Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jambi Jambi
Pempek Jambi
- 13 Desember 2017

Pempek lekat sebagai makanan khas Palembang. Namun panganan gurih berbahan ikan ini juga mudah ditemui di Jambi.

Lokasi Palembang dan Jambi yang berdekatan membuat keduanya punya kesamaan kuliner. Mie Celor, Pempek, dan Pindang Ikan Patin adalah beberapa diantaranya. Sama seperti di Palembang, tak sulit menemukan 3 hidangan ini di Jambi.

Untuk pempek, terdapat 3 merek ternama di Jambi yaitu Pempek Asiong, Pempek Selamat, dan Pempek Sumsel. Diluar ketiganya, ada banyak penjual pempek yang punya pelanggan setia masing-masing. Adalah Talang Banjar yang menjadi kawasan pempek terkenal di Jambi. Di sini pula ketiga penjual ternama tersebut memiliki toko/cabang yang bisa dihampiri.

Pempek Asiong kabarnya jadi pempek tertua di Jambi karena sudah berjualan sejak 1974. Dulunya toko pempek ini hanya menempati bangunan kecil dan sempit, namun kini Pempek Asiong telah menempati ruko di seberang lokasi awal yang lebih besar dan nyaman.

Sama seperti di restoran Padang, pegawai Pempek Asiong akan mengeluarkan semua jenis pempek di atas meja. Pengunjung bisa memilih sesuai selera dan penghitungan untuk pembayaran dilakukan setelahnya.

Pempek panggang Asiong kabarnya jadi salah satu favorit. Berupa pempek bundar yang bagian tengahnya dibelah lalu diisi campuran rebon berbumbu pedas manis. Kemudian pempek dipanggang hingga matang. Dengan banyak cabang tersebar di Jambi, Pempek Selamat lebih mudah ditemui. Penyajian pempek di sini berdasarkan apa yang dipesan pengunjung. Selain ragam pempek klasik, ada juga pempek cerewet dan celimpungan di sini.

Pempek cerewet sebenarnya mirip pempek panggang. Bedanya, pempek cerewet berbentuk lonjong dan tidak dipanggang tetapi digoreng. Sementara itu, celimpungan adalah jenis pempek yang disantap tanpa cuko. Berupa bola-bola tenggiri yang dimasak dengan kaldu ikan dan santan. Ciri khas lain adalah penggunaan kunyit yang membuat wangi dan memberi warna kuning pada celimpungan.

Pempek Sumsel juga sebaiknya tak dilewatkan saat di Jambi. Sama seperti di Pempek Asiong, pempek di sini disajikan di atas meja sehingga pengunjung bebas memilih sesuai selera. 

Beberapa jenis pempeknya adalah kapal selam, lenjer, adaan, kulit, dan otak-otak. Kuah cuko yang sedap membuat kelezatan pempek Sumsel makin terasa.

Penyuka pempek pastikan tidak melewatkan ketiga tempat ini ketika berkunjung ke Jambi. 

Pempek Asiong
Jalan Orang Kayo Hitam No. 17-18, Talang Banjar
Telepon: (0741) 33765

Pempek Selamat
Jalan Soekarno-Hatta No. 8, The Hok, Jambi Selatan

Pempek Sumsel
Jalan Orang Kayo Hitam, Kota Jambi

 

Source:

https://food.detik.com/info-kuliner/d-3194932/jambi-juga-punya-ragam-pempek-yang-gurih-enak

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan?
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategorikan diri dalam ranah pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional (usada) di Nusantara [S1], [S3]. Naskah-naskah ini secara spesifik ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Bali Kuna hingga Bali Tengahan [S1]. Kategorinya dalam sistem Warisan Budaya Takbenda Indonesia masuk dalam domain "Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta," sejalan dengan penetapan praktik serupa seperti Pengobatan Tradisional Raksa Jasad [S2]. Asal-usul historisnya di Bali seringkali dilekatkan pada periode pengaruh Majapahit dan penyebaran agama Hindu, meskipun sayangnya, belum ada sumber dari daftar yang secara pasti mengungkap waktu dan tokoh awal penciptaan teks-teks ini. Salah satu versi mengaitkan proses kodifikasi dan pengembangan sistem pengobatan ini dengan peran Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo Identitas dan Asal-Usul Kedatuan Luwu diidentifikasi sebagai salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan, dengan jejak sejarah yang terjalin erat dengan mitologi, tradisi lisan, dan bukti arkeologis [C11]. Sejarah awal Luwu tidak terlepas dari kisah kosmologis mengenai kedatangan manusia pertama ke bumi, yang menjadi dasar pembentukan tatanan sosial dan kekuasaan di wilayah tersebut [C12]. Kedatuan ini merupakan salah satu dari tiga kerajaan Bugis pertama yang tercatat dalam epik I La Galigo , bersama dengan Wewang Nriwuk dan Tompotikka [S1]. Pendirian Kedatuan Luwu diperkirakan terjadi pada abad ke-14 [C4], dengan Tumanurung sebagai Datu Mappanjunge' ri Luwu pertama pada tahun 1300-an [C3]. Kedatuan ini berlanjut hingga sekarang [C1], meskipun tidak memiliki mata uang sendiri dan menggunakan sistem barter [C5]. Luwu bersama kerajaan-kerajaan lain diakui sebag...

avatar
Kianasarayu