Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Tengah Kudus
Nasi Megono Khas Kudus
- 3 Agustus 2015

                maxresdefault.jpg


       Nasi Megono terdiri atas nasi yang diatasnya diberikan cacahan nangka muda yang dicampur dengan parutan kelapa beserta bumbu-bumbu lainnya. Nasi megono biasa disajikan dengan mendoan yaitu tempe goreng tipis bertepung yang setengah matang. Nasi Megono disajikan dengan ikan petek.

         Nasi megono adalah makanan khas dari daerah pantura Kudus, Jawa Tengah bagian barat, Indonesia. Makanan ini biasa ditemukan juga dan sangat familiar di daerah Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, sampai Kabupaten Pemalang. Meskipun lebih identik dengan daerah Kabupaten Pekalongan, tepatnya di daerah Batang di sini hampir sepanjang jalan terdapat warung lesehan Sego Megono, karena makanan ini paling banyak ditemukan di warung-warung sepanjang jalan di Pekalongan.

Bahan-bahan/bumbu-bumbu nasi megono :

  • 250 gram nangka muda potong-potong dan rebus
  • 6 lonjor kacang panjang potong 3 cm dan rebus
  • 5 lembar kol potong-potong dan rebus
  • 150 gram taoge seduh
  • 10 buah petai belah dua dan rebus
  • 3 lembar bunga kecombrang iris
  • 300 gram kelapa parut kasar
  • 1 lembar daun salam
  • 1 cm lengkuas memarkan

Bumbu Halus :

  • 2 siung bawang putih
  • 10 buah cabai merah keriting
  • 5 cm kencur
  • 5 lembar daun jeruk buang tulangnya
  • 1/2 sendok teh terasi bakar
  • 2 sendok teh garam
  • 2 sendok teh gula merah sisir

Bahan Ikan Petek :

  • 6 buah ikan petek asin
  • minyak untuk menggoreng
  • Bahan Pencelup:
  • 50 gram tepung beras
  • 1/2 sendok teh tepung sagu
  • 1/4 sendok teh garam
  • 50 ml air
  • 2 lembar daun jeruk buang tulangnya dan iris tipis

Bahan Pelengkap :

  • 6 porsi nasi putih
  • kering tempe
  • terik tahu dan daging

Cara Pengolahan :

  1. Aduk rata kelapa parut, bumbu halus, daun salam, lengkuas, dan bunga kecombrang. Kukus 20 menit sampai matang.
  2. Aduk rata kelapa kukus, nangka muda, kacang panjang, kol, taoge, dan petai.
  3. Ikan petek, aduk rata bahan pencelup. Celup ikan petek. Goreng sampai matang.
  4. Sajikan nasi megono dengan pelengkapnya.

       Demikian resep dan cara membuat Nasi Megono khas Kudus, semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

 

Sumber: http://resepmasakannusantara21.blogspot.com/2015/04/resep-masakan-nasi-megono-khas-jawa.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
KrediOne
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.

avatar
Admin2026
Gambar Entri
Berikut Cara Mengembalikan Dana PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
Cara Mengembalikan Dana Masuk PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker