Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Bali Bali
Nasi krengsengan sambal matah
- 3 Desember 2018

Indonesia dikenal dengan berbagai jenis hidangan nasi. Sebut saja nasi jingo khas Bali, nasi uduk asli Betawi, nasi kucing populer di Yogyakarta.

Salah satu sajian nasi yang juga terkenal adalah nasi krengsengan. Nasi putih yang disajikan dengan potongan daging kambing atau daging kambing suwir. Nasi krengsengan banyak ditemui di daerah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Membuat nasi krengsengan cukup praktis. Anda tidak memerlukan bahan yang rumit. Kunci lezat nasi krengsengan adalah dalam mengolah daging kambing dan sambal matah sebagai pelengkap.

Bahan-bahan

  • 70 gram daging kambing
  • 2 siung bawang putih (iris)
  • 1.5 liter air untuk merebus daging kambing
  • Nasi putih secukupnya
  • 1 sdt bawang putih goreng

Bahan Sambal Matah

  • 2 siung bawang putih (iris)
  • 1 siung bawang merah (iris)
  • 5 buah cabai rawit merah (iris besar)
  • 3 sdm minyak goreng
  • Garam
  • 1/2 sdt jeruk nipis

Cara memasak

1. Rebus daging kambing selama kurang lebih 1 jam (sampai daging empuk)

2. Untuk membuat Sambal Matah: Panaskan minyak goreng di wajan, lalu masukkan bawang putih, kecilkan api, kemudian masukkan bawang merah dan cabai rawit merah, tambahkan garam juga air jeruk nipis. Masak selama 30 detik dengan api kecil, angkat dan pindahkan ke mangkok

3. Daging kambing yang telah direbus, ditiriskan dan disuwir

4. Suwiran daging kambing ditaburkan garam dan diaduk sampai garam meresap. Panaskan minyak goreng, lalu goreng daging kambing selama kurang lebih 1 menit

5. Siapkan nasi putih, lalu tambahkan daging kambing yang sudah di goreng di atas nasi. Taburi bawang putih goreng dan siram dengan sambal matah.

Resep ini dibuat oleh Eugene Panji.

https://beritagar.id/artikel/kuliner/nasi-krengsengan-dan-sambal-matah

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Call center pinjamflexi
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Hubungi call center resmi Pinjam Flexi (0857) 58337054 atau CS Pinjam Flexi (0831)69265049 dan melalui email cs@pinjamflexi.id. layanan customer service Pinjam Flexi dapat dihubungi Senin-Minggu pukul 08:00-23:00 WIB.

avatar
Pinjamflexi08
Gambar Entri
HUDON TANO (PERIUK TANAH)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
BENDA MAGIS MASYARAKAT BATAK
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker