Ritual
Ritual
Tradisi Tanam Padi Nusa Tenggara Barat Bima
Oma, Cocok Tanam ala Suku Mbojo, Bima
- 10 Juli 2018

Suku Mbojo atau masyarakat Bima merupakan Suku yang pada awalnya menempati gunung-gunung pada masa Ncuhi yang terjadi pada abad 13 Masehi sebelum Kerajaan Bima terbentuk, kehidupan zaman Ncuhi di atas gunung menggunakan pola bertahan hidup dengan berburu dan memakan tumbuhan di hutan untuk melangsungkan kehidupan mereka, kemudian setelah Kerajaan Bima terbentuk tahun 1200 masehi dengan Raja pertama Indra Zamrud sehingga pola kehidupan di atas gunung berangsur-angsur pindah mendiami dataran.

Pola kehidupan bercocok tanam atau bertani mulai di ajarkan oleh saudara Raja Indra Zamrud yaitu Indra Komala yang diceritakan dalam kronik catatan Kerajaan Bima. Indra Komala adalah ahli di bidang pertanian sedangkan kakaknya Raja Indra Zamrud ahli dalam bidang kelautan. Setelah mengenal pola kehidupan bertani dan bercocok tanam berangsur-angsur Suku Mbojo mulai mendiami dataran. Bertani terus dilakukan Suku Mbojo sejak dulu hingga sekarang dan menjadi warisan nenek moyang sehingga pola kehidupan berburu lambat laun sudah jarang orang-orang melakukannya.

Selain bertani di sawah ada kegiatan bercocok tanam yang dilakukan Suku Mbojo dalam sekali setahun yaitu hanya pada saat musim hujan saja yang di sebut ‘Oma Ese Doro’. Oma yang berarti lahan tempat bercocok tanam dan Ese Doro berarti di atas gunung, biasanya Oma juga di sebut sawah tadah hujan yang mengandalkan air hujan untuk menyirami tanaman mereka.

Oma sangat berbeda dengan bertani di sawah dataran yang sangat rata dan di mana setiap pengairannya di atur oleh seorang yang disebut ‘Panggawa’ petugas dari kesultanan untuk memberikan jatah perairan pada setiap petak sawah, tapi beda dengan Oma yang hanya mengandalkan air hujan dan orang yang melakukan Oma tersebut hanya membersihkan semak belukar yang di sebut ‘Note’.

Ketika musim hujan tiba maka hamparan gunung di Bima akan menjadi lahan untuk Oma yang akan di bersihkan untuk menjadi lahan. Setelah Oma di Note (dibersihkan) hasil dari semak belukar itu kemudian di kumpulkan menjadi satu dan di bakar atau di sebut ‘Udu’, setelah Oma sudah bersih dari semak belukar kemudian sebelum memulai menanam ada hal yang perlu sekali dilakukan oleh orang yang punya Oma yaitu menyediakan ‘Oha Dana’ yaitu sajian jamuan makan yang dipimpin oleh seorang Lebe (Imam Masjid) yang bertujuan sebagai Do`a untuk minta keberkahan saat menanam dan hasil yang melimpah pada Yang Maha Kuasa.

Biasa yang di tanam di Oma adalah Padi, Kadelei, dan kacang tanah. Padi yang dihasilkan di Oma sangat beda dengan padi yang dihasilkan di sawah, beras Oma atau di kenal ‘Bongi Oma’ mempunyai ciri yaitu rasanya. Tapi sekarang rata-rata mereka yang Oma kebanyakan menanam jagung sejak harga jagung naik.

Kebanyakan lahan Oma sangat tidak wajar posisinya sebagai tempat bertani dan bercocok tanam, dimana lahan Oma yang terletak di atas gunung pastilah tidak banyak mempunyai lahan yang posisi rata. Posisi yang miring dan terjal menjadi ciri dari ladang Oma dan juga ada yang menggarap Oma di dekat tebing jurang, yang sangat berbahaya, salah langkah bisa-bisa jatuh kebawah tebing tapi itu sangat jarang terjadi karena mereka yang Oma sudah hafal area mereka.

Saat menanam hingga panen waktu Oma yang mereka habiskan yaitu selama musim hujan turun (6 bulan) biasanya selama itupun kampung-kampung sangat sepi yang dimana kebanyakan masyarakatnya Oma, dan kampung akan ramai lagi sehabis musim panen. Untuk memenuhi pembiayaan hidup makan atau untuk pupuk selama Oma biasanya mereka berhutang atau meminjam kepada kerabatnya dan akan di ganti setelah panen atau istilahnya ‘Londo Doro’ artinya turun gunung dimana istilah turun gunung diperuntukkan untuk panen.

Oma juga sangat berpengaruh untuk lingkungan yaitu penggundulan hutan dimana jika curah hujan besar dan sering turun maka akan terjadi banjir, oleh sebab itu tahun 1988 Bupati Bima yang menjabat pada tahun itu yang bernama Umar Harun atau oleh masyarakat Bima biasa menyapanya dengan panggilan khas Suku Mbojo yaitu Ama Emo, mencanangkan istilah pemerintah yang terkenal yaitu ‘Ngaha Aina Ngoho’ untuk memberikan edukasi pada masyarakat untuk lebih memperhatikan efek dari pengrusakan hutan saat mereka Oma. Ngaha Aina Ngoho sendiri mempunyai makna yaitu mencari makan tapi jangan sampai meng-gunduli hutan.

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
PELARIAN MAJAPAHIT DI PACITAN
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

GELOMBANG EKSODUS I. Pelarian Di Pacitan Ketika panji-panji emas Majapahit tercabik oleh perang perebutan warisan dinasti, sejarah arus utama seolah menoleh ke arah lain. Yang tercatat kemudian hanyalah runtuhnya tiga pusat kekuasaan besar secara beruntun: Wilwatikta-Trowulan yang ambruk pada 1478 M, Kediri di bawah Girindrawardhana yang tumbang dua dasawarsa kemudian, serta: Lenyapnya benteng pertahanan terakhir Patih Mahodara pada 1527 M. Di balik kronik pergantian rezim itu, tersimpan kisah lain yang jauh lebih megah dan tragis: kisah manusia-manusia yang terseret arus perubahan kekuasaan baru, Demak Bintoro. Seusai kemenangan Ranawijaya atas kubu Bhre Kertabhumi, muncul kebutuhan mendesak untuk membangun dasar legitimasi baru. Upaya itu dijalankan melalui jejaring brahmana, penetapan tanah-tanah sima yang dibebaskan dari kewajiban pajak, penguatan tradisi Buddha-Siwa, serta pembentukan identitas Keling yang berpusat di Daha. Dalam pandangan para pendukungnya, ide...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT II (Keling Daha Kediri)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Sejarah Senjakala Majapahit-Daha II. Patih Udara/Mahodara Berkuasa (1498 M) A. Krisis Demi mempertahankan kekuasaan di tengah impitan ekonomi dan bayang-bayang kehancuran, Ranawijaya memperlakukan rakyat kecil pedalaman sebagai sapi perah guna mendanai prajurit yang butuh logistik besar menghadapi kelompok pembangkang yang mulai tumbuh kembali. Pembangunan Kedaton baru beserta sistem pertahanan militer di Daha dalam waktu delapan tahun membawa kesengsaraan yang luar biasa bagi kaum tani di sepanjang aliran Sungai Brantas yang subur. Dinasti Girindrawardhana memberlakukan sistem kerja paksa, yang dikenal sebagai kerja gaga, secara militeristik demi mendirikan kompleks istana bata merah yang megah serta jaringan perbentengan baru. Di sisi lain, ribuan petani dipaksa meletakkan bajak dan cangkul mereka untuk mengangkut batu kapur dari perbukitan selatan, menebang pohon jati di belantara, serta mencetak jutaan bata merah untuk dinding pertahanan. Kesengsaraan ini kian mencekik...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT I (Brawijaya V - Trowulan)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

SENJAKALA MAJAPAHIT I (1478 M) > Senjakala Majapahit bukanlah sebuah cerita tentang kelanjutan kemaharajaan yang tenang di bawah asuhan para resi yang bijaksana. Sebaliknya, ia merupakan sebuah panggung sejarah yang rapuh, berdarah, dan diperebutkan oleh kelompok-kelompok politik yang haus akan pengakuan kekuasaan. Demi melunasi dendam masa lalu, menegakkan kehormatan keluarga, dan mengejar ego dinasti, faksi-faksi pemberontak ini tanpa sadar telah memeras keringat rakyat, merampas hak atas tanah perdikan, dan mengirim ribuan rakyat jelata (kawula) Jawa ke lubang kematian yang sia-sia. I. Senjakala Pertama Majapahit Trowulan (1478 M) A. Pemberontakan Ranawijaya (Keling-Daha) Brawijaya IV saat bertakhta sebagai Maharaja Majapahit bergelar Sri Adi Suraprabhawa Singhawikramawardhana Singhawikramawardhana terpaksa mundur ke basis pertahanan keluarganya di Kediri. Setelah terusir dari Trowulan oleh kudeta Bhre Kertabhumi (Brawijaya V) pada tahun 1468 M, Brawijaya IV menyelamat...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
KrediOne
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.

avatar
Admin2026
Gambar Entri
Berikut Cara Mengembalikan Dana PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99