Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Sulawesi Selatan Toraja
Pa'piong Ikan Mas
- 7 Februari 2018
Toraja, salah satu destinasi wisata di Sulawesi Selatan bukan hanya terkenal dengan budaya, seni, adat istiadat dan panorama alamnya. Namun, juga memiliki berbagai kuliner khas tradisional yang nikmat dan lezat. Salah satunya, pa’piong atau makanan yang dimasak dengan menggunakan bambu.
 
Tak sulit menemukan pa’piong ini di kawasan Toraja. Banyak rumah makan di Kota Makale, Kabupaten Tana Toraja dan Kota Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, yang menjual masakan tradisional ini. Selain itu, pa’piong juga dengan mudah dijumpai di warung-warung makan yang ada di desa-desa di wilayah Toraja.
 
Isi pa’piong bermacam-macam. Ada daging ayam kampung, babi dan juga ikan mas. Bagi mereka yang tak suka daging, pa’piong isi ikan mas bisa jadi pilihan. Rasanya pun tak kalah lezat dengan pa’piong isi daging ayam atau babi.
 
Pa’piong Ikan Mas
Untuk memasak pa’piong ikan mas, pertama-tama ikan mas di iris menjadi beberapa bagian/potong. Kemudian siapkan sayuran dan bumbu. Pada umumnya, warga Toraja menggunakan daun bulunangko atau mayana. Selain itu mereka juga biasa menggunakan burak atau batang pohon pisang yang masih muda.
 
Bumbu pa’piong juga tergolong sederhana, yaitu cabai, bawang merah, bawang putih, garam, potongan jahe, dan batang serai. Selanjutnya, ikan mas yang sudah di potong-potong dicampur dengan sayuran dan bumbu.
 
“Potongan ikan mas yang sudah bercampur dengan sayuran dan bumbu kemudian dimasukkan ke dalam ruas-ruas bambu yang berdiamater antara 8—10 centimeter. Ujung bambu bagian atas lalu ditutupi daun batang pisang dan siap untuk dimasak,” 
 
cara memasak pa’piong pun juga unik. Ruas bambu yang berisi ikan mas itu dibakar di atas perapian yang ditengahnya terbentang batang kayu untuk menyandarkan bambu. Saat proses pembakaran, bambu harus sering-sering di bolak balik agar makanan di dalamnya merata masaknya dan tidak ada bagian yang mentah atau gosong.
 
Proses memasak pa’piong ini membutuhkan waktu sekitar 1—2 jam lamanya. Setelah permukaan bambu menghitam menandakan pa’piong sudah masak, kemudian diangkat dari perapian dan siap untuk disantap.
 
“Rasa pa’piong sangat renyah dan gurih ketika dikunyah. Pa’piong jauh lebih nikmat dibanding jika dimasak menggunakan wajan
 
Dulunya, pa’piong disajikan saat acara-acara adat. Namun saat ini, pa’pion menjadi makanan yang bisa disajikan secara umum. Meski begitu, masyarakat Toraja masih mempertahankan tradisi jika pa’piong daging ayam hanya bisa dimakan atau disajikan saat acara Rambu Tuka atau syukuran dan pantang disajikan pada acara Rambu Solo (kedukaan) sebab, ayam melambangkan sukacita. 
 
RM yang menyediakan:
  1. Rumah makan di Kota Makale, Kabupaten Tana Toraja
  2. RM (Toraja) Solata, Jl. Summagung I Blok H5 No.8, RT.1/RW.2, East Kelapa Gading, Kelapa Gading, North Jakarta City, Jakarta 14240, 0813-1444-4295
  3. Rumah makan di dan Kota Rantepao
  4. Warung-warung di desa-desa wilayah Toraja
  5. Warung Makan Pong Buri’, Jalan Emi Saelan Nomor 1 Rantepao, Toraja, 0821-9452-8179
  6. Kafe Aras, Kota Rantepao, Jl. Andi Mappanyuki no. 64, Rantepao 91831, Indonesia, 0853-4256-9641
  7. Rumah Makan TorajaJalan Bundaran PU TDM V, Kelurahan Oebufu Kupang

Sumber:

http://bisniswisata.co.id/papiong-kuliner-khas-toraja-dimasak-pakai-bambu/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker
Gambar Entri
SALE-SALEAN
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...

avatar
Hokker
Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu