Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Timur Sumenep
Nasi Romi - Sumenep - Jawa Timur
- 1 Maret 2018

Bahan-bahan

Bahan utk abon daging :

  • 300 gr daging utk empal
  • 1 ruas lengkuas digeprak
  • 1 lbr daun salam
  • 6 btr kemiri
  • 3 siung bawang putih
  • 1 sdm ketumbar bubuk
  • garam,gula,jinten,totole

Bahan sambal trasi :

  • 20 bj lombok rawit direbus
  • trasi,garam,gula
  • Bahan nasi romi :
  • 500 gr beras
  • 1/2 btr kelapa uk.besar
  • 2 lbr daun salam
  • 1 bh sereh
  • 4 lbr daun jeruk
  • 1 ruas jahe
  • 2 lbr daun pandan

Dadar telur :

  • 5 btr telur ayam
  • 1/4 sdt garam (sesuai selera)
  • 1 sdm air

Bahan lainnya :

  • Taoge pendek

 

Cara Membuat

  1. Abon daging : rebus daging hingga 1/2 matang lalu ambil dan diiris tipis2. Masukkan kembali ke kuah daging.Bawang putih, kemiri,garam, gula, jinten dan ketumbar dihaluskan. Mskkan bumbu halus ditamb daun salam dan lengkuas ke kuah daging dan rebus hingga daging empuk. Koreksi rasa.Stlh itu ambil daging satu persatu utk dihaluskan menggunakan cobek kemudian disuwir-suwir spt abon. Lalu goreng dengan api kecil saja hingga kecoklatan. Tiriskan lalu mskkan toples kedap udara.
  2. Sambal trasi : rebus lombok rawit kira-kira 15 menit. Haluskan lombok rawit, garam, gula dan trasi. Simpan dalam kotak kedap udara.
  3. Nasi romi : beras, santan (sesuai takaran beras masing-masing), daun salam, daun jeruk purut, sereh, jahe, garam rebus sampai air santan habis. Kalau air sudah habis dan nasi masih kelihatan kurang air, tambah air panas kemudian aduk. Sisihkan.
  4. Ambil dandang lalu isi air dan beri daun pandan di bawah saringan, kemudian tunggu sampai mendidih. Masukkan beras aron tadi kemudian kukus kira-kira setengah jam.
  5. Dadar telur : telur, garam dan air aduk jd satu kmdn dadar diatas teflon tipis-tipis. Lakukan sampai telur habis. Tunggu telur dingin baru diiris tipis-tipis seperti mie.
  6. Kemudian tata nasi, taoge pendek (taoge untukk rawon), abon daging, dadar telur, sambal trasi. Lebih nikmat bila disantap hangat-hangat.

 

sumber: https://cookpad.com/id/resep/216473-nasi-romi-nasi-uduk-khas-sumenep

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker