Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Cerita Rakyat Kalimantan Tengah Kalimantan Tengah
Panglima Dayak
- 24 Juli 2018

Kali ini kita akan membahasa mengenai istilah gelar PANGLIMA DAYAK – sebab saat-saat ini begitu banyak orang mengaku-ngaku dirinya adalah panglima. Dengan menggunakan aksesoris yang menyeramkan seperti; tulang, tengkorak, Mandau besar dan bahkan bulu dan taring yang berlebihan. Tidak sedikit pula yang sejatinya bukan orang Dayak mengaku sebagai Panglima Dayak untuk mengeruk kepentingan pribadi, anehnya begitu banyak yang mengikuti dan mengidolakannya termasuk dari kalangan orang Dayak sendiri. Ada yang jelas-jelas bukan Dayak tidak memiliki tutus Dayak, kemudian diangkat menjadi tokoh budaya dan mewakili lembaga Adat Dayak “sah” – orang-orang ini kemudian membawa suatu budaya “campur sari” seperti gaya berbusana yang aneh dan berlebihan, ritual-ritualan yang tidak ada dalam budaya.

Sebenarnya bagaimana sih yang disebut dengan PANGLIMA. Tulisan ini adalah hasil diskusi bersama anggota FOD.

Orang Dayak sebenarnya tidak mengenal istilah panglima. Kemungkinan istilah panglima ini adalah pinjaman istilah Melayu yang diberikan bagi orang-orang Dayak yang berjasa dalam masa kerajaan/kesultanan. Bagi orang yang gagah berani dan kenamaan jaman dahulu orang Dayak hanya menyebutnya sebagai OLOH MAMUT (Orang Berani), BUJAKNG BERANI, PAMANUQ, dll. Jadi yang dimaksud dengan Pangkalima/ Pengelima/Pemanuq/Bujankng Berani dijaman dulu adalah orang yang paling berani dikampungnya serta ditakuti dan disegani, meski dia belum tentu punya kesaktian yang mumpuni namun dikarenakan dia yang paling nakal, bandel/mucil dimasa kecil hingga remaja, maka setelah dewasa dia menjadi orang yang paling ditakuti dan di segani di kampungnya. Panglima ini hanya mau tunduk dengan seorang Mantiq/ Demong/ Temenggung/ kepala adat saja, sementara yang lainnya tak penting baginya. Berguru/ngajiq dan bertapa adalah kegiatannya dan tak segan berhadapan dengan hewan buas meski kadang tak masuk akal bagi orang dikampung.

Pangkalima/ pengelima/ pemanuq adalah julukan kepadanya yang diberikan oleh Mantiq / Demong serta masyarakat kampungnya – MESKI DIA KADANG TIDAK TERIMA DENGANN JULUKAN ITU BAHKAN TAK PERNAH MENYEBUT DIRINYA SEBAGAI PANGKALIMA/PENGELIMA/PEMANUQ , SEBAB MALU RASANYA. Disaat kampungnya diserang lawan/ musuh dia akan lebih dulu mencabut mandau menghadapi musuh tanpa menunggu perintah Mantiq dan tanpa menunggu bantuan orang-orang sekampung – SEBAB TERHINA BAGINYA BILA ADA YANG BERANI MENGANGGU KAMPUNG HALAMANNYA – tidak seperti sekarang ini yang hanya menjadi panglima disosmed, garang dengan postingan tetapi tidak seperti dilapangannya. Seringkali dia tidak pernah memikirkan keselamatan dirinya, baginya lebih baik mati daripada malu. Bila pada saat tertentu dia bertandang kekampung lain maka dia selalu menghindari masalah bahkan tidak mau kalau orang-orang tahu identitasnya, tata krama dan sopan santun dia jaga. KADANG BAGINYA DIAM ITU LBIH BAIK BILA DI KAMPUNG ORANG.

Gelar yang diberikan kpadanya tidak harus memakai ritual namun gelar itu semacam ucapan dari mulut ke mulut, meski begitu dikampung orang tentu juga ada pangkalima lain yang mungkin saja bisa mengancam dirinya. Pada dasarnya MENGAPA SESEORANG TAK MAU MENYEBUT DIRINYA PANGKALIMA/PENGELIMA/PEMANUQ , di karenakan ia tidak mau bermasalah dengan orang lain yang mungkin saja bisa mengancam nyawanya, hanya orang-orang saja yang menyebut dirinya panglima.

Pangkalima jaman dahulu tidak punya pasukan sering kali dia sendirian, namun tidak melarang kalau ada yang ikut dengannya. Sebagai seorang kesatria dan JAGOAN tentu segala macam ilmu hasil bergu / mengajiq dan bertapa menjadi bekal, serta minyak-minyak / jimat untuk menambah kemampuannya. Di dalam kesehariannya siang dan malam dia SELALU CURIGA TERHADAP APAPUN, MESKIPUN ITU SUARA JANGKRIK. Hidupnya juga tidak tenang sebab BANYAKNYA MUSUH yang juga sewaktu-waktu bisa membunuhnya, itu sebab mengapa dia TIDAK PERNAH MENYEBUT DIRINYA PANGKALIMA? Sebab bukan dia saja YANG PUNYA KEBERANIAN, ILMU, DAN JAGOAN, kampung-kampung lain juga punya orang-orang yang seperti dia juga.

Dia tidak pernah tunduk dengan siapapun kecuali MANTIQ / DAMONG, dia juga kalau berkata TIDAK PERNAH BERBOHONG kepada kaumnya, dan didalam berperang TAK ADA ISTILAH TAWANAN ATAU BELAS KASIH. Dan yang dijaman dahulu Pangkalima selalu saja yang PALING MISKIN HIDUPNYA tidak seperti kaum bangsawan atau mantiq, sebab kehidupannya tidak mengurusi soal harta benda. Kehidupan seorang pangkalima dijamannya, meski dia sopan, lembut, penyabar tapi dia tetap akan di jauhi. Hanya ketika dia wafat namanya dan jasanya akan selalu di kenang.

Demikianlah penjelasan sedikit mengenai apa itu panglima/ pangkalima/ pamanuq/ bujakng berani / oloh mamut dalam budaya Dayak. Jadi jika folks menemukan orang yang mengaku dirinya sebagai panglima Dayak, walaupun ia memamerkan ilmu kebal dan lainnya, apalagi hanya untuk menakuti orang dan mencari keuntungan bisa dipastikan orang tersebut adalah penipu. Apalagi banyak yang tidak ada keturunan Dayaknya sama sekali saat ini mengangkat dirinya sebagai panglima Dayak – ironisnya lembaga adat Dayak yang “sah” malahan mendukungnya. Tabe

Sumber: https://folksofdayak.wordpress.com/2017/10/19/panglima-dayak/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno Candi Miri merupakan salah satu situs candi Hindu yang menjadi bagian dari warisan arsitektur religius Kerajaan Mataram Kuno di Pulau Jawa. Keberadaannya di wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menunjukkan penyebaran pusat-pusat keagamaan yang strategis pada periode klasik Jawa. Sebagai candi Hindu, Candi Miri mencerminkan adaptasi tradisi arsitektur India yang dikembangkan dengan karakteristik lokal Jawa Kuno, berdiri sebagai saksi bisu kejayaan peradaban Hindu-Buddha di Nusantara. Sejarah & Latar Belakang Candi Miri didentifikasi sebagai peninggalan Kerajaan Mataram Kuno (Sumber 4). Letaknya berada di wilayah administratif Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, yang merupakan salah satu kawasan terpenting dalam sejarah peradaban Jawa klasik. Terdapat variasi dalam pencatatan lokasi spesifik candi ini. Beberapa sumber merujuk lokasi Candi Miri di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo (Sumber 1, Sumber 2, Sumber...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak Di tengah kekayaan kuliner Indonesia yang tak terhingga, Babi Panggang Karo (sering disingkat BPK) muncul sebagai sebuah mahakarya rasa yang menghadirkan jejak budaya dan tradisi dari tanah Sumatera Utara. Lebih dari sekadar hidangan, BPK adalah manifestasi dari identitas masyarakat Karo, sebuah sajian yang kaya akan aroma, rempah, dan cerita. Mengapa BPK begitu istimewa, dan bagaimana ia menjadi simbol kebanggaan kuliner bagi suku Karo? Mari kita telusuri keunikan dan daya pikatnya. ## Andaliman: Jantung Rasa BPK Rahasia di balik kelezatan BPK terletak pada penggunaan rempah-rempah khas, dan yang paling menonjol adalah andaliman. Dikenal juga sebagai "merica Batak" atau "sichuan pepper"-nya Indonesia, andaliman memberikan sensasi rasa yang unik dan tak tertandingi: pedas, sedikit asam, dan yang paling khas adalah efek kebas atau "getar" di lidah (Sumber 2). Rasa yang identik dan aroma yang kuat dari andal...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis
Motif Kain Motif Kain
Papua

Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis batik khas Papua yang dikenal dengan corak unik dan makna mendalam. Berbeda dengan batik dari daerah lain di Indonesia, batik Papua, termasuk Kamoro, memiliki ciri khas motif yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya suku asli di sana (Sumber 1, Sumber 3). Batik ini secara spesifik menampilkan corak khas Timika, yang terinspirasi dari suku Kamoro dan keindahan alam sekitarnya (Sumber 1). Batik Kamoro tidak hanya sekadar kain bermotif, tetapi juga merupakan representasi semangat dan keberanian penduduk asli Papua (Sumber 2). Simbol-simbol yang terkandung di dalamnya merefleksikan kehidupan masyarakat adat, menjadikannya salah satu warisan budaya yang patut dilestarikan. ## Motif dan Makna Batik Kamoro Motif utama batik Kamoro sangat khas dan mudah dikenali. Corak yang sering ditemukan pada batik ini meliputi: ### Simbol Patung Salah satu motif yang paling menonjol pada batik Kamoro adal...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Dendam Rajo sang Manusia Harimau Putih
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Karya: Mahlil Azmi Di sebuah perkampungan kecil bernama Desa Pucok Krueng, di Aceh bagian barat selatan, hiduplah sebuah keluarga kecil yang damai dan bahagia. Mereka berjumlah empat orang: sang ayah bernama Uda Bintang Puteh berumur 40 tahun, ibu Nyak Bulan berumur 30 tahun, anak pertama Rajo Puteh berumur 10 tahun, dan adik perempuannya bernama Nyak Puteh yang berumur 5 tahun.Kedua orang tua mereka adalah petani dan pekebun pala. Sementara itu, Rajo adalah anak yang nakal dan sering berkelahi dengan teman-temannya hingga meresahkan orang tuanya. Walaupun begitu, ia sangat menyayangi keluarganya, terutama adiknya. Nyak Puteh adalah anak yang ceria, patuh, rajin mengaji, dan suka membantu orang tua mencuci piring. Setiap menjelang pagi, ayah dan ibu berpamitan untuk bekerja di ladang memetik buah pala, dan terkadang menjadi buruh tani di sawah milik saudagar kampung. Walaupun upah yang mereka dapatkan sedikit, mereka tetap bersyukur.Beberapa tahun kemudian, saat Rajo berumur 17 tahun,...

avatar
Mahlil Azmi
Gambar Entri
Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta Sejarah & Latar Belakang Candi Miri adalah salah satu candi Hindu yang terletak di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Diperkirakan dibangun pada abad ke-9, Candi Miri merupakan bagian dari warisan budaya Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini berdiri tidak jauh dari beberapa candi lain yang juga bersejarah, seperti Candi Banyunibo dan Candi Barong, menjadikannya sebagai bagian penting dari kompleks candi yang memiliki nilai arkeologis yang tinggi (Sumber 2, 4, 14). Candi Miri, yang terletak di bukit karst dengan ketinggian sekitar 300 meter, menjadi lokasi yang strategis untuk aktivitas keagamaan dan pemujaan. Meskipun saat ini kondisinya mengalami kerusakan dan belum dilakukan pemugaran, keberadaannya tetap menarik perhatian para peneliti dan wisatawan yang ingin menyelami sejarah kekayaan budaya Indonesia (Sumber 1, 8, 14). Karakteristik Arsitektur Candi Miri memiliki...

avatar
Kianasarayu