Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Timur Mojokerto
Onde-onde kopong
- 8 Desember 2018

Bahan-bahan

 
250 gr tepung ketan
  1. 100 gr kentang kukus dihaluskan (1 buah biasanya)
  2. 1 sachet vanili bubuk
  3. 150 ml air hangat
  4. 5 sdm gula pasir
  5. 1/4 sdt garam
  6. Isian :
  7. 100 gr kacang hijau kupas/ biasa rendam 2 jam,kukus smp empuk
  8. 150 ml santan segar
  9. 5 sdm gula pasir
  10. 1/4 sdt garam
  11. 1 lembar daun pandan simpulkan
  12. 1 sachet vanili bubuk
  13. Baluran :
  14. secukupnya Air
  15. Biji wijen secukupnya

Langkah

 

Buat isian : blender halus kacang hijau kukus dan santan lalu panaskan teflon dan masukkan kacang hijau tambahkan sisa bahan isian masak dengan api kecil sambil terus diaduk dan kacang hijau mulai pekat matikan api,ambil 1 sdt lalu bulatkan,lakukan sampai habis.jika masih sisa ketika sudah dimasukkan kulit onde-onde isian bisa disimpan dikulkas

 
 
 
 
 
  1. Kulit onde: campurkan tepung ketan,gula,garam,vanili dan kentang halus uleni rata baru masukkan air hangat sedikit demi sedikit sampai adonan bisa dipulung,jika air sisa tidak masalah ya bundaa..

     
     
     
     
     
  2. Ambil adonan kulit pipihkan lalu isi dengan kacang hijau lalu bulatkan dan lakukan sampai semua adonan kulit habis

     
     
     
     
     
  3. Siapkan baluran,ambil 1 onde lalu masukkan air lalu gulingkan ke wijen lakukan sampai habis

     
     
     
     
     
  4. Panaskan minyak selagi minyak belum panas masukkan onde-onde lalu biarkan sampai minyak mulai panas dan goreng sampai kuning jangan lupa di balik,masak dengan api kecil saja agar onde-onde tidak meletus dan tidak cepat gosong luarnya

     
     
     
     
     
  5. Onde-onde lezat siap dinikmati bersama teh maupun kopi..hmmm lazeez..😋☕ðŸÂªðŸÂµðŸ'Œ

    Onde-onde kopong recipe step 6 photo
     
     
     
     
  6. Krenyes krenyes endeess kalo masih anget ðŸ'😄

    Onde-onde kopong recipe step 7 photo
     
     
     
     
  7. Jangan asal comot pict ya gaeess..kalo mau yuuuk masak dan jeprat jepret syantiiik...😜😃😄

    Onde-onde kopong recipe step 8 photo
     
     
     
     
  8. Tips : membuat kulit onde-onde renyah dan gampang dipulung adalah setelah adonan kalis pasti kan gulanya pada masih keliatan utuh ya bundaa..kelihatan masih gula pasir naah..biar adonan benar-benar kalis biasanya abis siap diadon saya istirahatkan selama 10-15 menit setelah itu baru saya uleni lagi disitu nanti adonan akan mulai licin dan halus ya buund..karena tepung,kentang sama gula udah bener2 nyatu dan membuat kulit ini akan sangat mudah dibentuk atau dipulung

     
     
     
     
     
  9. Setelah itu siap diisi dan di bulatkan sesuka hatii..🙌 dan setelah jadi bisa juga lo bundaa..ini di simpan di kulkas dengan cara setiap selesai dibulatkan dan diisi celupkan ke tepung kanji dan masukkan dalam wadah dan siap di kulkasin yaa..jadi kalo mau goreng tinggal dinginkan suhu ruang bentar dan cemplang cemplung deeh..ðŸ'ƒðŸ˜† oiya tepung kanji tujuannya biar gak pada lengket saat dikulkasin 😀 yaa..

     
     
     
     
     
  10. Selamat mencoba

https://cookpad.com/id/resep/5765647-onde-onde-kopong

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Pamali:
Ritual Ritual
Jawa Barat

Pamali: Ketika Larangan Tak Tertulis Mengatur Kehidupan Mengapa sebagian masyarakat Indonesia yang telah mengenyam pendidikan modern dan hidup di tengah kemajuan teknologi masih enggan memotong kuku di malam hari, bersiul saat senja tiba, atau menanam pohon kelapa di depan rumah? Fenomena ini bukan sekadar sisa primitivisme yang tertinggal, melainkan manifestasi dari pamali —sistem norma yang secara mengejutkan masih eksis sebagai pengatur sosial yang efektif. Pada titik tertentu, pamali menghadirkan paradoks budaya yang menarik: ia adalah "hukum" tanpa tulisan, "polisi" tanpa seragam, namun memiliki kekuatan mengikat yang seringkali lebih efektif dari peraturan tertulis. Kearifan Ekologis dalam Selubung Larangan Di tataran praktis, pamali seringkali berfungsi sebagai mekanisme pelestarian alam yang diselimuti narasi mistis. Masyarakat Sunda, misalnya, mengenal berbagai bentuk pamali yang sejatinya merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan dan ekosiste...

avatar
Kianasarayu