Pakaian Pengantin Wanita
Pengantin wanita dalam pernikahan adat Betawi menggunakan baju adat Betawi yang bernama Rias besar Dandanan care none pengantin cine. Pakaian yang dikenakan blus bergaya China dengan bahan utama satin berwarna cerah. Untuk bawahannya menggunakan rok atau bernama Kun yang berwarna gelap dengan model duyung. Warna yang sering dipakai adalah hitam dan merah
Sebagai pelengkap bagian kepala dipakaikan kembang goyang bermotif burung hong dengan sanggul palsu, dilengkapi dengan cadar di bagian wajahnya. Pada bagian sunggul dihiasi dengan bunga melati yang dibentuk sedemikian rupa seperti ronjee dan sisir.
Perhiasan lain yang dipakai adalah kalung lebar, gelang listing serta hiasan teratai manik-manik yang dikalungkan di bagian dada, serta selop dengan model perahu sebagai alas kaki.
Pada baju pengantin wanita yang menggunakan syangko (penutup muka), pakaian model encim dan rok panjang menunjukkan adanya pengaruh kebudayaan China. Uniknya, terompah (alas kaki) yang dipakai oleh pengantin pria dan wanita banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Arab.
https://www.silontong.com/2018/07/28/pakaian-adat-betawi/
Hubungi Contact Center CIMB Niaga 0818515000 Untuk menutup kartu kredit CIMB Niaga Anda
Untuk menutup kartu kredit CIMB Niaga, Hubungi layanan CIMB Niaga di 0818515000 lalu sampaikan pengajuan Anda untuk menutup kartu kredit dan ikuti instruksi petugas.
Hubungi Contact Center CIMB Niaga 0818515000 Untuk mengajukan penutupan kartu kredit CIMB Niaga Anda
Untuk menutup kartu kredit CIMB Niaga, Hubungi layanan CIMB Niaga di 0818515000 lalu sampaikan pengajuan Anda untuk menutup kartu kredit dan ikuti instruksi petugas.
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.