Sudah bukan rahasia lagi kalau Palembang terkenal akan kuliner pempeknya. Banyak varian pempek yang lahir di bumi Sriwijaya ini. Salah satunya Pempek Pistel. Pempek Pistel atau Pempek Pastel ini memakai isian daun pepaya dan ebi sehingga memberikan sensasi berbeda dibandingkan menikmati pempek pada umumnya. Bila ingin mencoba rasa pempek ini, silahkan simak resep di bawah ini.
Bahan A: 125 gr tepung terigu 250 ml air 2 sdt garam halus 4 siung bawang putih Kaldu ayam bubuk secukupnya Bahan B: 2 butir telur 300 gr tepung sagu (secukupnya sampai bisa dibentuk)
Cara Membuat Adonan Pempek: 1. Didihkan air dengan garam dan bawang putih, setelah mendidih masukkan tepung terigu dan aduk dengan cepat. Dinginkan. 2. Kocok lepas 2 butir telur , masukkan adonan terigu aduk sampai rata dan tidak menggumpal (kalau perlu bisa gunakan mixer dengan kecepatan rendah). 3. Campur sagu hingga adonan kalis dan bisa dipulung. bentuk bulat lalu pipihkan, isi dengan tumisan kates. Bentuk seperti pastel. 4. Panaskan air hingga mendidih, rebus pempek hingga mengapung. Goreng jika hendak dimakan.
Resep Tumis Kates: 250 gr kates muda (parut dengan parutan keju) 1 sdm ebi (rendam sebentar dengan air panas) 1/2 sdt ketumbar 1 siung bawang putih garam secukupnya 1 sdm minyak
Cara Membuat: 1. Panaskan minyak goreng, masukkan bumbu halus. Tumis hingga harum. Masukkan kates dan tutup sebentar. Masak hingga matang
Resep Cuka Pempek: 250 gr gula merah, disisir 50 gr asam jawa 750 ml air 5 siung bawang putih, cincang halus 2 sdm ebi dihaluskan 20 buah cabai rawit, dihaluskan 1 sdm tongcai, cincang halus (boleh tidak pakai) 1 sdt garam
Cara Membuat: 1. Didihkan gula merah, asam jawa, air, dan cuka lalu saring. 2. Masukkan bawang putih, ebi, cabai rawit, garam, dan tongcai. Didihkan kembali lalu angkat. Siramkan ke pempek.
Sumber: http://dapurmamaanin.blogspot.com/2013/07/pempek-pistel.html?m=1
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...