Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Kepulauan Riau Kepulauan Riau
Nasi Lemak Kepulauan Riau
- 11 Januari 2018

Tidak jauh berbeda dengan nasi lemak yang berasal dari Malaysia, Brunei dan Singapura, nasi lemak yang terkenal di Kepulauan Riau masih dengan bahan dan bumbu yang sama. Menggunakan beras putih sebagai bahan utama dengan tambahan santan dan juga bumbu rempah yang khas.

Nasi lemak yang banyak terkenal di Kepulauan Riau mendapat pengaruh dari lauk pauk yang dihidangkan pada nasi lemak tersebut. Bahkan beberapa nasi lemak yang berasal dari Medan, Pekanbaru, Sumatera Utara dan Riau ini memiliki lauk yang khas.Sebut saja dengan tambahan daging rendang, sayur labu, bihun goreng , sambal goreng kentang bahkan dengan tambahan tauco. Bahkan di berbagai tempat di Kepulauan Riau, nasi lemak adapula yang disajikan dengan menggunakan daun pisang, menjadi nasi bungkus didalamnya campuran nasi lemak dengan lauk pauk yang khas. Cara membuat nasi lemak sangat mudah, sama halnya dengan menanak nasi biasa. Hanya saja menggunakan tambahan bumbu rempah yang khas sehingga menambah aroma nasi lemak. Bagi anda yang akan mencobanya, kali ini kami akan berbagi resep dan cara membuat nasi lemak. Terlebih bagi anda yang rindu akan kampung halaman ,Melayu. Kami hadirkan nasi lemak khas Kepulauan Riau yang dapat anda sajikan untuk keluarga anda di rumah.

Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat nasi lemak khas Kepulauan Riau

Bahan Utama

  • 1 kg beras putih / bisa menggunakan beras pandan wangi
  • 1/2 liter santan kental

Bahan Bumbu

  • 130 gram bawang merah

Bahan pelengkap

  • Rendang
  • Sambal goreng ikan bilis
  • Kripik Tempe
  • Tahu tauco
  • Sambal
  • Mentimun
  • Acar
  • Tumisan

Cara Membuat nasi lemak khas Kepulauan Riau

Cara Membuat Bumbu

Haluskan terlebih dahulu bawang merah dan juga bawang putih kemudian , goreng.

Cara Membuat Nasi Lemak

  1. Pertama-tama cuci beras hingga bersih, kemudian tiriskan
  2. Selanjutnya panaskan dandang hingga mendidih, kukus beras tadi hingga matang
  3. Lanjutkan dengan memanaskan wajan yang telah diberi minyak
  4. Lalu masukan daun dalam dan juga serai hingga wangi, lanjutkan dengan menambahkan bawang merah dan putih yang sudah digoreng sebentar saja, apabila sudah wangi maka tambahkan santan
  5. Aduk-aduk hingga merata dan berikan air sedikit saja, agar santan tidak terlalu kental
  6. Kemudian masukan beras yang telah dikukus tadi ke dalam bumbu, aduk kembali hingga rata
  7. Terakhir masukan beras yang sudah tercampur dengan bumbu ke dalam dandang, kukus hingga matang. Kurang lebih 25-30 menit.

Sumber: https://selerasa.com/resep-recipe-dan-cara-membuat-nasi-lemak-khas-kepulauan-riau

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan?
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategorikan diri dalam ranah pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional (usada) di Nusantara [S1], [S3]. Naskah-naskah ini secara spesifik ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Bali Kuna hingga Bali Tengahan [S1]. Kategorinya dalam sistem Warisan Budaya Takbenda Indonesia masuk dalam domain "Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta," sejalan dengan penetapan praktik serupa seperti Pengobatan Tradisional Raksa Jasad [S2]. Asal-usul historisnya di Bali seringkali dilekatkan pada periode pengaruh Majapahit dan penyebaran agama Hindu, meskipun sayangnya, belum ada sumber dari daftar yang secara pasti mengungkap waktu dan tokoh awal penciptaan teks-teks ini. Salah satu versi mengaitkan proses kodifikasi dan pengembangan sistem pengobatan ini dengan peran Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo Identitas dan Asal-Usul Kedatuan Luwu diidentifikasi sebagai salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan, dengan jejak sejarah yang terjalin erat dengan mitologi, tradisi lisan, dan bukti arkeologis [C11]. Sejarah awal Luwu tidak terlepas dari kisah kosmologis mengenai kedatangan manusia pertama ke bumi, yang menjadi dasar pembentukan tatanan sosial dan kekuasaan di wilayah tersebut [C12]. Kedatuan ini merupakan salah satu dari tiga kerajaan Bugis pertama yang tercatat dalam epik I La Galigo , bersama dengan Wewang Nriwuk dan Tompotikka [S1]. Pendirian Kedatuan Luwu diperkirakan terjadi pada abad ke-14 [C4], dengan Tumanurung sebagai Datu Mappanjunge' ri Luwu pertama pada tahun 1300-an [C3]. Kedatuan ini berlanjut hingga sekarang [C1], meskipun tidak memiliki mata uang sendiri dan menggunakan sistem barter [C5]. Luwu bersama kerajaan-kerajaan lain diakui sebag...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Sekaten adalah Upacara Peringatan Kelahiran Nabi Muhammad SAW: Asal-usul dan sejarah serta fungsi,
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Sekaten adalah Upacara Peringatan Kelahiran Nabi Muhammad SAW: Asal-usul dan sejarah serta fungsi, makna, dan nilai budaya Identitas Ritual Sekaten adalah rangkaian upacara tahunan yang diselenggarakan oleh Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW (Maulid Nabi) [S1][S3]. Ritual ini berlangsung selama delapan hari, dimulai pada tanggal 5 Rabi'ul Awal (Mulud dalam kalender Jawa) dan berakhir pada tanggal 12 Rabi'ul Awal dengan upacara penutup bernama Garebeg Mulud [S3]. Nama "Sekaten" sendiri berasal dari adaptasi istilah Arab syahadatain , yang merujuk pada dua persaksian (syahadat) dalam Islam [S1]. Komunitas pelaksana Sekaten adalah institusi keraton sebagai pusat ritual, dengan melibatkan masyarakat luas dalam prosesi dan perayaan [S2]. Lokasi utama penyelenggaraan adalah Yogyakarta, meskipun tradisi serupa juga dilaksanakan di Surakarta [S1]. Upacara ini bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan laku budaya-religius...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Tenun NTT: Simbol Status, Identitas, dan Kisah Leluhur
Motif Kain Motif Kain
Nusa Tenggara Timur

Tenun NTT: Simbol Status, Identitas, dan Kisah Leluhur Identitas dan Asal-Usul Tradisi tenun yang paling populer di Indonesia merujuk pada Tenun Ikat , khususnya varian yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Popularitas ini tidak terlepas dari keunikan teknik, motif, dan makna filosofisnya yang kuat dalam budaya masyarakat setempat [S1]. Tenun ikat di NTT merupakan warisan budaya yang bertahan hingga kini, diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian integral dari identitas komunitas [S2]. Secara geografis, sentra tenun ikat NTT tersebar di berbagai pulau, dengan Pulau Sumba dikenal sebagai salah satu pusat tradisi ini yang paling kuat. Di Sumba, pembuatan kain tenun ikat tradisional masih lestari, dengan kampung-kampung seperti Kanatang dan desa-desa di wilayah Sumba Timur menjadi lokasi perajin aktif [S3]. Proses pembuatannya sangat mengikat dengan sejarah dan kehidupan masyarakat, di mana kain tenun bukan sekadar produk ekonomi tetapi juga warisan leluhur yang...

avatar
Kianasarayu