Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Sulawesi Utara Sulawesi Utara
Nasi Gulung Dabu-Dabu
- 4 April 2019

Bahan:
Nasi:
100 g beras merah
100 g beras ketan putih
2 sdm minyak sayur, untuk menumis
3 siung bawang putih, cincang halus
50 g daun ketumbar
(berikut akarnya), cincang
100 g pepaya mengkal, iris-iris bentuk korek api
¼ sdt merica putih bubuk
¼ sdt garam
Saus:
1 sdm minyak sayur, untuk menumis
2 siung bawang merah
2 butir bawang merah, iris tipis
300 ml kaldu sayur
300 g daging labu kuning, potong-potong
¼ sdt jintan bubuk
¼ sdt pala bubuk
2 lembar nori¹
3 lembar selada romaine
600 g mentimun, iris tipis sekali
Dabu-dabu, aduk rata:
6 buah cabai merah keriting, iris 0,5 cm
4 buah cabai rawit, iris 0,5 cm
4 siung bawang merah, cincang kasar
3 buah tomat hijau, cincang kasar
2 buah tomat merah, cincang kasar
1½ sdm air jeruk nipis
2 sdt gula pasir
¼ sdt garam
 
Cara membuat:
Nasi:

  • Tanak beras dan ketan secara bersamaan hingga matang. Angkat. Sisihkan.
  • Panaskan minyak, tumis bawang hingga harum. Masukkan sisa bahan. Aduk hingga matang. Angkat. Sisihkan.

Saus:
Panaskan minyak, tumis semua bawang hingga harum. Masukkan sisa bahan, masak hingga labu lunak. Haluskan dalam blender. Sisihkan.

Penyelesaian:

  • Letakkan nori di atas tikar sushi. Ratakan ½ bagian nasi dengan bantuan sendok yang dibasahi air matang (agar tidak lengket).
  • Susun selada hingga menutupi nasi. Ratakan tumisan pepaya di atasnya. Gulung. Sisihkan.
  • Di atas tikar sushi, susun mentimun. Taruh nasi gulung di pinggirnya. Gulung sambil dipadatkan. Potong-potong.
  • Sajikan disertai dabu-dabu dan saus labu. (f)

¹) Nori: Rumput laut kering untuk menggulung sushi. Berbeda olahan dengan jenis nori untuk snack. Cari di supermarket Jepang.
 
Untuk 6 porsi (@3-4 potong)
Kalori per porsi: 220 Kkal
Resep telah diuji coba di Dapur Uji Femina

Sumber: https://www.femina.co.id/nasi/resep-nasi-gulung-dabu-dabu

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Sop Matahari
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Sop Matahari adalah salah satu kuliner tradisional khas Kota Surakarta atau Solo, Jawa Tengah. Hidangan ini terkenal karena bentuknya yang unik menyerupai bunga matahari yang sedang mekar. Bagian "kelopak" dibuat dari telur dadar tipis, sedangkan bagian tengahnya berisi daging ayam cincang dan berbagai sayuran seperti wortel, jamur, dan jagung yang kemudian disiram kuah kaldu hangat yang gurih. Sop Matahari bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari tradisi masyarakat Solo yang diwariskan secara turun-temurun. Kuliner ini memiliki keterkaitan erat dengan budaya Keraton Surakarta dan sering disajikan dalam acara-acara penting, terutama pesta pernikahan adat Jawa. Dalam tradisi jamuan pernikahan Solo, Sop Matahari menjadi salah satu hidangan istimewa yang melambangkan penghormatan kepada para tamu. Secara filosofis, bentuk bunga matahari melambangkan keceriaan, kehangatan, harapan, dan kehidupan yang cerah. Karena itulah Sop Matahari sering hadir dalam acara pernikahan...

avatar
Hasnaila
Gambar Entri
Kue Mento
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Timur

Kue Mento adalah salah satu makanan tradisional khas Kabupaten Sumenep di Pulau Madura. Sekilas, kue ini mirip dengan dadar gulung, tetapi memiliki cita rasa gurih karena berisi tumisan ayam, wortel, dan kadang pepaya muda yang dibumbui rempah-rempah khas. Kue mento biasanya disajikan dengan kuah santan kental serta taburan bawang goreng sehingga menghasilkan perpaduan rasa yang gurih, lembut, dan harum. Kue mento telah menjadi bagian dari warisan kuliner masyarakat Sumenep selama bertahun-tahun. Beberapa sumber menyebutkan bahwa makanan ini merupakan hasil akulturasi budaya dari kue mento yang berasal dari Keraton Jepara, kemudian berkembang dan memiliki ciri khas tersendiri di Sumenep, baik dari bentuk maupun cara penyajiannya. Pada masa lalu, kue mento sering disajikan untuk tamu penting dan menjadi hidangan dalam acara-acara khusus. Saat ini, kue mento sangat identik dengan bulan Ramadan karena banyak dijual sebagai menu berbuka puasa atau takjil di Sumenep. Meski demikian, ku...

avatar
Hasnaila
Gambar Entri
Sayang Anak 5k
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Barat

Istilah "Sayang Anak 5k" merujuk pada sebuah fenomena sosial dan hiburan rakyat yang sangat lekat dengan suasana pasar tradisional, pasar malam, maupun ruang publik lainnya. Kalimat "sayang anak, sayang anak..." merupakan jargon khas dan ikonik yang biasa diserukan dengan lantang oleh abang-abang penyedia wahana permainan odong-odong. Tujuannya adalah untuk menarik perhatian para orang tua yang sedang melintas atau berbelanja agar bersedia menyenangkan buah hati mereka.Seruan ini bermakna rayuan hangat agar orang tua rela menyisihkan uang senilai Rp5.000 (5k) sebagai tiket masuk. Dengan biaya yang sangat terjangkau tersebut, anak-anak sudah bisa merasakan kebahagiaan luar biasa menaiki wahana odong-odong yang biasanya dihiasi lampu warna-warni dan diiringi alunan lagu-lagu anak ceria. Praktik ini tidak hanya sekadar transaksi ekonomi kecil-kecilan, melainkan telah menjadi sebuah tradisi atau "ritual" hiburan murah meriah yang menghadirkan senyum dan tawa...

avatar
Ophal
Gambar Entri
Dodol Kinca
Makanan Minuman Makanan Minuman
Nusa Tenggara Barat

Dodol Kinca merupakan kuliner tradisional khas Bima dan Dompu, Nusa Tenggara Barat, yang dikenal dengan cita rasa manis legit serta teksturnya yang khas. Berbeda dari dodol pada umumnya, dodol ini dibuat dari campuran buah kinca (kawista) dan gula, dengan tambahan sedikit tepung tapioka sebagai pengikat, yang dimasak hingga mengental. Buah kinca sendiri adalah sebutan lokal untuk buah kawista, yang memiliki perpaduan rasa manis dan asam dengan aroma yang khas. Selain varian manis, Dodol Kinca juga memiliki variasi rasa pedas yang memberikan sensasi unik. Hidangan ini tidak hanya menjadi sajian khas, tetapi juga mencerminkan identitas kuliner serta tradisi masyarakat Bima dan Dompu.

avatar
Adam Adi
Gambar Entri
Tradisi Rimpu
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Nusa Tenggara Barat

Rimpu merupakan tradisi busana khas perempuan suku Mbojo di Bima, Nusa Tenggara Barat, yang dikenakan dengan menggunakan dua lembar kain sarung untuk menutup kepala hingga seluruh tubuh. Lebih dari sekadar pakaian, Rimpu merepresentasikan nilai kesopanan, identitas budaya, serta ketaatan terhadap ajaran Islam. Tradisi ini memiliki beberapa bentuk, di antaranya rimpu mpida yang dikenakan oleh perempuan belum menikah dengan menutup seluruh wajah kecuali mata, serta rimpu colo yang digunakan oleh perempuan yang telah menikah dengan memperlihatkan wajah. sumber gambar: https://etnis.id/menjaga-spirit-budaya-rimpu-di-tanah-rantau/

avatar
Adam Adi