Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Barat Sunda
Nasi Tutug Oncom, Tumis Daun Pepaya, Tahu, Tempe, Ayam Goreng
- 7 Desember 2018
   

Bahan-bahan

 
  1. > Nasi tutug oncom
  2. 6 porsi nasi putih
  3. 1 papan oncom, goreng setengah kering
  4. 1 buah cabe merah
  5. 4 buah cabe rawit
  6. 3 siung bawang putih
  7. 4 ruas kencur (karena kencurnya kecil2)
  8. secukupnya Garam, gula putih
  9. > Tempe, tahu goreng
  10. 1/2 sdt bawang putih bubuk
  11. 1/2 sdt ketumbar
  12. secukupnya Garam, penyedap rasa
  13. > Ayam goreng
  14. 1 ekor ayam pejantan, bagi 4
  15. 1 batang sereh
  16. 2 lembar daun salam
  17. secukupnya Garam, gula
  18. Bumbu halus:
  19. 3 siung bawang putih
  20. 2 butir kemiri sangrai
  21. 1 kelingking jahe
  22. > Tumis daun pepaya
  23. 15 lembar daun pepaya ukuran kecil
  24. 2 sdm ebi, rendam air hangat
  25. 4 siung bawang merah, iris
  26. 2 siung bawang putih, iris
  27. 1 buah cabe merah
  28. secukupnya Garam, gula pasir
  29. secukupnya Penyedap rasa

Langkah

 
  1. Nasi tutug oncom. Goreng cabe merah, cabe rawit, bawang putih dan kencur lalu haluskan. Beri garam dan gula pasir. Koreksi rasa. Masukkan oncom goreng kedalam bumbu halus, hanya dipenyet saja. Masukkan sambel oncom kedalam nasi, aduk hingga rata atau tercampur dengan sambel oncom

     
     
     
     
     
  2. Tahu, tempe goreng. Rendam tempe dan tahu kedalam bumbu. Tempe direndam lebih lama ya. Klo tahu hanya 10-15 menit saja. Lalu goreng hingga kering

     
     
     
     
     
  3. Ayam Goreng. Ungkep ayam dengan bumbu halus dan bumbu dapur lainnya hingga air berkurang lalu goreng hingga kekuningan atau sebentar saja

     
     
     
     
     
  4. Tumis daun pepaya. Rebus daun pepaya dan beri 1/2 sdt garam hingga empuk. Setelah empuk, buang airnya dan peras. Iris-iris daun papaya yg sudah diperas tadi. Sisihkan. Panaskan wajan, beri sedikit minyak. Tumis bumbu iris hingga harum lalu masukkan daun pepaya dan ebi. Beri garam, gula pasir, penyedap rasa dan sedikit air. Aduk rata. Test rasa. Masak hingga air berkurang. Angkat dan hidangkan

     
     
     
     
     
  5. Untuk penyajian. Cetak nasi tutug oncom dengan mangkuk atau cetakan nasi lainnya. Sajikan dalam piring, beri ayam goreng, tahu tempe goreng, tumis daun pepaya dan lalaban. Untuk sambel saya skip alias ga buat, karena isi rumah ini kurang suka pedes jadi rasa pedasnya cukup dari nasi to dan tumis daun pepaya

https://cookpad.com/id/resep/6273895-nasi-tutug-oncom-tumis-daun-pepaya-tahu-tempe-ayam-goreng

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUDON TANO (PERIUK TANAH)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
BENDA MAGIS MASYARAKAT BATAK
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK Hikmah Karuhun Pikeun Kahirupan Ditulis ku: Henry Purwanto Kategori: Etika, Moral & Pepatah PENDAHULUAN Kidung Lakbok lain ukur carita baheula. Lian ti éta, ieu naskah kuno nyimpen pituduh anu jero pisan pikeun kahirupan urang di jaman kiwari. Karuhun urang teu ngan ninggalkeun carita, tapi ogé pangalaman, peringatan, jeung hikmah. Ieu pesan induk jadi pondasi pikeun urang hirup: ngajaga jati diri bari tetep maju ka hareup. Hayu urang bahas hiji-hiji. ULAH POHO KA ASAL-USUL (Jangan Lupa Pada Asalnya) Makna: Saha urang, ti mana asalna, naon sajarah karuhun urang – kabehna kudu dipikanyaho. Ulah isin ku sajarah sorangan, sabab dinya tempat urang tumuwuh. Kaitan jeung Lakbok: Karajaan Bandjarpatroman téh akar ti wewengkon ieu. Lamun urang poho sajarah, sarua jeung neangan leungit jati diri. Urang bakal gampang kaileng ku budaya deungeun anu teu saluyu jeung ajén-inajén lembur. Pesen: Sugema jeung bagja téh mimitina mah nya tina n...

avatar
Gulamerah