Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Timur Mojokerto
Onde-Onde Panir
- 8 Desember 2018

Bahan-bahan

31 buah
300 gr tepung ketan
  1. 50 gr tepung beras
  2. 1/2 sdt vanili bubuk
  3. 2 sdm gula pasir
  4. 1/2 sdt garam
  5. 240 ml air hangat(tidak terpakai semua)
  6. 75 gr kentang kukus
  7. pewarna makanan biru muda,merah rose
  8. Isian :Kumbu Kacang Hijau
  9. Pelapis Kulit ;
  10. Air matang
  11. Tepung Panir
  12. Menggoreng ;
  13. 1 liter minyak

Langkah

1 jam

Siapkan kumbu kacang hijau,bulat bulatkan,sisihkan dulu.

 
 
 
 
 
  1. Rebus kentang sampai empuk,lalu haluskan sisihkan dulu.Kemudian panaskan air matang menggunakan api kecil,masukkan gula pasir,tunggu hingga gula mencair.lalu matikan api

     
     
     
     
     
  2. Ambil wadah,tuang tepung ketan,tepung beras,vanili bubuk,aduk rata.

    Onde-Onde Panir recipe step 3 photo
     
     
     
     
  3. Masukkan kentang kukus,aduk rata.

    Onde-Onde Panir recipe step 4 photo
     
     
     
     
  4. Tambahkan air hangat yang sudah dicampur gula tadi tuang sedikit-sedikit,jika dirasa adonan sudah bisa dipulung,hentikan pemberian airnya.

    Onde-Onde Panir recipe step 5 photo
     
     
     
     
  5. Bagi adonan menjadi dua,lalu beri 2 tetes pewarna makanan.

    Onde-Onde Panir recipe step 6 photo
     
     
     
     
  6. Uleni hingga warnanya merata.

    Onde-Onde Panir recipe step 7 photo
     
     
     
     
  7. Ambil 10 sd 12 gr adonan,beri isian kacang hijau,kalau adonan kulit kurang mulus/pecah ketika dibentuk,tambahkan sedikit air lagi adonan kulitnya.

    Onde-Onde Panir recipe step 8 photo
     
     
     
     
  8. Bentuk bulat,pastikan kulit mulus merata,agar ketika digoreng tidak membuka.

    Onde-Onde Panir recipe step 9 photo
     
     
     
     
  9. Siapkan air matang dan tepung panir,celupkan adonan onde onde kedalam air,lalu langsung gulingkan kedalam tepung panir.

    Onde-Onde Panir recipe step 10 photo
     
     
     
     
  10. Siap untuk digoreng.

    Onde-Onde Panir recipe step 11 photo
     
     
     
     
  11. Panaskan minyak,lalu gunakan api kecil untuk menggoreng,tes 1 buah onde onde dulu,untuk mengecek pas atau tidaknya api,kalau hasil bagus dan tidak retak,bisa lanjut,kalau masih retak berarti minyak belum pas suhunya,tunggu hingga minyak disuhu yang pas(tidak terlalu panas,juga tidak terlalu dingin)

    Onde-Onde Panir recipe step 12 photo
     
     
     
     
  12. Goreng hingga mengembang dan mengambang,kalau onde onde sudah terlihat kering,langsung angkat dan tiriskan.

    Onde-Onde Panir recipe step 13 photo
     
     
     
     
  13. Before After.

    Onde-Onde Panir recipe step 14 photo
     
     
     
     
  14. Ini dia pink onde

    Onde-Onde Panir recipe step 15 photo
     
     
     
     
  15. Ini dia green onde(sebenarnya saya pakai warna biru,ketika digoreng malah berbuah hijau,ini masak tapi berasa sulap) :D

    Onde-Onde Panir recipe step 16 photo
     
     
     
     
  16. Siap disajikan.

    Onde-Onde Panir recipe step 17 photo
     
     
     
     
  17. Ini intip kacang hijaunya.

    Onde-Onde Panir recipe step 18 photo
     
     

https://cookpad.com/id/resep/5435861-onde-onde-panir

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
PELARIAN MAJAPAHIT DI PACITAN
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

GELOMBANG EKSODUS I. Pelarian Di Pacitan Ketika panji-panji emas Majapahit tercabik oleh perang perebutan warisan dinasti, sejarah arus utama seolah menoleh ke arah lain. Yang tercatat kemudian hanyalah runtuhnya tiga pusat kekuasaan besar secara beruntun: Wilwatikta-Trowulan yang ambruk pada 1478 M, Kediri di bawah Girindrawardhana yang tumbang dua dasawarsa kemudian, serta: Lenyapnya benteng pertahanan terakhir Patih Mahodara pada 1527 M. Di balik kronik pergantian rezim itu, tersimpan kisah lain yang jauh lebih megah dan tragis: kisah manusia-manusia yang terseret arus perubahan kekuasaan baru, Demak Bintoro. Seusai kemenangan Ranawijaya atas kubu Bhre Kertabhumi, muncul kebutuhan mendesak untuk membangun dasar legitimasi baru. Upaya itu dijalankan melalui jejaring brahmana, penetapan tanah-tanah sima yang dibebaskan dari kewajiban pajak, penguatan tradisi Buddha-Siwa, serta pembentukan identitas Keling yang berpusat di Daha. Dalam pandangan para pendukungnya, ide...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT II (Keling Daha Kediri)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Sejarah Senjakala Majapahit-Daha II. Patih Udara/Mahodara Berkuasa (1498 M) A. Krisis Demi mempertahankan kekuasaan di tengah impitan ekonomi dan bayang-bayang kehancuran, Ranawijaya memperlakukan rakyat kecil pedalaman sebagai sapi perah guna mendanai prajurit yang butuh logistik besar menghadapi kelompok pembangkang yang mulai tumbuh kembali. Pembangunan Kedaton baru beserta sistem pertahanan militer di Daha dalam waktu delapan tahun membawa kesengsaraan yang luar biasa bagi kaum tani di sepanjang aliran Sungai Brantas yang subur. Dinasti Girindrawardhana memberlakukan sistem kerja paksa, yang dikenal sebagai kerja gaga, secara militeristik demi mendirikan kompleks istana bata merah yang megah serta jaringan perbentengan baru. Di sisi lain, ribuan petani dipaksa meletakkan bajak dan cangkul mereka untuk mengangkut batu kapur dari perbukitan selatan, menebang pohon jati di belantara, serta mencetak jutaan bata merah untuk dinding pertahanan. Kesengsaraan ini kian mencekik...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT I (Brawijaya V - Trowulan)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

SENJAKALA MAJAPAHIT I (1478 M) > Senjakala Majapahit bukanlah sebuah cerita tentang kelanjutan kemaharajaan yang tenang di bawah asuhan para resi yang bijaksana. Sebaliknya, ia merupakan sebuah panggung sejarah yang rapuh, berdarah, dan diperebutkan oleh kelompok-kelompok politik yang haus akan pengakuan kekuasaan. Demi melunasi dendam masa lalu, menegakkan kehormatan keluarga, dan mengejar ego dinasti, faksi-faksi pemberontak ini tanpa sadar telah memeras keringat rakyat, merampas hak atas tanah perdikan, dan mengirim ribuan rakyat jelata (kawula) Jawa ke lubang kematian yang sia-sia. I. Senjakala Pertama Majapahit Trowulan (1478 M) A. Pemberontakan Ranawijaya (Keling-Daha) Brawijaya IV saat bertakhta sebagai Maharaja Majapahit bergelar Sri Adi Suraprabhawa Singhawikramawardhana Singhawikramawardhana terpaksa mundur ke basis pertahanan keluarganya di Kediri. Setelah terusir dari Trowulan oleh kudeta Bhre Kertabhumi (Brawijaya V) pada tahun 1468 M, Brawijaya IV menyelamat...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker
Gambar Entri
SALE-SALEAN
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...

avatar
Hokker