Nama Latin: Sararanga sinuosa Hemsl.
Famili : Pandanaceae
Nama Lokal : Kayari (Yapen), Selre (Deprare, Sentani).
Nama Lain : Pandan Anggur
Deskripsi
Tumbuhan berupa pohon yang dapat mencapai tinggi 10 m. Daun roset tersusun atas empat tingkatan, daun lebar, ujung runcing dengan bagian tepi berduri, berwarna hijau kekuningan. Memiliki perakaran yang mirip dengan pohon kelapa. Buah anggur berbentuk tandan dan masing-masin memiliki berat bisa mencapai beberapa kg, dalam satu pohon bisa ditemukan beberapa tandan bah. Buah berwarna hijau pada saat belum masak, berwarna merah setelah masak. S. sinuoasa merupakan salah satu spesies dari dua spesies yang diketahui (spesies yang lain S . philipinensis penyebarannya di Filipina), jenis ini ditemukan di Kepuluan Yapen, Waropen dan Jayapura, dapat tumbuh pada ketinggian 0-200 m dpl.
Habitat dan Distribusi
Ditemukan di pinggiran pantai atau di hutan-hutan bakau, banyak terdapat di Kabupaten Kepulauan Yapen, Waropen dan Jayapura.
Bagian yang digunakan
Buah.
Penggunaan Secara T radisional
Buah dimakan saat masak.
Kegunaan bagi Masyarakat
Sebagai sumplment mineral dan vitamin.
Informasi Kandungan Senyawa dan Aktivitas Farmakologis
Mengandung berbagai mineral dan vitamin. Informasi aktivitas farmakologinya masih sangat sedikit diketahui. O leh beberapa masyarakat di Kepulauan Yapen dan Jayapura, daun dari tumbuhan ini dibuat sebagai anyaman.
Sumber: Buku Tumbuhan Kerarifan Lokal Papua /Papua traditional medicine herbs, 2017
<!DOCTYPE html> Hacked By Raxor404 Santiago 404 Team Website Locked By Raxor404 PLEASE PAY THE RANSOM AT indonesiacyberteamid@gmail.com
Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.
HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692
Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la`` <pre><code><pre><code><pre><code><pre><code><pre><code><pre><code><p></code></pre></code></pre></li> </ol> </code></pre></li> </ol> <p> <p> <p> </p></li> </ol> Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao"...