Makanan Minuman
Makanan Minuman
Kuliner Kalimantan Selatan Banjarmasin
Paisan Lais (Pepes Ikan Lais Khas Kalimantan Selatan)
- 30 Desember 2017

SEKILAS

========

Paisan Lais adalah salah satu lauk andalan di Kalimantan Selatan, rata-rata hampir setiap rumah tangga di Kalimantan Selatan khususnya bisa membuat paisan lais. Rasanya yang eksotis dan wangi dari bumbunnya yang sangat menggoda, membuat orang penasaran ingin segera mencicipinya.

Paisan, begitulah orang Banjar menyebutnya, kalau di daerah lain terkenal dengan sebutan pepes. Paisan kali ini diisi dengan Ikan Lais. Teman-teman yang ingin menikmati paisan ikan lais silahkan datang ke Banjarmasin, banyak rumah makan yang menyediakan menu lauk paisan ikan lais, ataupun paisan ikan patin dan sejenisnya. Kebanyakan orang banjar menyebut paisan ini denga Iwan Bapais (Ikan Pais, atau Pepes Ikan)

 

PERBEDAAN PAISAN LAIS DAN PEPES IKAN PATIN

============================================

Paisan Lais hampir sama dengan Pepes Ikan Patin, hanya saja bumbu dan bahan yang digunakan dalam paisan ikan lais lebih banyak dan lebih lengkap kaya akan rempah. Teman-teman yang pernah mencoba pepes ikan patin, ketika mencicipi paisan ikan lais pasti akan bisa dengan mudah membedakan cita rasanya. Dari segi bahan baku juga berbeda, kalau pepes ikan patin menggukan ikan patin, beda halnya dengan paisan lais, paisan lais menggunakan ikan lais.

 

BAHAN-BAHAN PEMBUATAN

=========================

  1. 500gr ikan lais, potong-potong sesuai selera
  2. 4 siung bawang merah
  3. 4 butir kemiri
  4. 3 siung bawang putih
  5. Kencur secukupnya
  6. Kunyit secukupnya
  7. Laos secukupnya
  8. Serai secukupnya
  9. Cabai merah besar secukupnya
  10. Terasi secukupnya
  11. Kaldu ayam bubuk secukupnya
  12. Belimbing sayur secukupnya
  13. Daun pisang secukupnya

 

CARA MEMBUAT

===============

  1. Untuk membuat paisan lais, kita harus menyiapkan semua bahan dan bumbu yang dibutuhkan
  2. Kemudian lakukan langkah pertama denga mencuci sampai bersih ikan lais yang telah dipotongi. Sisihkan dulu.
  3. Lalu haluskan semua bumbu dan masukkan potongan ikan lain ke dalamnya. Aduk-aduk sampai merata
  4. Tambahkan belimbing sayur yang telah dicuci bersih dan dipotongi sesuai selera bersama cabai merah
  5. Taburi juga dengan garam dan kaldu ayam bubuk lalu aduk kembali sampai rata. Jangan lupa menyiapkan daun pisang yang sudah dipanaskan sebelumnya.
  6. Letakkan beberapa sendok ikan lais ke dalam daun pisang tersebut lalu bungkus dan semat menggunakan lidi
  7. Lakukan langkah tersebut sampai ikan habis lalu kukus sampai matang selama beberapa menit
  8. Angkat dan kemudia bakar di atas bara api sembari dibolak balik agar matangnya merata. Angkat lalu sajikan
  9. Hidangan paisan lais siap disantap

 

Sumber: dari Ibu penulis sendiri

Lokasi penjual:
Pondok Patin Bakar
Alamat: Jalan Pramuka No. 1, RT. 08, Kel. Pemurus Luar, Pemurus Luar, Kec. Banjarmasin Tim., Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70249
Telepon: 0813-5303-5522

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker