Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Timur Jawa Timur
Nasi Sodu - Jawa Timur - Jawa Timur
- 28 Februari 2018

Bahan-Bahan

bahan utama kuah:

  • 1 ekor ikan tongkol
  • 1 papan tempe (bisa iya bisa gak)
  • 2 buah labu siam
  • 2 lembar daun salam
  • 2 lembar daun jeruk
  • 2 buah serai (digeprek)
  • secukupnya terasi (bisa iya bisa gak)
  • secukupnya royco
  • 1/2 bgian bawang bombay (diiris halus)
  • 1 buah kelapa (diparut trus diperas santannya)
  • 10 bj cabe rawit

bahan yang dihaluskan:

  • 5 siung bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 4 cm lengkuas
  • 3 cm jahe
  • 3 cm kunyit
  • 2 cm kencur
  • 7 biji kemiri
  • 1/2 sdt ketumbar
  • secuil pala
  • 1/4 wdt jinten
  • 1/4 sdt merica
  • secukupnya asem jawa
  • secukupnya garam
  • secukupnya vetsin jamur
  • 2 sdm gula pasir
  • 5 buah cabe merah

bahan-bahan sambal:

  • 3 buah cabe rawit
  • 2 buah tomat kecil (ranti)
  • 1/4 sdt terasi
  • 1/2 sdt gula
  • 1/4 sdt garam
  • secukupnya kecambah kecil
  • 3 buah timun (potong kecil-kecil)

 

Cara Membuat

  1. Ikan tongkol di kukus, kemudian di bakar lalu pisahkan daging dan tulangnya lalu potong kecil" sesuai selera
  2. Kupas labu, cuci kemudian potong dadu, begtupun tempe potong dadu lalu sisihkan.
  3. Tumis bawang bombay hingga layu dan harum lalu masukkan bumbu yang sudah dihaluskan, serai, daun jeruk, daun salam hingga berubah warna, harum tambahkan air satu gelas saja lalu masukkan cabe rawit, tampe dan labu tutup.
  4. Tunggu sampai air berkurang dan bumbu meresap. Selagi menunggu panaskan santan hingga mendidih ditampat lain.
  5. Jika bumbu sudah meresap kedalam tempe dan labu serta air berkurang matikan kemudian masukkan kedalam santan yang sudah mendidih.
  6. Tambahkan royco secukupnya. Cicipi kemudian tunggu hingga mendidih.
  7. Mendidih matikan api sajikan dengan nasi panas.
  8. Untuk sambal, haluskan semua bahan kemudian jika sudah halus campurkan kecambah dan timun yang sudah dipotong. Aduk hingga rata sajikan bersama kuah sodu dan nasi.

 

sumber: https://cookpad.com/id/resep/1432274-nasi-sodu

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker