Makanan Minuman
Makanan Minuman
makanan Sumatera Utara Sumatera Utara
Oblang Duren
- 1 Desember 2017
Oblang Duren lebih dikenal Kolak duren, Kinca Duren, mungkin disebagian daerah punya nama yang berbeda-beda. Oblang duren biasa disajikan dengan Ketan hangat, yups! dengan ketan. cara menyantapnya dengan cara di cocol/tutul dengan saus Oblang Duren. Lantas bagaimanakah cara pembuatannya? yuk kita simak apa saja bahan-bahan yang diperlukan dan bagaimana cara memasaknya.
 
Bahan-Bahan
 
Buah Durian yang sudah matang, dalam hal ini anda bisa memilih duren yang bagus atau yang kurang bagus. tergantung kocek masing-masing yah :-)
Beras Ketan putih yang bagus, karena kualitas tak pernah bohong! biar rasanya lebih pulen
Santan kelapa Asli "bukan yang instant"
Kayu manis
Gula merah (gula jawa)
Daun pandan
Gula pasir putih
Air Putih
 
Cara Membuat Ketan Pulen
 
Cuci ketan sampai bersih (beras ketan 1 liter)
Rendam ketan dengan air santan kelapa dengan banyak santan 1 setengah liter didalam panci
Masak ketan tersebut dengan santannya hingga menjadi Aron (indikator Aron adalah nasi seperempat matang) dalam hal ini jangan sampai hangus ya Aron nya.
setelah menjadi Nasi Aron, Masukan kedalam kukusan/Langseng dan masak hingga matang Pulen
 
Cara Membuat Saus Oblang Duren
 
masukan buah durian yang sudah di kupas, boleh langsung dengan biji-biji nya kedalam Air Santan kelapa kedalam panci, dalam hal ini Air santan boleh berapa saja, sesuaikan dengan selera
masukan Gula merah/gula jawa yang sudah di iris-iris kedalam air santan
masak hingga mendidih
selagi mendidih masukan daun pandan serta kayu manis dan gula putih
aduk-aduk hingga duriannya benar-benar matang (indikatornya adalah buah duren hancur)
Nah Oblang Duren sudah matang dan sekarang saatnya kita menikmatinya dengan cara mencocol ketan tersebut kedalam saus oblang duren, dimakan selagi hangat apalagi kalau lagi hujan-hujan di pagi hari, beeeuuuuuuuuuuuuuhh terasa di kampung halaman yang penuh kedamaian. hehehe.. mungkin itu saja tips kuliner dari saya semoga bermanfaat buat anda yang doyan kuliner, selamat memasak! 

 

Video pembuatan: https://www.youtube.com/watch?v=Ph8kxMvPv0Q

Sumber: https://www.kompasiana.com/ainglee/kuliner-oblang-duren_5558e9db7397736c6e33ff23

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker