Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Kalimantan Tengah Kalimantan Tengah
Pais Ikan Patin
- 31 Januari 2018

Bahan-bahan

Untuk 10 porsi
1 kg Ikan patin
  1. 3 batang serai (ambil bagian putihnya saja)
  2. 1 cm lengkuas
  3. 3 lembar daun jeruk purut
  4. 3 lembar daun salam
  5. 1 lembar daun kunyit
  6. 3 buah cabe merah besar
  7. 10 buah cabe rawit
  8. 1 mangkuk kecil daun kemangi
  9. 1 gelas air santan kental
  10. 1 sdt garam
  11. 1/8 sdt vetsin
  12. 1/2 bubuk kaldu (saya pakai royco rasa ayam)
  13. 1/4 gula pasir
  14. 1/4 ketumbar bubuk
  15. 1/2 sdt merica bubuk
  16. 1/8 jinten bubuk,sedikit pala bubuk
  17. secukupnya Asam jawa
  18. 1 cm kunyit
  19. 1/2 cm jahe
  20. 4 butir kemiri sangrai
  21. 1 sdm bumbu racik ikan goreng
  22. 4 butir bawang merah
  23. 3 siung bawang putih
  24. 3 buah tomat segar
  25. 5 buah belimbing wuluh
  26. 1 buah jeruk nipis
  27. 5 lbr daun pisang
  28. 1 lbr daun jahe

 

Langkah

20 menit
  1. Cuci bersih ikan patin. Potong-potong. Cuci kembali lalu tiriskan sebentar. Aduk ikan dengan perasan jeruk nipis,garam,vetsin,bubuk kaldu,bawang putih halus,bubuk ketumbar dan bumbu racik. Diamkan selama 5 menit.
  2. Haluskan bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, kunyit, serai, kemiri, merica, jinten, pala, ketumbar, garam, vetsin, bubuk  kaldu, gula, cabe merah 2 buah dan 5 buah cabe rawit.
  3. Tumis bumbu halus sampai harum, lalu tuangi santan kental. Masukkan daun jeruk, daun salam, daun kunyit, dan daun jahe. Setelah santan mendidih, sisihkan daun jahe, daun salam, daun jeruk, dan daun salamnya.
  4. Masukkan air asam jawa, irisan tomat, irisan cabe merah, cabe rawit, irisan belimbing wuluh, dan potongan ikan patin.
  5. Masak ikan hingga matang dan kuahnya kering.
  6. Ambil daun pisang, tata, taruh 2 potong ikan, beri bumbu, dan daun kemangi segar. Bungkus rapi lalu dibiting dengan lidi. Lakukan berulang sampai semua ikan terbungkus.
  7. Kukus ikan selama 5 menit. Lalu dibakar selama 10 menit. Siap disajikan.

 

Sumber : https://cookpad.com/id/resep/3283338-pais-ikan-patin-khas-kalimantan-tengah

 

Lokasi penjual:
Pondok Patin Bakar
Alamat: Jalan Pramuka No. 1, RT. 08, Kel. Pemurus Luar, Pemurus Luar, Kec. Banjarmasin Tim., Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70249
Telepon: 0813-5303-5522

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker