Kalau membicarakan kota Lamongan, pasti yang muncul di benak kita adalah Soto dan Lele yang menjadi kuliner andalan Lamongan. Selain itu, Lamongan punya klub sepak bola yang eksis di persepak bolaan tanah air, yaitu Persela Lamongan.
Bila kita menilik lebih dalam lagi, lamongan memiliki budaya yang sangat beragam. Mereka punya Wingko Babat, Sego boran, Tarian Boran, dan masih banyak lagi.
Kali ini saya akan membahas tentang Sego Boran(Baca, Nasi Boran). Sego Boran merupakan makanan Khas Lamongan. Dinamakan Sego boran Karena penjualnya berjualan dengan mengggunakan Boran sebagai tempat semua dagangannya. Boran merupakan wadah semacam Bakul yang terbuat dari anyaman bamboo.
Munkin tidak banyak yang tahu kuliner khas Lamongan ini, dikarenakan penjual Sego Boran hanya berjualan di kota Lamongan. Karena mereka menganggap kalau mereka berjualan diluar kota Lamongan, maka rasa asli dari Sego Boran yang resepnya turun-temurun akan hilang. Dan uniknya penjual Sego Boran rata-rata berasal dari desa yang berada di kota Lamongan, yaitu desa Kaotan. Mereka biasanya berjualan di trotoar kota atau memilih berjualan di desa Kautan tersebut.
Untuk penyajiannya, Sego boran disajikan menggunakan Koran yang dilapisi daun pisang karena daun pisang dapat menjadikan rasa Sego Boran lebih nikmat. Namun seiring berkembangnya zaman, mereka mulai menggunakan kertas Koran karena dianggap lebih praktis. Untuk lauknya, Sego boran menawarkan pilihan lauk yang sangat beragam, mulai dari Ayam, Ikan bandeng, Ikan lele, Udang, Jeroan Ayam, Ikan Mujaer, Telur, dan Ikan Sili yang merupakan komoditas asli Lamongan. Sebelum dihidangkan, disiram dulu dengan bumbu yang mirip bumbu bali dengan rasa yang cukup pedas dan campuran parutan kelapa. Setelah itu, dilegkapi dengan rempeyek dan roti yang terbuat dari dedak(ampas padi). Dijamin deh, rasanya pasti nikmat.
Pemerintah kota Lamongan sudah berupaya memperkenalkan Sego boran ke khalayak umum. Salah satunya dengan mengadakan festival Sego boran. Tak jarang diadakan festival dengan Sego Boran sebagai menu andalan. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan lahan yang akan dijadikan sentra penjual Sego Boran di dekat area Plaza Lamongan. Semua upaya tersebut bertujuan agar Sego Boran dapat dikenal sebagai salah satu simbol kota Lamongan dan sebagai upaya menjaga budaya dan kekayaan bangsa Indonesia agar tetap dapat dinikmati anak cucu kita nanti.
(sumber dari Duta Budaya Lamongan(YAK dan YUK kota Lamongan), Lamongan, indonesia)
#OSKMITB2018
Advan Dwi Prayuda, FTSL 2018
cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...