Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Sulawesi Utara Manado
Panada Isi Sarden Mozarela
- 17 Desember 2018

Bahan-bahan: 10 buah

250 gram tepung terigu

1 butir telur

2 sdm ragi instant (me : saf)

1 bungkus santan instant (me: kara yang bentuknya segitiga)

1/4 sdt garam (sesuaikan selera) /bisa diganti royco

1 sdt gula (sesuaikan selera) /bisa diganti royco

Susu plain secukupnya (untuk mengencerkan santan)

Isian

1 kaleng sarden kecil tomato sauce(me : ABC)

1 potong ayam bagian dada (suwir-suwir)

1 sdm cabe yang sudah dihaluskan (boleh tambah kalau suka pedas)

2 siung bawang putih (cincang halus)

Minyak untuk menumis (me : butter)

Garam secukupnya(kalau udah pake salted butter gak perlu garam)

Gula (test rasa/sesuaikan selera)

1/4 bagian keju mozarela

Langkah

Masukan tepung terigu ke dalam wadah, masukkan ragi instant, garam dan gula, aduk rata. Kemudian masukan telur, aduk sampe rata.

Campur 1bungkus santan instant dengan sedikit susu agar tidak terlalu kental, kalau susunya diganti air juga tidak papa.

Masukan santan yang sudah di encerkan ke dalam adonan tepung yang sudah diuleni tadi, sedikit demi sedikit. Uleni sampai kalis.

Setelah kalis, masukan adonan ke dalam wadah bersih yang sudah diberi minyak, tutupi dengan lap kain. Diamkan selama kurang lebih satu jam.

Sembari menunggu adonan mengembang, kita buat isian panadanya. Masukan butter atau minyak ke dalam penggorengan, tunggu sampai mencair, masukan bawang putih yang sudah dicincang halus. Jika sudah wangi masukan cabe yang sudah dihaluskan, aduk sampai rata kemudian masukan ayam suwir. Kemudian masukan sarden, aduk sampai rata, tambahkan garam dan gula (cek rasa), jika dirasa sudah pas asin manis pedasnya, aduk aduk sampai tidak berair.

Parut keju mozarela, sifatnya optional.

Setelah adonan mengembang, bagi adonan menjadi 10 bagian sama rata. Kemudian bulatkan.

Ambil satu adonan, pipihkan kemudian isi dengan isian dan beri keju mozarela parut di atasnya. Setelah itu dipilin seperti pastel, kalau tidak bisa, dipipihkan saja kemudian tekan-tekan menggunakan garpu pada bagian yang seharusnya dipilin.

Goreng dalam minyak yang sudah panas dengan minyak yang banyak,supaya panada terendam dalam minyak. Menggorengnya dengan api kecil dan tidak perlu lama-lama sebab mudah gosong. Setelah matang, tiriskan dan siap disajikan.

 

Sumber:

https://cookpad.com/id/resep/5217967-panada-simpel-isi-sarden-mozarela

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker