Makanan Minuman
Makanan Minuman
makanan Jawa Timur Malang
Pecel Kawi
- 17 Oktober 2017

Pecel Kawi merupakan makan khas kota malang jawa timur, Pecel ini terdiri dari nasi putih, sayuran lauk pauk yang disiram dengan bumbu kacang. Pecel ini paling cocok dimakan bersama rempeyek yang gurih dan renyah. Cara Membuat pecel kawi ini tidak susah karna makanan ini termaksud makanan yang sederhana. Berikut resep dan cara pembuatannya ,

Bahan-Bahan :

  • 10 helai kacang panjang lalu potong-potong 3 cm
  • Bunga kecombrang sebanyak 100 gram lalu rajang kasar
  • Tauge 150 gram lalu cuci bersih
  • Daun bayam  200 gram
  • Daun kol 200 gram lalu rajang kasar
  • Daun singkong  200 gram
  • Rajang kasar 200 gram jantung pisang
  • Nasi putih sebanyak 500 gram

Bahan untuk bumbu kacang :

  • Terasi goreng sebanyak ½ sendok teh
  • Kencur  2 cm
  • Air asam jawa 2 sendok makan
  • Garam  2 sendok teh
  • Gula jawa  20 gram
  • Goreng 250 gram kacang tanah
  • Daun jeruk purut  3 lembar
  • Bawang putih  3 siung
  • Cabai merah 4 buah
  • Cabai rawit  5 buah
  • Air putih matang  250 ml

Pelengkap :

  • Rempeyek kacang
  • Tempe
  • Mentimun yang sudah diiris kecil-kecil
  • Kerupuk legendar
  • Petai cina

Cara Membuat :

  1. siapkan air dalam wajan panaskan dan masukkan sayuran, rebus sampai layu atau matang, kemudian angkat dan masukkan ke dalam air es kurang lebih selama 5 menit, angkat dan sisihkan.
  2. Selanjutnya membuat bumbu kacang. Haluskan semua bahan bumbu kacang dengan cara diulek dicampur dengan air hingga bumbu merata dan kental. Sisihkan.
  3. Letakkan nasi diatas piring, beri sayuran yang sudah direbus tadi disamping nasi atapun dicampur diatas nasinya. Lalu siram nasi dan sayuran dengan bumbu kacang diatasnya.
  4. Sajikan dengan makanan pelengkap  seperti rempeyek kacang, tempe, irisan mentimun, kerupuk legendar, dan petai cina.

 

RM/Toko yang Menyediakan:
 
Pecel Kawi "Hj. Musilah" Asli 1975 (d/h Pecel Kawi)
Family Restaurant
Address: Jl. Kawi No.43 B, Bareng, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
Phone: (0341) 5022005

 

Sumber : http://www.resepmasakanindonesiaku.info/2016/08/resep-masakan-nasi-pecel-kawi.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker