Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Maluku Ambon
Nasi Kuning Bagadang
- 9 Januari 2018

Mungkin dari namanya, Klikers sudah bisa menebak, makanan ini intinya adalah nasi kuning, tapi apa itu bagadang? Bagadang  sama artinya dengan bergadang. Orang Indonesia bagian timur menyebutnya demikian yakni aktivitas yang dilakukan malam hari hingga subuh. Nasi Kuning Bagadang, adalah nasi kuning yang dijual mulai pukul 9 malam di kota Ambon. Kawasan yang ramai menjual Nasi Kuning Bagadang ada di sekitar Jalan Trikora dan dekat dengan patung Pattimura yang terletak di halaman kantor Gubernur Maluku.

Kalau bulan ini Anda berlibur ke Ambon, sempatkanlah mencicipi Nasi Kuning Bagadang. Yang menjual Nasi Kuning Bagadang banyak kok, jadi Klikers tidak perlu takut nggak kebagian. Saya sempat muter-muter untuk mencari tahu, tempat mana yang asyik buat nongkrong menikmati kehidupan malam kota Ambon dan sekaligus mencari parkiran yang kosong. Sampailah saya di depan sebuah ruko yang tampaknya tidak perlu mengantri karena belum ada pembeli di sana.

Salah satu nasi kuning yang paling enak di Nusantara ini adalah nasi kuning orang Ambon. Kalau Klikers cukup suka makanan berbumbu, Nasi Kuning Bagadang patut dicoba. Nasi kuning dengan berbagai macam lauk dan sayur yang punya rasa khas kaya rempah-rempah Ambon yang akan membuat Anda ingin mencoba lagi di malam berikutnya di Ambon. Yang menjual Nasi Kuning Bagadang, tidak harus orang Ambon sih, tapi memang kebanyakan mama-mama Ambon yang berjualan.

Pada mejanya tersedia mangkuk-mangkuk, panci, dan piring-piring berisi kentang goreng kering, buncis tumis wortel, mihun kecap, acar ketimun, ayam bumbu rendang yang diantaranya juga terdapat telur puyuh, cumi kuah santan pedas, tempe atau tahu goreng, telur kuah pedas, ikan cakalang goreng berbumbu, semur ayam, telur mata sapi goreng, sambal goreng tempe. Penjual yang satu bisa berbeda-beda dengan yang lainnya. Tapi yang biasanya wajib ada adalah Ikan Cakalang Goreng Bumbu.

Yang namanya ikan cakalang dari Ambon itu enak sekali.Tidak sama dengan ikan-ikan di lautan Jawa.

Ikan cakalang yang sudah digoreng, selain diberi bawang merah, bawang putih, biasanya dicampur dengan daun salam, daun lengkuas, laos, cabe merah (ini wajib!) dan, kadang-kadang ada cengkeh di dalamnya.

Dan ikan cakalang goreng itu sangat nikmat dimakan dengan Nasi Kuning Bagadang yang khas pula. Biasanya untuk memasak Nasi Kuning, orang Ambon menggunakan pandan muda, santan kental, dan sedikit minyak goreng. Jadi Klikers akan merasakan tekstur nasi kuning yang padat, pulen, dan sedikit berminyak. Semua Nasi Kuning Bagadang seperti itu. Soal berlemaknya lebih banyak atau tidak, itu tergantung siapa yang memasak. Kebanyakan sih hampir sama.

Sumber : http://www.klikhotel.com/blog/nasi-kuning-bagadang-ambon/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Tenun NTT: Simbol Status, Identitas, dan Kisah Leluhur
Motif Kain Motif Kain
Nusa Tenggara Timur

Tenun NTT: Simbol Status, Identitas, dan Kisah Leluhur Identitas dan Asal-Usul Tradisi tenun yang paling populer di Indonesia merujuk pada Tenun Ikat , khususnya varian yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Popularitas ini tidak terlepas dari keunikan teknik, motif, dan makna filosofisnya yang kuat dalam budaya masyarakat setempat [S1]. Tenun ikat di NTT merupakan warisan budaya yang bertahan hingga kini, diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian integral dari identitas komunitas [S2]. Secara geografis, sentra tenun ikat NTT tersebar di berbagai pulau, dengan Pulau Sumba dikenal sebagai salah satu pusat tradisi ini yang paling kuat. Di Sumba, pembuatan kain tenun ikat tradisional masih lestari, dengan kampung-kampung seperti Kanatang dan desa-desa di wilayah Sumba Timur menjadi lokasi perajin aktif [S3]. Proses pembuatannya sangat mengikat dengan sejarah dan kehidupan masyarakat, di mana kain tenun bukan sekadar produk ekonomi tetapi juga warisan leluhur yang...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kain tenun bukan hanya sekadar produk tekstil biasa di Indonesia
Motif Kain Motif Kain
Aceh

Kain tenun bukan hanya sekadar produk tekstil biasa di Indonesia Identitas dan Asal-Usul Kain tenun di Indonesia merupakan warisan budaya yang melampaui fungsi sebagai produk tekstil konvensional [S1]. Objek ini merepresentasikan hasil karya tangan yang memuat narasi sejarah panjang serta nilai-nilai budaya yang luhur [S4]. Keberadaannya telah menjadi bagian integral dalam aspek sosial, ekonomi, hingga spiritual masyarakat Nusantara selama ribuan tahun [S1], [S4]. Secara geografis, tradisi menenun tersebar luas di hampir seluruh wilayah Indonesia, di mana setiap daerah mengembangkan karakteristik, motif, dan filosofi yang unik [S1], [S3]. Keberagaman ini didukung oleh teknik pembuatan yang spesifik serta keterampilan perajin yang diwariskan secara turun-temurun [S1], [S4]. Beberapa wilayah yang memiliki tradisi tenun dengan kekhasan motif dan makna yang menonjol antara lain Toraja, Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Bali [S2]. Setiap motif yang dihasilkan bukan sekadar ele...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Indonesian parents often use traditional games to educate their children about character building
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Aceh

Indonesian parents often use traditional games to educate their children about character building Identitas dan Asal-Usul Permainan Bentengan diklasifikasikan sebagai permainan tradisional anak yang telah berintegrasi dalam budaya lokal Indonesia [S2]. Teks bebas mencatat bahwa aktivitas ini telah dimainkan sejak era kolonial Belanda [S1]. Ensiklopedia daring mengonfirmasi bahwa permainan tradisional Nusantara umumnya memiliki akar akulturasi yang kuat [S2]. Meskipun tidak teridentifikasi secara spesifik mengenai wilayah kelahirannya, permainan ini tersebar luas sebagai warisan bermain anak pra-modern [S2]. Perbandingan antara kedua sumber menunjukkan bahwa [S1] berfokus pada konteks historis kolonial dan mekanisme permainan, sedangkan [S2] lebih menekankan pada akar akulturasi budaya dan fungsi sosialnya secara umum. Kedua sumber memiliki batasan masing-masing: [S1] tidak menguraikan variasi regional, sementara [S2] bersifat umum tanpa mendetailkan mekanisme spesifik Bentengan....

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Songket Palembang: Jejak Sriwijaya dalam Selembar Kain Martabat
Motif Kain Motif Kain
Sumatera Selatan

Songket Palembang: Jejak Sriwijaya dalam Selembar Kain Martabat Identitas dan Asal-Usul Songket Palembang merupakan kain tenun tradisional yang diakui sebagai warisan budaya tak benda Indonesia sejak tahun 2013 [S1]. Kain ini dikenal luas karena kekayaan historisnya dan menjadi penanda martabat dalam budaya masyarakat Palembang [S3, C5, C6]. Popularitasnya sering terlihat dalam berbagai pameran dan dikenakan oleh tokoh publik [C2]. Asal-usul Songket Palembang kerap dikaitkan dengan masa Kemaharajaan Sriwijaya, yang berpusat di Palembang, Sumatera Selatan [S3, C4]. Sejak masa kerajaan, songket tidak hanya berfungsi sebagai busana, tetapi juga sebagai simbol kedudukan, kehormatan, dan peran sosial seseorang [C7]. Keunikan ini menjadikan Songket Palembang lebih dari sekadar kain indah, melainkan sarat akan nilai sosial dan filosofis yang melekat pada setiap helainya [C8, C9]. Meskipun demikian, belum ada sumber yang secara spesifik merinci sentra produksi Songket Palembang selain...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris: Lebih dari Senjata, Pusaka Jawa yang Mendunia
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Timur

Keris: Lebih dari Senjata, Pusaka Jawa yang Mendunia Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan senjata tikam tradisional yang berasal dari Indonesia, dengan karakteristik bentuk bilah yang asimetris atau berkelok-kelok [S1], [S5]. Secara struktural, keris terdiri atas tiga komponen utama, yakni bilah ( wilah ), gagang ( hulu ), dan sarung ( warangka ) [S1]. Sebagai bagian dari kategori tosan aji —istilah untuk senjata berbahan besi bernilai tinggi yang dimuliakan—keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata perang, tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang dan simbol identitas masyarakat Jawa [S2], [S5]. Museum Nasional Indonesia menyimpan koleksi keris yang merepresentasikan sejarah perkerisan Nusantara, termasuk spesimen dari Cirebon, Jawa Barat, yang berasal dari abad ke-16 [S4], [S5]. Salah satu contoh koleksi yang terdokumentasi adalah keris dengan dhapur Kebo Lajer dan pamor tambal, yang secara historis populer di kalangan masyarakat petani pedesaan sebagai sim...

avatar
Kianasarayu