Makanan Minuman
Makanan Minuman
Cemilan Jawa Barat Sumedang
Opak Oded, Opak yang Jebred
- 11 Februari 2015

Opak Oded, yaitu sejenis cemilan atau makanan ringan tradisional yang terbuat dari beras ketan dan memiliki rasa yang khas. Opak adalah makanan ringan yang merakyat di seluruh daerah Sunda, berbentuk bulat gepeng serta memiliki tekstur yang sedikit kasar dan renyah...di setiap rumah di desa-desa makanan ringan ini biasanya selalu tersaji setiap waktu, apalagi jika ada acara hajatan ataupun perayaan-perayaan lainnya makanan bernama Opak ini pasti ada dan seolah wajib untuk ada. Di Sumedang ada opak yang katanya lain daripada yang lain, opak ini bernamaOpak Oded, kata "Oded" ini katanya merupakan singkatan dari "Opak Dudang Enak Dimakan", dari singkatan ini tentunya kita bisa tahu bahwa pengrajin opak ini adalah Pak Dudang.

Jika Ubi Cilembu berasal dari Desa Cilembu, maka Opak Oded ini berasal dari Desa Conggeang di Kecamatan Conggeang....sebuah tempat yang banyak memiliki mata air panas yang berasal dariGunung Tampomas. Kecamatan Conggeang menjadi sentra pembuatan opak di Sumedang, oleh karena hal tersebut di pertigaan jalan  Conggeang - Buahdua - Ujungjaya dibuat sebuah tugu yang mencirikan daerah tersebut sebagai penghasil opak yaitu Tugu Opak...berbentuk sebuah tangan yang nampak sedang memegang satu buah opak. Sebenarnya ada banyak jenis opak yang dihasilkan di Conggeang ini, ada Opak DPO, Opak Nia, dan lain-lain yang mungkin masing-masing mencirikan nama pembuat atau pengrajin opaknya. Dari sekian banyak nama dan jenis opak tersebut selama ini yang sudah dikenal luas dan banyak dicari oleh para pelancong yang singgah di Conggeang adalah Opak Oded ini, mungkin sudah semacam jadi brand opak dari Conggeang. Opak ini biasanya dipilih sebagai buah tangan dari Conggeang oleh mereka yang pulang berwisata dari pemandian air panas, Curug Ciputrawangi, ataupun mereka yang kebetulan singgah di tempat ini.

Secara bentuk Opak Oded ini sama saja dengan opak biasa, hanya saja ukurannya relatif lebih kecil dan warnanya lebih terang, selain itu pastinya rasanya mempunyai kelebihan yaitu lebih gurih dan lebih renyah. Selain Tahu Sumedang dan Ubi Cilembu ,Opak Oded ini biasanya menjadi buruan para pelancong yang singgah di Sumedang  ketika sedang musim mudik Idul Fitri...mungkin kriuk-kriuknya cemilan tradisional ini cukup efektif untuk menghilangkan kegalauan dan bisa menemani para pelancong ditengah antrian kemacetan.

 

RM/Toko yang Menyediakan:

 
Opak Oded
Food Store
Address: Jl. Legok - Conggeang, Conggeang Wetan, Conggeang, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45391
Phone: 0812-1464-522

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan?
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategorikan diri dalam ranah pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional (usada) di Nusantara [S1], [S3]. Naskah-naskah ini secara spesifik ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Bali Kuna hingga Bali Tengahan [S1]. Kategorinya dalam sistem Warisan Budaya Takbenda Indonesia masuk dalam domain "Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta," sejalan dengan penetapan praktik serupa seperti Pengobatan Tradisional Raksa Jasad [S2]. Asal-usul historisnya di Bali seringkali dilekatkan pada periode pengaruh Majapahit dan penyebaran agama Hindu, meskipun sayangnya, belum ada sumber dari daftar yang secara pasti mengungkap waktu dan tokoh awal penciptaan teks-teks ini. Salah satu versi mengaitkan proses kodifikasi dan pengembangan sistem pengobatan ini dengan peran Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo Identitas dan Asal-Usul Kedatuan Luwu diidentifikasi sebagai salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan, dengan jejak sejarah yang terjalin erat dengan mitologi, tradisi lisan, dan bukti arkeologis [C11]. Sejarah awal Luwu tidak terlepas dari kisah kosmologis mengenai kedatangan manusia pertama ke bumi, yang menjadi dasar pembentukan tatanan sosial dan kekuasaan di wilayah tersebut [C12]. Kedatuan ini merupakan salah satu dari tiga kerajaan Bugis pertama yang tercatat dalam epik I La Galigo , bersama dengan Wewang Nriwuk dan Tompotikka [S1]. Pendirian Kedatuan Luwu diperkirakan terjadi pada abad ke-14 [C4], dengan Tumanurung sebagai Datu Mappanjunge' ri Luwu pertama pada tahun 1300-an [C3]. Kedatuan ini berlanjut hingga sekarang [C1], meskipun tidak memiliki mata uang sendiri dan menggunakan sistem barter [C5]. Luwu bersama kerajaan-kerajaan lain diakui sebag...

avatar
Kianasarayu