Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Dongeng Sulawesi Tenggara Sulawesi
Nini dan Putri Ikan
- 13 November 2018

 Di sebuah pedesaan bawah laut tinggallah Nini seekor ikan kecil berwarna biru bersama keluarganya. Karena masih kecil Nini dilarang ibunya untuk keluar rumah. Keseharian Nini adalah bermain-main di sekitar rumahnya. Padahal Nini ingin sekali berenang keluar dari rumah seperti ikan lainnya yang bebas berenang kemanapun mereka inginkan. Pada suatu hari ketika Nini sendirian di rumah datanglah ikan-ikan kecil lainnya. Mereka sangat cantik dan berwarna-warni, ada si kuning bergaris-garis putih, keemasan, dan biru seperti dirinya. Nini senang sekali.

Ikan-ikan kecil itu mendatangi Nini dan mengajaknya bermain di luar rumah, mulanya Nini keberatan sebab takut dimarahi ibunya. Namun ketiga teman Nini terus membujuknya dan mengatakan bahwa pemandangan laut lainnya amat menarik, mereka juga berjanji akan menjaga Nini. Setelah berfikir akhirnya Nini ikut bersama teman-temannya bermain di luar rumah.
Nini sangat terkesan dengan pemandangan di permukaan laut, dia melihat kapal yang besar dan ombak laut yang bergulung-gulung. Nini berenang mengitari kapal besar tersebut, karena terlalu senang Nini lupa pada pesan ibunya agar jangan pergi jauh. Tanpa terasa hari sudah beranjak senja, Nini yang tersadar kebingungan karena ditinggal sendiri oleh teman-temannya. Dia tidak tahu jalan pulang. Ketika itulah terdengar suara lembut dari arah belakang. Ternyata dibelakang Nini ada seekor putri ikan yang cantik.

Putri ikan melihat Nini kebingungan. Dihadapan putri ikan Nini mengatakan bahwa dirinya tersesat dan tidak tahu jalan pulang. Putri ikan yang merasa kasihan akhirnya berjanji akan menolong Nini kembali ke rumah. Ketika itu putri ikan selalu melihat ke arah kapal besar yang sedang berhenti. Nini merasa heran lalu bertanya kenapa putri ikan selalu memandang ke arah kapal itu. Tiba-tiba wajah putri ikan menjadi muram, dia lalu mengatakan bahwa dirinya dulu adalah seorang putri yang cantik.

Putri cantik itu bernama Kanaya. Namun, karena ulah seorang nenek sihir Putri Kanaya di sihir menjadi manusia setengah ikan. Putri Kanaya mempunyai seorang kakak yang bernama Miruni. Miruni merasa iri dengan Putri Kanaya karena pangeran tampan yang lebih memilih putri Kanaya dibanding Miruni. Karena rasa iri tersebut, Miruni mencari seorang nenek sihir untuk mengubah Kanaya menjadi manusia setengah ikan. Putri Kanaya hanya akan sembuh jika dirinya bertemu dengan pangeran dan menikah dengannya.

Nini yang mendengar cerita itu merasa kasihan lalu berniat ingin menolong Kanaya. Nini berenang mendekati kapal besar dan melompat ke atas kapal. Dirinya jatuh tepat di kaki pangeran tampan yang mencintai Kanaya. Nini lalu menjelaskan kepada pangeran bahwa dirinya adalah teman Kanaya, putri yang telah disihir menjadi manusia setengah ikan. Nini juga menjelaskan bahwa sihir itu akan hilang jika pangeran bersedia menikah dengan putri Kanya.

Pangeran yang mendengar penjelasan itu merasa senang karena dapat bertemu kembali dengan Kanaya. Dia lalu membawa Nini menuruni kapal dan pindah ke sampan kecil untuk menemui Kanaya di lautan. Nini kemudian di lepaskan ke dalam air dan membawa pangeran bertemu dengan Kanaya. Setelah bertemu pangeran berjanji akan menikah dengan Kanaya. Saat itulah dengan perlahan-lahan Kanaya berubah menjadi manusia. Ekornya berubah menjadi sepasang kaki yang cantik.

Putri Kanaya tidak melupakan janjinya kepada Nini, dengan bantuan seekor ikan teman Kanaya, Nini dibawa pulang menuju rumahnya. Putri Kanaya menikah dan hidup di pinggir pantai bersama pangeran. Nini dan teman-temannya sering datang mengunjungi mereka yang telah hidup bahagia.

Cerita Rakyat dari Sulawesi Tenggara tentang Nini dan Putri Ikan adalah cerita rakyat yang menceritakan Nini seekor anak ikan yang tidak mengindahkan perintah orang tuanya. Sedangkan Putri Ikan dikutuk oleh penyihir. Untungnya kedua ikan itu dapat menyelesaikan masalah dengan baik. 

Sumber:

http://lestari347.blogspot.com/2014/05/nini-dan-putri-ikan-cerita-rakyat.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker
Gambar Entri
SALE-SALEAN
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...

avatar
Hokker
Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu