Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Daerah Istimewa Yogyakarta Jogja
Oseng Mercon Jogja
- 15 November 2017

Oseng mercon merupakan kuliner khas dari Jogjakarta. Kuliner ini terbuat dari tetelan sapi yang dimasak dengan bumbu-bumbu. Dinamakan mercon karena cita rasa dari kuliner ini pedas, sebab menggunakan cabai rawit didalamnya. Rasanya yang nikmat, sangat cocok disajikan dengan nasi hangat. Penasaran?

Berikut bahan-bahan yang kalian perlukan untuk membuat kuliner ini beserta langkah pembuatannya :

Bahan-bahan :

  • 250 gr tetelan sapi
  • 3 lembar daun salam
  • 2 lembar daun jeruk, iris
  • 2 ruas lengkuas, geprek
  • 1 batang serai, geprek
  • Secukupnya gula merah dan garam

Bumbu halus :

* Bumbu ini dihaluskan dengan cara uleg kasar ya. Sebelum itu, rebus cabai dan bawang terlebih dahulu.

  • 5 buah bawang merah
  • 4 buah bawang putih
  • 11 buah cabe merah kriting
  • 12 buah cabe rawit (sesuai selera)
  • 2 ruas jahe

Langkah pembuatannya :

  1. Rebus tetelan pada air mendidih, jangan terlalu lama ya cukup 15 menit saja. Buang air rebusannya, angkat tetelan lalu potong-potong dan sisihkan.
  2. Rebus lagi tetelan pada air mendidih dan tambahkan garam. Rebus hingga tetelan benar-benar empuk dan matang. Pada bagian yang ini, jangan dibuang airnya ya karena untuk kaldu.
  3. Tumis bumbu yang sudah diuleg. Masukkan serai, lengkuas, daun salam, dan daun jeruk. Tumis hingga harum.
  4. Masukkan tetelan sapi yang telah direbus beserta air kaldu bekas rebusannya sampai semua terendam. Tambahkan gula merah dan garam. Aduk rata dan koreksi rasa.
  5. Masak hingga bumbu meresap dan air menjadi menyusut setengah. Jika sudah seperti itu, angkat dan sisihkan.
  6. Oseng mercon siap disajikan dengan nasi hangat.

TIPS :

  • Sebelum kalian menumis bumbu halus, kalian bisa tumis bawang bombay terlebih dahulu agar rasa dan aroma semakin nikmat.
  • Untuk pecinta pete, kalian bisa lho menambahkannya. Masukkan pete pada saat menumis bumbu halus ya.

SELAMAT MENCOBA

 

RM/Toko yang Menyediakan:
 
Oseng-Oseng Mercon Bu Narti
Diner
Address: Jalan KH. Ahmad Dahlan, Ngampilan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55262
Phone: 0819-1555-4472

 

Sumber :

https://cookpad.com/id/resep/2669440-oseng-mercon-khas-jogja

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker