan adonan setiap 35 gram untuk pempek telur kecil dan lenjer, atau 120 gram untuk pempek kapal selam. Atau dikira-kira seusai selera. Adonan tadi siap dibentuk sesuai selera.
  9. Siapkan telur yang sudah dikocok untuk pempek telur kecil, atau 1 telur utuh ukuran kecil untuk kapal selam. Usahakan air rebusan sudah dalam kondisi mendidih ketika akan mengisi pempek dengan telur.
  10. Untuk pempek telur kecil atau kapal selam, bentuk adonan menjadi bulat seperti bola, kemudian lubangi dengan ibu jari, bentuk seperti buah pear atau tear drop, jaga jangan sampai kulitnya berlubang.
  11. Tuangkan telur kedalam adonan yang sudah dibentuk tadi sebanyak 2/3 lubang agar tidak meleber ketika ditutup, jepit atasnya dengan jari sampai tertutup rapat dan segera masukan ke dalam air yang telah mendidih agar telur tidak bocor dan meleber.
  12. Diamkan 1 menit lalu aduk supaya tidak lengket di dasar panci.
  13. Rebus sampai volume pempek membengkak hampir 2x lipat dan agak lama mengapung di permukaan air mendidih. Angkat dan tiriskan.
 
Catatan:
  1. Air sisa rebusan pempek jangan dibuang, bisa digunakan untuk kuah tekwan karena mengadung kaldu tenggiri. Bisa disimpan di freezer untuk digunakan sewaktu-waktu.
 
Cara membuat cuko pempek sedap :
  1. Didihkan air dan gula merah, asam jawa, air dengan api kecil, setelah gula larut, angkat lalu saring.
  2. Masukkan bawang putih, ebi, cabai rawit, dan tongcai.
  3. Didihkan kembali lalu angkat.
  4. Tambahkan garam, cuka putih atau air lemon sedikit demi sedikit sambil dicicipi.
  5. Untuk memperoleh cuko yg sedap dan beraroma, inapkan cuko sehari.
 
 
Tips : 
  1. Jika ingin cuko nya enak ulek campuran cabe dan bawang putih sehari sebelumnya. Atau masak cuko sehari sebelumnya dan simpan di kulkas agar aromanya lebih mantap dan sedap. 
  2. Jika tidak suka kepedasan, sebaiknya cabe rawit yg dihaluskan, tidak dimasukkan ke dalam cuka, tetapi biarkan terpisah, sehingga pada saat mau makan pempek saja cabe halus tadi baru dicampurkan ke adonan cuka sehingga bisa di kira-kira pedasnya. 
  3. Cabe rawit boleh di campur dengan cabe merah sedikit. 
  4. Gula merah yg dipakai sebaiknya gula batok atau aren yang tidak berbau angit sehingga adonan cuko tidak terasa pahit. 
  5. Ebi halus juga, boleh dipisah seperti halnya cabe rawit tadi, pada saat makan baru dicampurkan, agar aromanya ebi tetap muncul.
 

Alamat & Kontak Penjual:

Pondok Wong Palembang

Jl. Veteran I No. 13, Gambir, Jakarta

021 3510909, 021 3510910

 
 
 
Sumber:
https://cookpad.com/id/resep/3764500-pempek-tenggiri-lembut-khas-palembang

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK Hikmah Karuhun Pikeun Kahirupan Ditulis ku: Henry Purwanto Kategori: Etika, Moral & Pepatah PENDAHULUAN Kidung Lakbok lain ukur carita baheula. Lian ti éta, ieu naskah kuno nyimpen pituduh anu jero pisan pikeun kahirupan urang di jaman kiwari. Karuhun urang teu ngan ninggalkeun carita, tapi ogé pangalaman, peringatan, jeung hikmah. Ieu pesan induk jadi pondasi pikeun urang hirup: ngajaga jati diri bari tetep maju ka hareup. Hayu urang bahas hiji-hiji. ULAH POHO KA ASAL-USUL (Jangan Lupa Pada Asalnya) Makna: Saha urang, ti mana asalna, naon sajarah karuhun urang – kabehna kudu dipikanyaho. Ulah isin ku sajarah sorangan, sabab dinya tempat urang tumuwuh. Kaitan jeung Lakbok: Karajaan Bandjarpatroman téh akar ti wewengkon ieu. Lamun urang poho sajarah, sarua jeung neangan leungit jati diri. Urang bakal gampang kaileng ku budaya deungeun anu teu saluyu jeung ajén-inajén lembur. Pesen: Sugema jeung bagja téh mimitina mah nya tina n...

avatar
Gulamerah