Produk Arsitektur
Produk Arsitektur
Museum Jawa Barat Bogor
Museum Mobil & Keramik Sentul
- 31 Desember 2018

Di dalam museum ini terdapat salah satu mobil unik yang bersejarah yaitu mobil bekas milik Dewi Soekarno yang merupakan Chrysler Imperial Crown Le Baron keluaran tahun 1962. Mobil sedan dengan empat pintu ini memiliki mesin V8 ini ternyata sudah mengadopsi transmisi Automatic Torquefielte A-727. Tenaga yang dihasilkan saat itu diklaim mencapai 340 dk. Terdapat pula fitur-fitur lain yang cukup memadai, mulai dari power steering, power window, AC serta sebuah head unit.

Selain mobil milik Dewi Soekarno terdapat pula mobil milik Gubernur DKI yang paling tersohor yaitu mobil milik Ali Sadikin. Koleksi milik Bapak Ali Sadikin ini berupa mobil Chrysler New York tahun 1962. Selain itu juga ada mobil milik mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Tri Sutrisno yaitu mobil sedan Volvo berbelut warna biru dongker tahun 1988.

Di museum ini terdapat banyak mobil-mobil legendaris yang cukup ternama pada masanya, seperti Dodge Fargo lansiran tahun 1956, Buick Roadmaster serta sedan tahun 1954, Chevrolet Bel-Air 1957, namun rekor tertua mobil yang di milik museum ini adalah Austin Seven Tourer buata Inggris yang dirilis pada tahu 1933.

Di tempat ini para pengunjung hanya dapat melihat-lihat koleksi yang ada di museum ini karena pengunjung tidak diizinkan untuk menaiki atau hanay sekedar membuka pintu mobil-mobil. Berkunjung ke museum mpbil ini para pengunjung akan mendapatkan banyak wawasan tentang otomitif terutama yang ada di masa lampau. Tidak hanya mobil-mobil antik saja, di lokasi ini juga terdapat berbagai motor unik dan antik. Bahkan para pengunjung juga dapat menikmati aneka macam bentuk serta produk keramik yang memiliki nilai tinggi.

Museum Mobil Sentul ini akan terus berupaya untuk menambah koleksinya bahkan museum ini mengundang para kolektor mobil atau motor antik dan klasik untuk menitipkan mobil atau motornya di museum ini. Perlu diketahui bagi para pengunjung, berbagai jenis mobil dan motor di museum ini semuanya masih dalam kondisi layak jalan. Karena menurut General Manager Sirkuit Internasional Sentul ini mengungkapkan bahwa koleksi mobil di museum ini masih dalam keadaan baik bahkan setiap beberapa bulan sekali mobil-mobil ini dilakukan service, seperti penggantian oli.Museum Mobil Sentul ini juga terdapat mobil antik yang menjadi masterpiece yaitu jenis mobil Packard Super 8 yang diproduksi pada tahun 1948 dengan mesin berkapasitas 5.833 cc 8 silinder. Walaupun mobil jenis kurang dikenal masyarakat, merk Packard ini dulunya merupakan mobil yang cukup terkemuka di Amerika Serikat. Mobil dengan desain keindahan dan memiliki daya tahan tinggi ini tidak diperuntukan serta tidak dipakai oleh kalangan umum pada masa itu. Eksklusivitasnya bahkan dapat disandingkan dengan kebesaran nama dari salah satu merk terkenal yaitu Rolls-Royce dan Ferrari di zaman sekarang. Mobil yang terbilang sangat mewah pada zamannya ini tak cukup banyak dimiliki orang, penggunanya merupakan kalangan dari keluarga kerajaan serta para petinggi negara. Mobil Packard menjadi koleksi pribadi milik pendiri museum untuk dipajang bagi pengunjung yang tertarik untuk melihatnya. Mobil ini kini memiliki kisaran harga sekitar Rp 2 miliar merupakan nilai yang pantas untuk melebeli mobil tersebut.

 

 

sumber : https://www.tempat.me/wisata/Museum-Mobil-Sentul

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker