Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Kalimantan Barat Kalimantan Barat
Pao Pandan
- 8 Maret 2019

Bahan-bahan

 
bahan a
  1. 150 ml air hangat suam2 kuku
  2. 1 sdm ragi instan (fermipan)
  3. 1 sdm gula pasir
  4. bahan b
  5. 250 gr tepung terigu kunci biru
  6. 3 sdm gula pasir
  7. 1 bungkus susu bubuk (dancow putih)
  8. secukupnya pasta pandan
  9. 1 1/2 sdm bread improver (optional)
  10. bahan c
  11. 1 1/2 sdm munjung mentega putih
  12. 1/4 sdt garam
  13. bahan isian
  14. secukupnya selai nutella coklat/serutan DCC

Langkah

 

Hidupkan bahan A: Ambil gelas masukkan gula + air hangat suam2 kuku masukkan ragi aduk bentar, biarkan mengembang berbusa sekitar 8-10 menit

 
 
 
 
 
  1. Campur bahan A & bahan B uleni hingga kalis. Masukkan bahan C uleni hingga kalis elastis. Saya banting2 10 menitan sambil di ulen2 santai. Diamkan 1 jam di dalam rumah atau 40 menit dibawah sinar matahari. Jangan lupa atas nya kasih tutup plastik

    Pao Pandan Lembut recipe step 2 photo
     
     
     
     
  2. Kempeskan adonan, timbang 40 - 50gr, Bulatkan rapikan. Diamkan 15 menit (saya jemur lagi). Lalu pipihkan 1/1 berikan isian coklat bulatkan rapikan lalu taruh di atas potongan daun/kertas. Biarkan sekitar 20 menit atau hingga mengembang ringan

    Pao Pandan Lembut recipe step 3 photo
     
     
     
     
  3. Panaskan kukusan, tutupnya alasi dengan kain, Lalu kukus 8 - 9 menit aja, sajikan selagi hangat atau dingin pun tetap mantap empuk..

     
     
     
     
     
  4. Sebagian biarkan dingin simpan dalam wadah kedap udara simpan di frezeer, klo mau maem panaskan kukusan, kukus sekitar 5-10 menitan. Lembuut bangett..😋. Klo bikin 1kg jadi 50 biji

     
     
     
     
     
  5. NOTE: Saya lebih suka alas bakpao nya pake daun pisang ya karena enak ngupasnya g lengket & g memble juga kena air

Resep Pao Pandan Lembut oleh 🌻tika.a.. - Cookpad

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker